Top

26 November 2018

Saya mendapati hingga sejauh ini ada banyak pemimpin gereja yang sibuk mempelajari & memperdebatkan berbagai jenis ‘doktrin’ yang hanya berfokus pada ‘persiapan menuju kematian’, sementara kehidupan sehari-hari yang ada justru ‘tidak tersentuh’ sama sekali….
Mereka sibuk menanamkan ‘doktrin’ tentang akhir jaman, baptisan air, kesuksesan (dan yang ‘paling baru’) hypergrace… Belum lagi khotbah tentang kesuksesan, keberhasilan & menjadi kaya… Alih-alih dipenuhi kemuliaan Bapa & hidup dalam keIlahian, Gereja justru terus alami transformasi jadi makin duniawi & kedagingan. Kehidupan sehari-hari jemaat sama sekali tidak menunjukkan kehidupan sebagai Orang Benar; apalagi menikmati kehidupan yang berkemenangan dalam segala hal dan penuhi kemuliaan Tuhan – sungguh jauh panggang dari api…
1. Kehidupan sehari-hari Jemaat seharusnya dibangun diatas dasar firman.
Saya mendapati hingga sejauh ini kebanyakan jemaat masih terus hidup dengan mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Hal ini seringkali disebabkan karena tidak adanya input Ilahi yang mereka terima; input menentukan output! Ada banyak pemimpin jemaat yang terus sibuk menanamkan ‘doktrin’ tentang ‘persiapan hari kematian’ lebih dari ‘hidup dalam keakuratan’ dan ‘menata kehidupan sehari-hari’ demi memiliki kehidupan yang berdampak & mempengaruhi dunianya. Tidak ada dasar keyakinan untuk memiliki kehidupan yang berkemenangan yang dibangun dalam hidup jemaat; itu sebabnya – karena tidak ada input yang Ilahi, akibatnya jemaat jadi terus hidup dalam pergumulan, alami berbagai tekanan dan selalu ‘babak belur’ dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Jemaat juga sama sekali tidak menikmati kehidupan yang penuh kemuliaan Bapa – kembali, karena minimnya input Ilahi, maka jemaat jadi terus hidup dalam kemanusiawian & kedagingan! Dan konyolnya, hal tersebut justru dikhotbahkan dari mimbar gereja sebagai hal yang normal! Ada banyak pemimpin yang menanamkan prinsip bahwa ‘gereja baru akan disempurnakan nanti pada saat sangkakala terakhir diperdengarkan’… Padahal jika kita membaca firman, adalah merupakan ketetapan Bapa untuk membawa gereja alami kesempurnaan & kepenuhan Kristus justru pada saat gereja ada di bumi ini dan membawa pemulihan segala sesuatu (Mat 5:48, Ef 1:15-23, Kis 3:21) Apalagi jika kita bicara tentang kehidupan corporate/ kehidupan bersama, kebanyakan jemaat justru hidup secara individualis… Pendek kata, selama ini tidak ada pemimpin yang betul-betul membangun kehidupan jemaat diatas dasar firmanNya!
a. Pemimpin harus membangun dasar keyakinan jemaat sesuai dengan firman.
Tuhan mengajarkan kepada saya prinsip berikut: Apa yang kita yakini, itulah yang pasti akan kita alami. Repotnya, selama ini dasar keyakinan yang kita miliki dalam kehidupan ini adalah merupakan hasil cetakan dari dunia ini; itulah sebabnya Paulus menegaskan untuk seluruh jemaat harus alami pembaharuan akal budi, memiliki pikiran Kristus (Rom 12:2, 1 Kor 2:16) Adalah merupakan tugas dari para pemimpin untuk membangun dasar keyakinan yang dimiliki oleh jemaat agar jadi selsras dengan firmanNya. Jika pemimpin tidak menanamkan input Ilahi yang menyatakan bahwa jemaat bisa selalu hidup berkemenangan karena adanya penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka, bagaimana jemaat tersebut bisa mengetahui & meyakini hal tersebut? Jadi adalah tugas dari para pemimpin untuk menanamkan benih Ilahi, membangun dasar keyakinan yang selaras dengan firman dalam hidup jemaat.
b. Dasar keyakinan yang dibangun dalam hidup jemaat harus mengkondisikan diri mereka jadi hidup dalam kemuliaan/ keIlahian Tuhan, hidup dalam kebergantungan terhadap firman, berkemenangan dalam segala hal dan mengejar penggenapan rencana Tuhan secara bersama-sama.
Jika kita memang rindu membangun jemaat/ gereja sesuai dengan pola Ilahi, kita harus pastikan bahwa kita sudah ‘melihat’ pola yang Tuhan miliki tentang gerejaNya di akhir jaman. Nubuatan kitab Wahyu 12 menggambarkan kondisi gereja akhir jaman: Hidup dalam kemuliaan Bapa, dibangun diatas dasar kesempurnaan korban Kristus, berkemenangan dalam segala hal, ‘mengandung’ rencana/ isi hati Bapa & secara bersama-sama (corporate) memanifestasikan Kepenuhan Kristus & menyelesaikan kehendak Bapa (Why 12:1-3, 12:5-6)
Berdasar ‘gambar akhir’ yang kita lihat di kitab Wahyu, barulah kita bisa merancang pemahaman & dasar keyakinan apa yang harus kita jadikan sebagai fondasi: Keberadaan Kristus sang firman. Kita juga harus menanamkan dasar keyakinan bahwa sebagai jemaat/ ciptaan baru, kita harus mengejar kehidupan yang Ilahi & menyatakan kemuliaan Bapa (2 Pet 1:3-4), berkemenangan dalam segala hal (2 Kor 2:14) bahkan kalaupun ada pencobaan yang harus kita hadapi, Dia akan memampukan kita untuk keluar sebagai pemenang (1 Kor 10:13) memastikan melalui kehidupan kita, agenda kerajaan akan terwujud secara penuh (Ef 2:10) Dasar keyakinan seperti diatas lebih penting untuk diajarkan & ditanamkan dalam hidup jemaat karena itulah yang akan mengkondisikan diri mereka jadi memiliki kehidupan yang berdampak bagi kerajaan sorga (Mat 5:13-14) #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus