Top

26 Oktober 2019

Setiapkali Tuhan menyatakan DiriNya dan melakukan intervensi Ilahi bagi kepentingan umatNya – memastikan umatNya tersebut akan terus menggenapi rencana/ rancanganNya di bumi ini – Dia selalu menyatakan namaNya; seakan-akan nama Tuhan merupakan suatu password yang mengaktifasi suatu dimensi rohani guna bermanifestasinya intervensi dan kedaulatan kuasa Tuhan. Dimanifestasikannya nama Tuhan memberi ruang untuk generasi yang akan datang dapat menikmati manifestasi intervensi dan kedaulatan Tuhan yang sama di masa mereka hidup.

Mazmur 20:7 (TB) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Mazmur 124:8 (TB) Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Amsal 18:10 (TB) Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

Di berbagai zaman dan kesempatan, Alkitab banyak menuliskan tentang terjadinya manifestasi keberadaan Tuhan yang menyatakan DiriNya atau namaNya dan dimensi rohani yang menyertainya masih tetap relevan hingga sekarang. Dengan pertolongan Roh Kudus, sekali lagi kita bisa menghubungkan diri dengan dimensi rohani yang ada dan mengalami terobosan atau terjadinya intervensi Ilahi dalam kita menghadapi tantangan zaman di generasi kita. Sehingga apa pun yang menjadi rencana atau rancangan Tuhan akan dapat kita genapi seutuhnya!

Berikut adalah beberapa contoh dari peristiwa saat Tuhan menyatakan DiriNya kepada umatNya:

1. Akulah El-Magen, Allah perisaimu (Kej 15:1)

Di saat Abram baru memenangkan peperangan melawan raja Kedorlaomer, datanglah raja Sodom menyongsong dirinya di lembah Syawe dan di sana raja Sodom meminta untuk Abram memberikan orang-orangnya – para prajuritnya, dan sebagai gantinya, raja Sodom akan memberikan seluruh jarahan yang ada kepada Abram. Dan Abram menolak tawaran raja Sodom! (Kej 14:17-24)

Di masa Abram hidup, menolak permintaan seorang raja adalah sebuah pantangan karena dengan menolak keinginan sang raja, artinya ia sedang memposisikan diri untuk menjadi musuh dari sang raja. Tapi sekarang Abram menolak tawaran raja Sodom, artinya, meski Abram melakukan hal tersebut dengan dasar yang benar dan jelas, tapi tetap saja ia sudah menempatkan dirinya menjadi musuh dari raja Sodom. Dan di saat itulah, Tuhan datang dalam hidup Abram. Ia datang sebagai pelindung, perisai.

Saat saya membaca hal ini, Roh Kudus memberi pemahaman kepada saya bahwa saat Dia berkata: Akulah El-Magen, Dia bertindak seperti seekor induk ayam yang mengembangkan kedua sayapnya dan memanggil anak-anaknya untuk berlindung di bawah sayapnya, menjagai anak-anaknya dari bahaya burung-burung buas. Seakan-akan Tuhan menyatakan, jangan takut! Kalau musuh berniat menjamah hidupmu, maka musuh harus berhadapan dulu denganKu!

Wow… dengan kita membangun dasar keyakinan dan sudut pandang dalam kehidupan sehari-hari di atas dasar pemahaman di atas, saya meyakini tidak akan ada lagi intimidasi musuh yang bisa menekan atau mengintimidasi kita!

Siapa yang berani melawan Allah kita? Siapa yang lebih kuat dari Allah kita? Jika Dia ada di pihak kita, siapa yang berani melawan kita?

Dengan membangun sudut pandang dan dasar keyakinan kita di atas dasar pernyataan keberadaan Tuhan El-Magen, kita akan menikmati jenis kehidupan yang stabil, penuh damai sejahtera dan sukacita yang melampaui akal. Penyebabnya adalah karena keberadaan Tuhan sebagai El-Magen, tidak pernah berubah. Jika dahulu, Dia melindungi Abram, Diapun akan melindungi kita karena kita juga adalah keturunan Abraham, bapa orang percaya. #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut.

Ps. Steven Agustinus