Top

26 September 2019

Matius 18:1-5 (TB) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

 

1. Kita harus bertobat dari hati yang ingin mendapatkan pengakuan, ingin mendapatkan posisi, ingin dihargai.

 

Bertobat dari hati yang manipulatif. Berhentilah mengikut Tuhan karena ‘menginginkan’ nama besar, jabatan, kekayaan, berkat, urapan, kuasa, dll. Jadilah seperti anak kecil yang ingin dekat Yesus karena ‘melihat Bapa’ dalam diri Yesus. Tidak ada motivasi lainnya. Hanya ingin ‘melekat/ dekat’ kepada Yesus. Pokoknya asal bisa berinteraksi dengan Yesus hati sudah terpuaskan. Yesus menjadi pusat perhatian dari hati dan kepuasan batin kita.

 

Kita harus berada dalam kondisi hati yang seperti itu setiap hari. Karena itulah yang membuat kita ‘masuk dalam Kerajaan yang tidak tergoncangkan’. Hidup kita jadi tidak ‘neko – neko’. Selalu merasa aman dan puas kalau dekat Tuhan. Jadi tidak akan pernah ‘jatuh ke dalam berbagai pencobaan’. Sebab yang diinginkan hanyalah pengenalan akan Tuhan dan firmanNya!

 

2. Jadilah seperti anak kecil yang gampang percaya kepada orangtuanya.

 

Roh Kudus menghendaki, kita percaya kepada Bapa kita di surga. Apa yang membuat kita sulit percaya kepada Tuhan dan firmanNya? Karena kita telah mempercayai hal lain. Kita lebih percaya fakta negatif, uang, dan apa yang dunia katakan sekalipun itu hanyalah suatu dusta. Itulah cetakan dunia yang harus kita bongkar dan singkirkan dengan pekerjaan Roh dan Firman.

 

Saya yakin, jalan satu – satunya untuk membongkar itu dengan cara berinteraksi dengan firman dan realitaNya lebih sering dan lebih dalam. Karena semakin kita sering berasosiasi dengan pribadi Tuhan, maka kita akan lebih mengenal Dia dan percaya. Membaca firman, merenungkan, memperkatakan, membangun manusia rohani akan membuat kita menjadi pribadi yang mudah percaya.

 

Ketika kita menjadi orang yang mudah percaya, maka hidup kita sedang memperkenan hati Tuhan. Jika kita memperkenan hati Tuhan, Kerajaan Surga akan mem-backup hidup kita sepenuhnya. Sehingga kuasa pemerintahan itu menjadi nyata atas kita. Apa yang kita katakan akan terjadi begitu saja. Kita hidup dalam duniaNya Tuhan, di mana mukjizat, tanda heran, dan perbuatanNya yang ajaib menjadi sangat nyata.

 

3. Bertobat dari kehidupan murung, sedih, penuh air mata, dan konflik batin.

 

Anak kecil sejatinya selalu ceria, tidak menyimpan dendam, dan ingin selalu sukacita. Itulah yang Tuhan inginkan dari kita, menjadi seperti anak kecil. Tapi dunia ingin kita hidup dalam kebahagiaan palsu serta kesedihan dan dukacita. Bagian kita adalah MENOLAK cetakan tersebut. Jangan pernah menganggap wajar kehidupan yang murung, sedih, dan penuh konflik. Itu tidak wajar! Terima kebenaran firmanNya! Ia menghendaki kita bersukacita senantiasa. Jadi di luar dari apa yang Tuhan firmankan merupakan kehidupan yang SEMU/ PALSU.

 

Saya percaya, saat saya ‘menjadi seperti anak kecil’, maka saya akan menjadi pribadi yang empunya Kerajaan Surga!

 

Matius 19:14 (TB) Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”

 

Dengan demikian saya memiliki kuasa Kerajaan itu. Sehingga di manapun saya berada, manifestasi pemerintahan Kerajaan Surga akan menjadi nyata. Apa yang mustahil menjadi mungkin, dan apa yang tidak ada menjadi ada! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus