Top

27 Desember 2019

Dalam doa, ada arahan yang secara spesifik Roh Kudus berikan: Teruslah bangun dirimu dalam keheningan ruang takhta. Fokus terus untuk membangun ke ‘dalam’. Bangun dirimu di atas dasar pengenalan akan Tuhan, firman-Nya, dan pekerjaan Roh-Nya. Gali dalam – dalam hal tersebut. Bertekunlah melakukan hal itu dan dedikasikan hidupmu di sana. Nikmati proses pembangunan ke dalam. Karena di situlah kematian dari diri sendiri akan semakin nyata terjadi. Tanpa ada kematian yang “sempurna”, tidak akan ada kebangkitan.

 

Tiba – tiba saya teringat kisah Yohanes pembaptis. Puluhan tahun Tuhan “menyimpan” dia dalam proses pembentukan. Jauh dari kata promosi, jauh dari keterkenalan bahkan ditaruh di padang gurun.

 

Lukas 1:80 (FAYH) Anak itu sangat mengasihi Allah dan setelah dewasa, ia tinggal di padang gurun yang sunyi sampai ia memulai pelayanannya bagi bangsa Israel.

 

Ada banyak orang setelah mendengar penyingkapan dari Tuhan mengenai panggilan dan tugasnya, langsung segera tampil ke publik tanpa melalui proses pembentukan. Sangat berbeda dengan Yohanes. Ia bekerjasama dengan Roh Kudus untuk hidup dalam kematian dari diri sendiri. Yohanes pembaptis memberikan dirinya untuk ditaruh di tempat sunyi dan kering. Di sanalah ia dibentuk. Bukan perkara mudah hidup bertahun – tahun dalam kondisi tersebut.

 

Dari hal ini saya belajar: Tuhan itu sangat paham lingkungan yang kita butuhkan untuk turut membentuk kita dalam tangan-Nya. Tuhan juga sangat paham mengenai orang – orang sekitar yang bisa dipakai-Nya untuk turut membentuk hidup kita. Bagian kita adalah: Tidak mengeluh atas lingkungan dan orang yang ada. Nikmati proses pembentukan dengan ucapan syukur dan sukacita. Terus lihat dan rasakan keberadaan Tuhan ada bersama dengan kita. Ia tidak pernah salah menempatkan dan memberikan orang – orang di sekitar kita. Saat kita bisa meresponi dengan tepat, maka pembentukan kita menjadi sangat akurat.

 

Menariknya Yohanes pembaptis, ia tahu dengan pasti dari sejak awal tugasnya hanya mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Tidak lebih dan tidak kurang. Luar biasanya ia tidak komplain hanya menjadi “orang kedua”. Ia mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk hal tersebut. Walaupun akhirnya ia terus melanjutkan pelayanan sendiri dan tidak mengikuti Yesus, bahkan meragukan Dia menjelang kematiannya, tapi setidaknya ia telah mengikuti satu fase pembentukan “kematian dari diri sendiri” dengan baik di padang gurun. Itulah yang harus kita jadikan contoh. Kegagalannya pun dapat kita ambil hikmahnya agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.

 

Saya jadi makin antusias pagi ini. Yang kita kejar bukan keterkenalan, melainkan panggilan dan tugas kita dalam satu kegerakan yang Tuhan gulirkan. Jika kita bisa menangkap hal itu dan bertekun di sana, maka kita pasti sukses di mata Tuhan.

 

Dan saya semakin bersyukur untuk hidup yang Tuhan beri, untuk orang – orang di sekitar saya, dan untuk tempat/lingkungan yang Tuhan berikan. Semuanya itu ternyata mendatangkan kebaikan dalam hidup saya. Dan turut bekerjasama membentuk hidup saya seturut rencana dan panggilan-Nya yang sempurna.

 

Roma 8:28-30 (AYT) Kita tahu bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan, bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu mereka yang dipanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab, bagi siapa yang telah Dia kenal sejak semula, juga Dia tentukan sejak semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Bagi siapa yang telah Dia tentukan sejak semula, juga Dia panggil; dan siapa yang Dia panggil, juga Dia benarkan, dan siapa yang Dia benarkan, juga Dia muliakan.

 

Dengan sudut pandang di atas, saya bisa menikmati hidup dan pembentukan tangan Tuhan yang utuh dan sempurna! Karena saya tahu sekarang, bahwa semua hal yang saya hadapi dalam hidup ini merupakan baik adanya. Bagian saya adalah fokus pada arahan-Nya, suara-Nya, dan Diri-Nya saja. Selebihnya merupakan bagian Tuhan!!

 

Ulangan 28:1 (TB) “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus