Top

27 Juli 2019

Sementara saya merenungkan Firman, semua itu membuat saya tersadar dan semakin memahami mengapa pelatihan membangun manusia roh menjadi prinsip mendasar yang harus dimiliki dan dipraktikkan secara aktif dan konsisten dalam hidup setiap orang percaya. Karena memang orang-orang percaya telah ditetapkan untuk menjadi anak-anak Allah yang bangkit menelan maut dalam kemenangan; serta merealisasikan pemulihan segala sesuatu atas bumi ini. Kita telah ditetapkan Tuhan untuk memerintah dan berkuasa atas bumi ini, artinya ada suatu posisi rohani tertentu yang perlu kita masuki. Karena perjuangan kita bukanlah melawan manusia, tetapi melawan pemerintah, penguasa, penghulu dunia yang gelap, dan roh-roh jahat di udara. Itu sebabnya Rasul Paulus menegaskan, bangunlah kekuatanmu dengan menyatukan dirimu dengan Tuhan! Dengan kata lain, jadilah kuat karena engkau terus menyatukan hidupmu dengan Tuhan, jadilah berkemenangan karena kuasaNya yang besar mengalir dalam hidupmu dan melalui hidupmu. (Ef 6:10 TPT)

 

Saya percaya, untuk memasuki posisi rohani memerintah dan berkuasa, kita perlu terus menyatukan diri dengan Tuhan dan memastikan kekuatan kuasa-Nya mengalir dalam hidup kita. Tidak ada cara lain selain dengan mempraktikkan prinsip membangun manusia roh! Melalui pelatihan membangun manusia rohani-lah, kita dilatih oleh Roh Kudus, dibentuk dan dibangkitkan menjadi tentara-tentara Allah yang perkasa! Ketika kita terus dengan konsisten dan aktif mengikuti setiap langkah-langkah pelatihan membangun manusia roh, kekuatan rohani untuk menaklukkan penguasa dunia yang gelap dengan penuh kemenangan akan kita miliki, posisi rohani untuk memerintah dan berkuasa atas bumi juga akan kita masuki!

 

Saya semakin dapat melihat bahwa Prayer Group adalah training ground yang Tuhan adakan untuk mempersiapkan anak-anak Allah untuk memasuki posisi rohani yang memerintah dan berkuasa dari ruang tahta dengan berkata-kata! Melalui mempraktikkan pelatihan membangun manusia roh setiap hari, mengikuti prayer group, membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan, membangun kehidupan sebagai seorang penyembah; selain kita sedang terus dibawa Roh Kudus menjadi pribadi yang semakin tulus mencintai Tuhan, bertumbuh dalam pengenalan dan persekutuan dengan Tuhan, tetapi juga ada suatu dimensi ‘berkata-kata’ yang Roh Kudus latih dan tumbuhkan dalam hidup kita.

 

Ia mengajarkan kita untuk bangkit dalam keperkasaan roh, menaklukkan setiap pekerjaan musuh dengan kuasa perkataan Firman. Sama sebagaimana Yesus bergerak di dunia ini, kita akan bergerak dengan cara yang sama. Ia mengusir roh jahat hanya dengan berkata-kata (Mrk 1:25,34, Mrk 5:8), Ia menaklukkan maut dalam hidup orang lain dengan cara berkata-kata (Yoh 11:43-44, Luk 7:14, Mrk 5:41). Ada otoritas ilahi yang dibawa oleh Yesus setiap kali ia berhadapan dengan maut, Ia selalu membawa orang-orang di sekitarnya alami pemulihan dan kemerdekaan dari pekerjaan musuh!

 

Saya juga mendapati bahwa sangatlah penting untuk setiap kita hidup dari setiap Firman yang Tuhan lepaskan dalam hidup kita, memastikan FirmanNya-lah yang menjadi jati diri kita. Karena berkuasa atau tidaknya perkataan seseorang ditentukan oleh jati diri dari orang yang berkata-kata. Sama sebagaimana siapapun dapat berkata-kata seperti seorang raja memerintah, namun kalau posisinya bukanlah seorang raja, tidak ada apapun yang akan terjadi, tidak ada yang tunduk mendengar perkataannya. Seperti anak-anak Skewa yang berusaha untuk membebaskan orang yang kerasukan roh jahat dengan menyebut nama Tuhan Yesus, namun justru mereka dikalahkan dan dipermalukan oleh roh-roh jahat tsb (Kis 19:13-20).

 

Roh Kudus menegaskan kepada saya bahwa adalah tanggung jawab kita untuk menangkap setiap Firman yang Dia lepaskan dan menyatukan diri dengan Firman tersebut, memastikan FirmanNya mencetak jati diri kita di dalam Tuhan, memposisikan kita menjadi pribadi yang berotoritas sehingga ketika kita berkata-kata, alam semesta akan tunduk, roh-roh jahat akan takluk dan pemulihan segala sesuatu yang Tuhan rancangkan dapat terjadi melalui hidup kita! Amin! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus