27 November 2020

Seharian ini saya mendapati bagaimana Roh Kudus terus bekerja dalam batin saya. Ia membongkar segala macam syak wasangka atau persepsi negatif terhadap orang-orang yang memang pernah ‘bersikap buruk’ terhadap saya. Saya merasa sudah mengampuni dan melupakan semua perbuatan buruknya, tapi ternyata hal tersebut masih membekas dalam batin saya hingga menjadi suatu persepsi yang buruk. Saya pun jadi terbawa untuk selalu curiga kepada orang-orang yang bersangkutan.

 

Belum lagi yang namanya aspek keinginan – tanpa sadar mulai bermunculan berbagai keinginan lahiriah atau manusiawi yang seringkali sumbernya berasal dari adanya akumulasi emosi negatif. Misalkan, ketika rencana yang kita buat ternyata tidak berjalan sesuai dengan semestinya, maka seringkali muncul rasa kecewa bahkan dalam batin kita menuntut adanya suatu ‘kompensasi tertentu’. Mungkin memang bukan hal yang ‘berkaitan dengan dosa’ – kompensasinya mungkin hanya berupa keinginan makan makanan yang manis seperti: coklat, es krim atau semacamnya. Tapi tanpa saya sadari, saya mulai menumbuhkan suatu sikap hati atau gaya hidup yang tidak lagi menjadikan keberadaan dan realita Tuhan sebagai SATU-SATUNYA SUMBER KEPUASAN DAN PENGHIBURAN DALAM HIDUP SAYA.!

 

Yeremia 17:5-6, 9-10 (TB)

(17:5) Beginilah firman TUHAN: “TERKUTUKLAH ORANG YANG MENGANDALKAN MANUSIA, YANG MENGANDALKAN KEKUATANNYA SENDIRI, DAN YANG HATINYA MENJAUH DARI PADA TUHAN!

(17:6) Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

(17:9) BETAPA LICIKNYA HATI, LEBIH LICIK DARI PADA SEGALA SESUATU, HATINYA SUDAH MEMBATU: SIAPAKAH YANG DAPAT MENGETAHUINYA?

(17:10) Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

 

Filipi 3:7-11 (TB)  TETAPI APA YANG DAHULU MERUPAKAN KEUNTUNGAN BAGIKU, SEKARANG KUANGGAP RUGI KARENA KRISTUS. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. OLEH KARENA DIALAH AKU TELAH MELEPASKAN SEMUANYA ITU DAN MENGANGGAPNYA SAMPAH, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. YANG KUKEHENDAKI IALAH MENGENAL DIA DAN KUASA KEBANGKITAN-NYA DAN PERSEKUTUAN DALAM PENDERITAAN-NYA , DI MANA AKU MENJADI SERUPA DENGAN DIA DALAM KEMATIAN-NYA, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

 

Saya mensyukuri ‘operasi rohani’ yang Roh Kudus lakukan. Jika saya tidak membuka batin saya untuk diselidiki oleh-Nya, maka saya tidak akan pernah mengenali keberadaan saya yang sesungguhnya. Dan dengan tiba-tiba saja saya sudah akan memiliki kehidupan atau hati yang ‘melenceng’ dari frekuensi dan agenda kekal surga!

 

Mazmur 139:23-24 (FAYH)  Selidikilah aku, ya Allah, dan ketahuilah hatiku; ujilah pikiranku. TUNJUKKANLAH SEGALA SESUATU DI DALAM DIRIKU YANG MEMBUAT ENGKAU SEDIH dan tuntunlah aku di jalan hidup yang kekal.

 

Saya berdoa, biarlah seberapa banyak para pembaca Daily devotion yang juga sedang melakukan doa-puasa, mereka akan mulai mengalami terjadinya operasi rohani dalam hidup mereka.

 

Ada pembongkaran rohani yang Roh Kudus lakukan dalam hidup kita sehingga kehidupan sehari-hari kita jadi makin ilahi dan menyatakan keharuman serta kemuliaan Kristus. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus