Top

27 Oktober 2018

Yohanes 5 : 30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Pagi ini saya semakin disadarkan dengan terus membangun logika ilahi, Tuhan sedang membawa kita dikondisikan untuk semakin menjadi pribadi yang “SELFLESS”. Sebagaimana Yesus terus bertumbuh dan semakin mengekspresikan kemenangan demi kemenangan dalam hidupNya sehari-hari, Roh Kudus membawa Yesus semakin merepresentasikan pribadi Bapa dan menuruti kehendak Bapa, bukan kehendak diriNya sendiri. Demikian pula kita, ketika saya mau terus bertekun merendam diri dalam firman, menggali firman, memperkatakan firman, membangun firman dalam diri saya, maka dapat dipastikan berbagai aspek tembok-tembok keakuan, tembok-tembok kemanusiawian semakin runtuh. “SELF” dalam diri saya semakin MATI, karena logika manusiawi saya terus dibongkar dan firman yang berasal dari mulut Bapa-lah yang mengambil alih logika berpikir saya, menjadi patokan, dasar berpikir, dan mencetak jati diri saya yang baru di dalam Kristus.
Suka atau tidak suka keberadaan manusia lama saya adalah hasil cetakan dunia ini, jadi tanpa membongkar logika lahiriah saya, maka ketika saya menjalani hidup sehari-hari yang termanifestasi pasti adalah “saya” hasil PRODUK MASA LALU. Karena di masa lalu Iblis telah menanamkan berbagai ide, pemikiran, filsofi, kultur dari dunia ini. Ia juga terus memaksa saya untuk terus memandang dan mempercayai FAKTA LAHIRIAH dengan cara membombardir pikiran saya dengan berbagai pemikiran lahiriah. Iblis tidak akan pernah berhenti dan akan selalu melanjutkan pekerjaannya, dengan tujuan agar kita sebagai orang percaya, meski sudah ditebus dan diselamatkan, akan terus TUNDUK pada fakta lahiriah, sehingga hanya SELF saja yang muncul dan bukan RUPA KRISTUS yang termanifestasi.

Oleh karenanya tidak ada alternatif lain, kita harus membangun ulang pikiran kita dengan logika ilahi. Agar NATURE DARI PIKIRAN kita BERUBAH TOTAL dari NATURE PIKIRAN MANUSIAWI menjadi NATURE PIKIRAN KRISTUS.
Dengan membangun logika ilahi, kita sedang mensetting pikiran untuk percaya dan hidup dari fakta rohani yang terkandung dalam firmanNya.
Kebanyakan orang percaya hanya mendengar firman hanya di hari Minggu dan hanya 2 jam saja. Sisa harinya disibukkan oleh berbagai pekerjaan, rutinitas hidup dan mengurusi berbagai masalah. Ditambah ada virus “malas” dan “kepasifan” untuk menggali firman dan berdoa. Jika ada waktu luang, lebih banyak nonton TV daripada membaca firman. Lebih banyak membaca berita med-sos daripada berdoa.
Tanpa disadari kondisi ini telah mencetak kebanyakan orang, akibatnya sisa waktu 7 hari seminggu, lebih banyak dipakai si jahat untuk menabur fakta lahiriah ketimbang menabur fakta rohaniah. Tanpa sadar kita mengijinkan diri kita dipenuhi oleh berbagai fakta lahiriah. Otomatis yang bertumbuh pasti nature lahiriah dan manusiawi.

Padahal pikiran kita ini adalah seperti tanah ladang yang kosong. Jika dipenuhi oleh benih durian dan dirawat pasti yang muncul pasti kebun durian. Jika dipenuhi benih jagung akan menjadi ladang jagung. Hidup ini adalah INVESTASI. Apa yang kita investasikan, itulah yang akan bertumbuh.
Di dalam firman terkandung banyak sekali fakta rohani. Dan setiap fakta rohani itu hanya bisa muncul ketika kita menggali firman. Bukan hanya membaca sekilas saja. Ia terletak di kedalaman dan harus digali.
Dengan MENGGALI firman, kita akan MENEMUKAN fakta rohani. Apa maksud dari firman itu. Roh Kudus akan bekerja dan menerangi firman yang kita baca.
Dengan MEMPERKATAKAN firman yang sudah diterangi itu, kita sedang menabur benih firman, menanamkan fakta rohani, sekaligus membongkar fakta lahiriah. Dengan MEMPERCAYAI firman, kita sedang mengubah nature berpikir kita. Sekali fakta rohani terbangun, ia akan menaklukkan fakta lahiriah, Kitapun akan HIDUP dari iman, dan oleh iman inilah kita menaklukkan dunia! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus