27 Oktober 2021

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin. 

Kita sedang membahas persiapan khusus yang harus kita lakukan demi mempersiapkan diri untuk berfungsi sebagai partner kerja Tuhan dalam pencurahan Roh yang akan datang:

1. Lakukan ‘pengkondisian mental’.

2. Lakukan pembenahan hidup sesuai dengan tuntunan Roh Kudus.

Bapa memang mau menerima kita apa adanya, tapi ketika kita ada dalam tangan-Nya, Dia mau mencetak dan membentuk ulang hidup kita seturut kehendak-Nya. Selama ini, hidup kita telah terlanjur dicetak oleh manifestasi pekerjaan musuh (hari-hari yang jahat dan masa yang sukar) sehingga kita cenderung menjadi pribadi yang manusiawi dan duniawi. Cetakan dunia akan mengkondisikan hidup kita makin penuh kebencian, konflik batin, mementingkan diri sendiri, cinta akan uang, cinta akan dunia, tidak lagi menaruh kasih terhadap sesama dan sebagainya.

Sebagai contoh, ketika kita disakiti hatinya oleh orang lain, prinsip firman akan memberi perintah untuk kita mengampuni dan tidak menyimpan sakit hati atau ganjalan apa pun terhadap orang lain, bahkan sekalipun itu musuh kita yang sering berbuat salah kepada kita. Sementara cetakan dunia justru akan mencetak pribadi kita menjadi orang yang akan membalas kesalahan orang lain dan sukar mengampuni (suka menyimpan ganjalan atau penuh konflik batin). Alhasil ketika orang tersebut sudah mencapai suatu posisi tertentu yang cukup berpengaruh, mempunyai resources dan ilmu teknologi, maka semua yang ia miliki tersebut cenderung akan ia pakai untuk melampiaskan ketidaksukaannya pada orang-orang atau kelompok tertentu. Yang justru mengakibatkan berbagai dampak negatif yang dapat merugikan banyak orang, hanya karena ingin memenuhi keserakahan dan hasrat keinginan diri sendiri yang manusiawi dan duniawi.

Matius 5:48 (TB) Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Tuhan menghendaki untuk kita menjadi sempurna dalam hal kasih. Dia menghendaki untuk kita memiliki sikap hati yang mudah mengampuni dan melupakan kesalahan orang. Inilah salah satu bentukan ilahi yang akan Tuhan kerjakan dalam hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri untuk meminta tuntunan Roh Kudus dalam menjawab pertanyaan berikut : “Apakah hal benar yang harus aku lakukan di saat ini?”. Sebab melakukan hal yang benar adalah manifestasi dari bekerjanya roh pertobatan yang sejati, yang akan menuntun kita untuk hidup kembali kepada jalan-jalan kebenaran dan mengikuti tuntunan Roh Kudus.

Sebagaimana firman berikut menegaskan:

Efesus 4:28 (TB) Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Inilah manifestasi dari bekerjanya roh pertobatan yang sejati. Bukan hanya menjadi pribadi yang tidak lagi berbuat dosa atau melakukan kesalahan, tapi memiliki mentalitas yang berbeda untuk mulai melakukan hal yang benar dan berguna, sehingga ia menjadi pribadi yang berubah 180 derajat hidupnya – sebagaimana yang Zakheus lakukan.

Lukas 19:8 (TB) Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Inilah hal benar yang dilakukan oleh Zakheus yang membuat dirinya ditetapkan Yesus sebagai seorang anak Abraham. Dunia ini memang telah rusak oleh orang yang hidup dalam konflik batin, kebencian dan keserakahan, tetapi dunia ini juga akan dipulihkan oleh orang-orang yang berbeda yaitu orang benar.

Contoh lainnya adalah Mordekhai dan Ester. Ada banyak di antara orang benar yang posisinya seperti Ester, memiliki posisi dan kekuasan tertentu, tetapi masih sibuk dengan kehidupannya sendiri. Seperti kondisi Ester sebelum Mordekhai menyampaikan pesannya.

Ester 4:13-14 (TB) maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Hari ini suara Tuhan datang atas para pemimpin gereja Tuhan (Mordekhai), untuk mengutusnya agar menyampaikan suara dan panggilan Tuhan kepada ‘para Ester’ yang ada dalam pengayomannya. Bahwa ada tujuan tertentu untuk mengerjakan agenda dan kehendak Tuhan di balik kesuksesan, kekuasaan, pengaruh ataupun berbagai resources yang sekarang mereka nikmati. Mengingatkan untuk mereka memainkan peranan mereka dalam melakukan kehendak Tuhan. Ketika Mordekhai melakukan hal benar sebagai porsinya untuk menyampai suara Tuhan dengan tegas, maka Ester pun melakukan hal benar yang menjadi responnya.

Ester 4:15-16 (TB) Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Message ini masih akan berlanjut lagi besok.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

______

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau mengklik link yang ada di dalam renungan ini : https://wa.link/homdvi