Top

28 Agustus 2018


Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

3. Terus bangun kebiasaan untuk tinggal berlama-lama dalam hadirat Tuhan

Setelah kita berhasil membuat pelita kita menyala, kita perlu belajar menjaga api roh itu makin berkobar, makin intense dalam batin kita. Mulai biasakan/latih diri kita untuk berlama-lama dalam hadirat Tuhan.

Saya belajar dari kisah Abraham ketika dijumpai oleh tiga orang berdiri di hadapanNya (malaikat Tuhan yang akan menghancurkan Sodom) (Kej 18:1-8)

a. Sekalipun Abraham sudah berumur 99 tahun, Ia dapat BERLARI dari pintu kemahNya menyongsong mereka, lalu mengambil sikap WORSHIP (sujud menyembah, ayat 2)

b. Abraham berusaha menahan laju mereka dan menahan hadirat Tuhan untuk tinggal lebih lama. (Ayat 3-5)

c. Meski berusia lanjut, ada roh yang antusias dalam diri Abraham dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya. (Ayat 6 & 7)

d. Abraham berinisiatif MEMBAWA SENDIRI PERSEMBAHAN itu secara pribadi dan BERDIRI DEKAT-DEKAT UNTUK MELAYANI mereka makan. (ay 8). Bersekutu dengan Tuhan adalah rutinitas pribadi yang harus dijalani orang percaya, tidak bisa diwakilkan/bergantung kepada orang lain.

e. Karena Abraham mengambil sikap berlama-lama dalam hadirat Tuhan, terus membangun persekutuan dengan Tuhan dan mendesak di dalam hadiratNya, maka FIRMAN DATANG dalam hidupnya:
Kej 18 : 9-10 Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.” Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.

f. Ketika itulah firman-Nya datang: Apa yang tidak mungkin menjadi mungkin, apa yang tidak bisa menjadi bisa!
Kej 18 : 11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
Kej 18 : 14 Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

g. Bahkan ketika orang-orang itu selesai makan, Abraham masih berjalan bersama-sama mereka menghantarkan mereka (ay 16). Tindakannya ini membuahkan respon kembali dari TUHAN. Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? (ay 17) Tuhan mulai menyingkapkan apa yang menjadi RENCANA-NYA kepada Abraham.

h. Perhatikan setelah rentetan peristiwa di atas, ini yang menjadi sikap Abraham sebagai seorang penyembah sejati !
Kej 18 : 22-23 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham MASIH TETAP BERDIRI DI HADAPAN TUHAN. Abraham DATANG MENDEKAT dan BERKATA: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?

Demikian terjadi negosiasi yang tajam antara Abraham dengan Tuhan yang menentukan nasib orang benar di kota Sodom (Ay 24-32)

4. Alami persekutuan yang sehat di dalam rumah rohani 

Persekutuan pribadi yang sehat dengan Tuhan akan membuat roh kita berkobar, namun kehadiran kita dalam ibadah untuk bersekutu dengan saudara-saudara di dalam rumah akan menjagai sekaligus mengorbankan api roh itu menjadi lebih besar dalam pengurapan korporat.

Demikian pula lewat persekutuan doa, ini seperti suatu “back up rohani” yang akan menjagai kita, sekaligus meningkatkan api roh dalam kobaran yang lebih kuat di tengah minggu.

Mereka yang karena satu dan lain hal mulai padam, dapat dikobarkan kembali oleh nyala api saudaranya, sehingga secara korporat kita dapat alami kemajuan bersama dg saudara dalam Kristus, saling bertumbuh dan menularkan api menjadi obor kegerakan yang besar di dalam rumah rohani yang ada. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus