Top

28 Agustus 2019

Tuhan menghendaki kehidupan kita setiap hari dipenuhi oleh sukacita, ucapan syukur, kemenangan, dan semarak sorak sorai realita hadirat-Nya – dalam segala keadaan. Itu adalah standart normal kehidupan orang percaya. Dan itu juga merupakan manifestasi dari keilahian Tuhan yang membuat kita berbeda di tengah dunia yang gelap ini.

 

Tapi sayangnya tidak semua orang percaya menyadari hal tersebut. Bahkan ada yang tidak paham akan hal itu. Sehingga kesedihan, konflik batin, dan berbagai emosi negatif lainnya dianggap hal yang wajar dialami saat menghadapi fakta negatif. Dan lebih gilanya masih banyak orang percaya yang telah menerima pengampunan oleh darah Kristus masih terus menyimpan kesalahan orang lain dan sulit mengampuni serta melupakan.

 

Mengerikan! Dunia semakin gelap karena orang percaya yang terus hidup dalam cetakan dunia ini. Padahal salah satu MANIFESTASI KONKRIT DARI KITA ANAK – ANAK ALLAH ADALAH KASIH YANG MENGAMPUNI DAN MELUPAKAN KESALAHAN ORANG LAIN. Itu merupakan hal BASIC/DASAR yang kita miliki sebab kita telah menerima hal itu dari Bapa.

 

Saya seperti tersadarkan, kehidupan paling mengerikan dari orang percaya adalah saat ia sulit mengampuni dan melupakan! Dan itu membuat “Tuhan marah”.

 

Matius 18:32-35 (TB)
Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

 

Saya yakin, jika kita sungguh – sungguh memperhatikan hal tersebut (mengampuni dan melupakan) maka hidup kita akan dipakai oleh Tuhan menjadi senjata pemulihan segala sesuatu. Tapi jika kita masih terus menyimpan kesalahan orang lain, maka hidup kita pasti akan begitu – begitu saja. Sulit diangkat oleh Tuhan. Bahkan akan terus tersiksa batin dan emosinya.

 

Saya mencoba mencari akar permasalahan dari orang percaya yang masih sulit hidup dalam damai sejahtera, sukacita, ucapan syukur, dan roh yang berkemenangan setiap hari. Biasanya permasalahannya ada pada tiga hal ; egonya sedang terusik, masalah uang (entah lebih, kurang, atau masalah dengan orang lain) dan juga berbagai keinginan akan hal – hal duniawi yang belum tercapai, terhalangi, atau terganggu. Hanya seputar itu – itu saja. Dengan kata lain, masih banyak orang percaya yang cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia.

Mengapa itu bisa terjadi? Karena akal budi yang belum dipengaruhi/diubahkan sesuai Roma 6:11 ; ‘Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.’

 

Saat kita menerima/percaya akan fakta rohani tersebut, maka segala bentuk cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia tidak bisa menyentuh kehidupan kita. Kita menjadi orang YANG TIDAK BISA TERSINGGUNG, TIDAK BISA KECEWA, DENDAM, DAN BERBAGAI EMOSI NEGATIF LAINNYA. Tidak bisa sama sekali. Sebab SUDAH MATI. Mana bisa lagi orang mati marah, kesal, dendam dan mengingat – ingat kesalahan orang. Tidak bisa!! Doa saya, Roh Kudus tolong saya untuk menghidupi ayat tersebut. Biarlah Roma 6:11 tinggal di dalamku dan aku di dalam Firman.

 

Tapi tidak hanya berhenti sampai di situ saja, kita tidak boleh pasif. Kita harus aktif dalam hal HIDUP BAGI ALLAH! Maksudnya adalah MENCINTAI TUHAN DENGAN SEGENAP HATI JIWA DAN KEKUATAN.

Saya melihat iblis dan dunia ini terus mengirimkan “sampah – sampah” emosi negatif, konflik, kecewa, dan dendam ke dalam hidup kita. Tanpa adanya API CINTA AKAN TUHAN YANG TERUS BERGELORA, maka sampah – sampah itu akan masuk dan menyumbat alirah KASIH KEHIDUPAN, SUKACITA ILAHI, JUGA UCAPAN SYUKUR yang seharusnya terpancar dengan deras dari dalam batin.

 

Saya merasa ada banyak orang yang sedang menantikan jamahan KASIH ILAHI. Mereka menantikan, mereka mencari, namun mereka tidak mendapatkan. Tapi masa – masa penantian sudah berlalu. Tuhan akan pakai hidup kita untuk menjadi jawaban bagi mereka. Melalui diri kita, KASIH BAPA AKAN MENJAMAH DAN MEMULIHKAN HIDUP MEREKA.

 

Dosa, iblis, dan maut pertama kali bermanifestasi di taman eden dengan wujud SALING MENYALAHKAN (Adam dan Hawa) MANUSIA KEHILANGAN KASIH ILAHI! Bahkan generasi selanjutnya MEMBUNUH SAUDARANYA SENDIRI (Kain dan Habel) Sampai sekarang dunia dipenuhi kebencian dan pembunuhan.

 

1 Yohanes 3:11-15 (TB) Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

 

Ayat di atas menegaskan kepada saya, bahwa hidup dalam KASIH ILAHI, DAMAI SEJAHTERA, SUKACITA, dan UCAPAN SYUKUR merupakan hal yang TIDAK BISA DIKOMPROMIKAN LAGI. ITU HARUS SETIAP HARI KITA PANCARKAN. Jika tidak, maka MAUT AKAN KEMBALI MENGUASAI HIDUP KITA. Alhasil kita dan dunia ini akan ikut lenyap dalam segala keinginannya!

 

Tapi jika kita BERKETETAPAN UNTUK TERUS BERKOBAR – KOBAR DALAM CINTA AKAN TUHAN (Tiap hari bersukutu dengan Roh dan firman – berdoa, merenungkan dan memperkatakan firman sampai manusia roh kita berkobar – kobar) maka hidup kita akan senantiasa memancarkan KASIH ILAHI yang memulihkan kehidupan banyak orang.

 

Dunia rusak karena ORANG YANG SALING MEMBENCI. Namun PEMULIHAN SEGALA SESUATU AKAN TERJADI MELALUI KITA YANG SENANTIASA MEMANCARKAN KASIH ILAHI! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus