Top

28 Februari 2020

 

Saya terus merasa di dalam roh, ada serangan dari roh familiarity yang cukup agresif. Dan serangan ini seperti serangan ‘senyap’ yang tidak disadari. Alhasil kondisi roh orang – orang kegerakan mulai menjadi padam dan hanyut dalam rutinitas keagamawian. Kelihatan hidup tapi padam, kedengaran ramai tapi kosong! Ini kondisi yang sangat berbahaya.¬† Begitulah strategi musuh, memadamkan roh orang – orang kegerakan dengan menjerat menggunakan roh familiarity.

 

Sejarah ‘padamnya api kegerakan’ ingin terus diulang oleh musuh. Rasa ‘biasa, dingin, dan jenuh’ ketika mendengarkan firman, berdoa, dan menyembah ingin terus ‘dipatenkan’ sebagai alternatif lain dalam bersekutu dengan Tuhan. Jadi hal itu mau diwajarkan tanpa perlu diperdebatkan.

 

Lalu Roh Kudus memberikan suatu penglihatan: Ada banyak orang percaya yang sedang terperangkap oleh ranjau roh familiarity. Hal itu disebabkan karena mereka masih melangkah di atas debu dan tanah – hidup dalam hal-hal lahiriah dan kemanusiawian !!

 

Roh Kudus menegaskan: “Pastikan setiap hari engkau membangun manusia rohmu. Pastikan rohmu berkobar – kobar dan bergelora!! Dan berdoalah sampai Tuhan memberikan firman. Lalu perkatakan firman sampai intensitas hadirat Tuhan semakin kuat dalam hidupmu. Dengan demikian engkau sedang melangkah di atas dasar firman dan terbang tinggi! Segala perangkap apa pun yang dipasang oleh musuh akan mustahil mengenaimu, sebab jalan hidupmu telah berbeda. Engkau hidup di dalam Roh-Nya!

 

Saya mau memastikan untuk selalu membangun manusia rohani, itu adalah gaya hidup dan jalan hidup satu – satunya. Jadi tidak ada alternatif lain, hanya itu saja!

 

Saya tuliskan message ini sebagai suatu warning dan seruan di dalam Roh bagi kita semua! Khususnya bagi Anda yang selama ini merindukan terjadinya kebangunan rohani besar melalui Gereja-Nya. Pastikan engkau terus menjagai manusia rohmu ada dalam keadaan penuh dinamika dan gelora dari firman dan Roh-Nya Рselalu! Di segala waktu! Karena memang begitulah seharusnya! Hanya itulah satu-satunya cara untuk menanggulangi bekerjanya roh familiarity maupun roh intimidasi yang biasanya akan segera mengikuti dan menyerang begitu kita mulai menjadi familiar.

 

Bagi kita yang memang terus merindukan dan mempersiapkan diri untuk terjadinya kebangunan rohani besar merupakan ‘benteng pertahanan terakhir’ bagi Gereja-Nya. Kita tidak boleh, dan tidak akan gagal dalam mengemban tugas kita untuk menjadi pembawa realita hadirat-Nya di bumi ini. Adalah tugas kita untuk selalu memelihara api revival di dalam hidup kita dan menularkannya ke sebanyak mungkin orang percaya lain. Bersama, kita akan menarik turun dari ruang takhta, datangnya api kebangunan rohani besar yang akan melanda seluruh dunia! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus