Top

28 Juli 2018

Dalam usaha kita membangun ulang nature pikiran kita yang lama dengan logika Ilahi, akan ada banyak gangguan & distraction yang berasal dari berbagai keinginan yang memang masih akan terus ada selama kita belum sepenuhnya mensetting pikiran kita untuk hanya hidup bagi Tuhan (saat seseorang sudah hidup hanya bagi Tuhan, yang ada dalam hidupnya hanyalah keinginan hati Tuhan yang diimpartasikan melalui pekerjaan firman & Roh yang terjadi didalam hidupnya. Jadi keinginan hati Tuhan sudah tertanam menjadi keinginan hati dari orang yang bersangkutan)

Berbagai keinginan yang harus diwaspadai tersebut diantaranya adalah :

1. Keinginan daging (Rom 8:6-7, Gal 5:16-21)

2. Keinginan tubuh (Rom 13:14 – berbagai bentuk keterikatan/ kecanduan: nafsu makan, nafsu birahi, ikatan rokok, kopi, menonton film dan lain-lain)

3. Keinginan telinga (2 Tim 4:3 – biasanya dialami oleh orang-orang yang memang kecenderungan hatinya belum tertuju kepada kebenaran dan jati dirinya belum pulih; jadi orang yang bersangkutan mencari-cari hal-hal yang memang ingin dia dengar/ menyenangkan dirinya saja – bukan apa yang kebenaran/ Tuhan ingin sampaikan)

4. Keinginan duniawi (Titus 2:12)

5. Keinginan mata (1 Yoh 2:16)

6. Keinginan dosa (Yudas 1:23)

7. Berbagai keinginan hati yang dimiliki oleh seseorang (biasanya berbicara tentang keinginan hati untuk menjadi kaya/ sukses dan keinginan untuk memiliki barang yang indah-indah – Yak 1:14-15, Mark 4:19. Tuhan menghendaki untuk kita belajar menyerahkan keinginan hati kita kepadaNya – Fil 4:6. Sehingga yang menggerakkan hidup kita bukan lagi keinginan-keinginan yang muncul dari diri kita tapi firmanNya)

Semua keinginan-keinginan tersebut akan memanfaatkan pikiran kita yang belum sepenuhnya mewarisi pikiran Kristus sebagai sarana untuk berbicara/ mempengaruhi pengambilan keputusan kita. Ketika kita meresponi suara dari keinginan-keinginan tersebut maka secara otomatis akan teraktifasilah kekuatan dari ‘niat’ sehingga walaupun situasi dan keadaan yang ada sangat tidak memungkinkan untuk mewujudkan ‘suara dari keinginan’ tersebut, dari dalam diri kita akan keluar berbagai rencana, ide, bahkan kreatifitas untuk mewujudkannya.

Saya ambil contoh: Saat kita sedang berjalan-jalan di mall, tanpa sengaja, mata kita tertuju pada sebuah baju yang menarik perhatian kita.

Pada saat itu, bekerjalah ‘keinginan mata’ dan mulai berbicara, menanamkan wujud keinginan tersebut ke dalam hidup kita – biasanya, imajinasi kita akan bekerja; membayangkan betapa cocoknya baju tersebut untuk kita kenakan. Keinginan mata yang mengingini baju tersebut berhasil ditanamkan ke dalam hidup kita. Seketika pikiran kita berencana, mencari ide, mengaktifasi kreatifitas untuk dapat menanggulangi masalah tidak adanya dana untuk membeli baju tersebut.

Bayangkan seandainya area keinginan dalam hidup kita sepenuhnya sudah kita serahkan kepada Tuhan sehingga kita tidak lagi memiliki keinginan apapun kecuali menyukakan hatiNya.

Ketika Bapa menanamkan keinginan hatiNya dalam hidup kita, otomatis dari dalam diri kita akan terbangun suatu niat, tekad yang sangat kuat untuk merealisasikan keinginan hati Bapa tersebut! Tidak peduli hambatan/ rintangan yang harus kita hadapi, kita akan putar otak, bangkitkan ide dan kreatifitas untuk mewujudkan keinginan hati Bapa tersebut! Bayangkan, dari niat kita secara manusiawi saja, akan muncul berbagai potensi untuk dapat merealisasikan apa yang sudah menjadi keinginan hati kita.

Apa jadinya jika itu adalah keinginan hati Bapa yang sudah berhasil menjadi keinginan hati kita dan ada pribadi Roh Kudus yang siap menolong, menuntun kita, bekerja sama dengan diri kita untuk mewujudkan keinginan hati Bapa…

Wow, itulah saatnya realita Kerajaan akan jadi nyata melalui setiap orang percaya!┬áHiduplah hanya bagi Dia dan persembahkanlah area keinginan dalam hidupmu untuk hanya mewujudkan keinginan hatiNya…#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus