Top

28 Juni 2019

Yakobus 4:5 (VMD) Apakah kamu kira Kitab Suci tidak ada artinya? Kitab Suci mengatakan, “Roh yang disuruh Allah tinggal di dalam diri kita, DENGAN CEMBURU MENGINGINKAN KITA UNTUK DIRI-NYA SENDIRI.”

 

Tujuan Tuhan terus mengkondisikan diri kita selalu alami pekerjaan firman dan Roh, tidak lain adalah untuk membongkar ‘cetakan dunia’ di dalam hidup kita dan menggantikannya dengan cetakan firman sehingga SIKAP HATI, DASAR KEYAKINAN dan GAYA HIDUP kita terus mengekspresikan keIlahianNya!

 

SIKAP HATI dapat dijelaskan sebagai berbagai pemikiran, suara, dan perasaan yang muncul dalam batin sehingga memunculkan respon atau reaksi ketika menghadapi situasi dan keadaan tertentu. Jika sikap hati kita ilahi, maka respon kita pun pasti ilahi. Jika sikap hati kita manusiawi, maka reaksi kita pun akan jadi manusiawi.

 

Saya tiba – tiba jadi paham, ternyata selama ini kita salah ‘ekspektasi’ dalam menghadapi kondisi serta situasi dan keadaan yang bertolak belakang dengan janji Tuhan. Kita berdoa serta melakukan deklarasi demi terjadinya perubahan atas ‘hal-hal eksternal’.

 

Tapi, seringkali alih – alih berubah malah justru jadi bertambah parah. Akhirnya kita kecewa dan selalu bertanya – tanya kepada Tuhan, mengapa begini dan begitu? Sebenarnya yang harusnya berubah bukan faktor eksternal, melainkan internal, yaitu sikap hati kita dalam menjalani kehidupan sehari – hari.!

 

Inilah yang membuat kita bisa tinggal dalam duniaNya Tuhan sekalipun ada dalam fakta negatif. Persis sama seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego. Mereka ada di dapur api tapi mereka tidak terbakar, terus bernafas dengan normal, dan tetap bisa berjalan – jalan di atas api tanpa terluka sedikitpun! Hal itu bisa terjadi bukan karena Tuhan memadamkan apinya, melainkan karena mereka ada dalam duniaNya Tuhan! Jadi mereka tidak terpengaruh sedikitpun dengan faktor eksternal!

 

Sama halnya dengan keberadaan kita. Walaupun kita sedang menghadapi berbagai fakta negatif, kita juga bisa mengalami hal yang sama; fakta negatif tidak akan mempengaruhi keberadaan kita! Itulah yang Tuhan kehendaki!

 

Ada 3 sikap hati yang Tuhan inginkan :

 

1. PERCAYA

 

Yang dimaksud percaya di sini bukan “percaya bahwa fakta negatif akan berubah”, tapi percaya bahwa Tuhan tidak pernah berubah dari dahulu sekarang dan sampai selamanya. Ia tetap Bapa yang setia menjagai, menuntun, dan memelihara kehidupan kita dengan caraNya yang ajaib. Bahkan di saat kita tidak setia, Ia tetap setia. Apalagi jika kita berjalan dalam kehendakNya, maka hidup kita pasti aman dalam tanganNya.

 

Jadi tidak perlu takut dan khawatir dalam menghadapi fakta negatif. Tuhan akan sekali lagi menyatakan keajaibanNya. Ia sanggup pelihara kita seperti Ia pelihara Elia. Burung gagak bisa diperintahkan Tuhan untuk memberinya makan di tepi sungai kerit. Ia pun sanggup menjaga kita seperti menjagai Sadrakh, Mesakh, Abednego di dalam dapur api. Mereka tidak terbakar sedikitpun.

 

Jadi isu utama saat kita menghadapi fakta negatif bukanlah “perubahan fakta negatif”, melainkan percayakah kita bahwa Dia tidak pernah berubah dari dahulu sekarang dan selamanya. Ketika kita tetap percaya kepadaNya sebagai Bapa yang setia, maka kita akan mengalami pemeliharaan dan penjagaanNya yang ajaib.

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus