Top

28 November 2018

‘Di masa damai, pastikan engkau mempergunakan waktu yang ada untuk mulai membangun sesuai dengan Pola. Begitu engkau selesai membangun, engkau akan menikmati bermanifestasinya kemuliaanKu. TerangKu akan selalu ada atasmu walau seluruh dunia sedang diselimuti kegelapan. Bahkan Aku akan memakai engkau untuk menyingkirkan kegelapan yang menaungi bangsa-bangsa dengan memakai terang kemuliaanKu yang ada atasmu…’ – itu adalah pernyataan Roh yang sudah beberapa kali Tuhan nyatakan kepada saya. Tanpa saya bertekun untuk membangun dasar keyakinan yang selaras dengan firmanNya & membangun jati diri saya yang sesungguhnya didalam Kristus, saya dengan mudah akan jadi ‘kedodoran’ ketika ‘badai’ datang menerpa kehidupan saya. Tapi dengan saya bertekun membangun dasar keyakinan serta jati diri saya yang sesungguhnya didalam Kristus, saya percaya, badai sebesar apapun, tidak akan bisa ‘menggoncangkan’ kehidupan saya! Di saat badai menerpa, Yesus justru tertidur di perahu yang ia tumpangi! (Mat 8:23-27)

Sumber masalah yang hingga hari ini banyak dialami oleh orang percaya sesungguhnya bukanlah godaan Iblis tapi belum berubahnya nature dari pikiran kita; dengan nature dari pikiran kita masih membawa pola dunia ini, dengan mudah iblis menemukan adanya celah untuk dia masuk & menggoda. Dengan nature dari pikiran sudah alami perubahan – dasar keyakinan yang kita miliki & cara pandang yang kita miliki tentang diri kita sudah alami perubahan, godaan Iblis jadi tidak lagi ‘menarik’ bagi kita! Bertekun untuk mengubah dasar keyakinan dan sudut pandang/ jati diri yang sesungguhnya didalam Kristus akan mengkondisikan diri kita alami kematian dari cinta pada dunia, cinta pada diri sendiri & cinta akan uang yang selama ini masih ada dalam hidup kita – dan terus menjadi celah untuk Iblis bekerja dalam kehidupan sehari-hari kita…

Ketika para pemimpin berfokus untuk terus membangun dasar keyakinan jemaat yang ada dalam pengayomannya, membangun hidup mereka diatas dasar jati diri mereka yang sesungguhnya didalam Kristus, akan terjadi suatu reformasi besar atas gerejaNya. Jemaat tidak lagi hidup dalam kendali/ ikatan sistem dunia ini – sebaliknya, mereka justru akan menaklukkan dunia ini! Menghadirkan realita kerajaan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Memastikan terjadinya perubahan di masyarakat, terobosan atas kota-kota dan bahkan bangsa, pemulihan atas setiap individu & keluarga…!
Hingga sekarang, kondisi kebanyakan jemaat adalah sama seperti kondisi janda di Sarfat – siap mengalami kematian. Tapi para pemimpin harus jadi sama seperti Elia yang menanamkan firman & keyakinan yang ia terima dari Tuhan untuk terbangun & bermanifestasi dalam hidup jemaatnya
1 Raja-raja 17:13-14 (TB) Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

Selama janda Sarfat mentaati apa yang Elia sampaikan – bertindak karena meyakini apa yang sudah Tuhan sampaikan kepada Elia, setiap janji kemenangan, terobosan – keIlahian & kemuliaan akan dinikmati secara nyata oleh janda Sarfat… Demikian juga untuk jemaat pada hari-hari ini. Selama jemaat meyakini apa yang pemimpinnya yakini & terus bertindak sesuai dengan keyakinan yang sudah terbangun tersebut, sesuatu yang Ilahi & penuh kemuliaan akan selalu terjadi dalam hidup jemaat! Bertekunlah membangun dasar keyakinanmu selaras dengan firman yang sudah bapa rohanimu terima, dan alamilah keIlahian serta kemuliaanNya dalam kehidupan sehari-harimu…!#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus