Top

29 April 2020

Message ini merupakan kelanjutan dari message selama dua hari terakhir.

 

Kita sedang membahas tentang peranan Roh Kudus dalam membawa orang-orang percaya bertumbuh di dalam Dia. Sama seperti dahulu Roh Kudus ikut membesarkan Yesus saat Ia masih kanak-kanak.

 

  • Roh akan membawa kita bertumbuh dalam hikmat sehingga kita akan dapat menilai segala sesuatu yang terjadi di sekitar kehidupan kita dari sudut pandang Tuhan sendiri.

 

  • Roh Kudus juga akan membawa dan membesarkan kita untuk bertumbuh di dalam Stature – Roh akan membawa kita untuk mengalami berbagai proses pembentukan yang membuat kita jadi memiliki kondisi atau kualifikasi tertentu yang membuat kita menjadi pribadi yang ‘paling cocok’ untuk mengerjakan sesuatu. Istilahnya, kita mulai diurapi oleh Roh untuk melakukan sesuatu.

 

  • Roh Kudus akan membawa kita bertumbuh di dalam favor – menerima perkenanan di hadapan Allah dan manusia.

 

Sama seperti Roh Kudus membesarkan Yesus untuk bertumbuh dalam favor – Roh juga ikut melatih Daud untuk memiliki kualitas hidup yang layak untuk menerima favor – dan hal yang sama juga sedang terus dilakukan oleh Roh Kudus dalam kehidupan kita! Dia mau membawa kita bertumbuh dalam favor!

 

Faktor favor inilah yang membuat Ester diterima untuk menghadap raja (Ester 5:1-2) juga membuat Nehemia diijinkan oleh raja untuk membangun kembali tembok Yerusalem serta menerima surat pengantar dari raja yang membuatnya menerima bantuan dari banyak penguasa (Nehemiah 2:1-8).

 

Saya meyakini, Tangan Tuhan sendiri akan menggerakkan banyak pihak untuk ikut menolong dan mensupport keberadaan kita yang berniat untuk dapat berdaya guna bagi kepentingan kerajaan sorga!

 

Jika di masa lalu kita sering mendapati betapa beratnya usaha kita dalam mengerjakan kehendak Tuhan, mulai sekarang belajarlah untuk mengembangkan takaran iman kita dan meyakini bahwa kedaulatan Tuhan akan berlaku atas hidup kita. Dan Dia akan menggerakkan orang-orang atau pihak-pihak tertentu untuk berbaik hati dan secara aktif ikut menolong kita dalam menyelesaikan kehendak Bapa – itulah favor!

 

Saya belajar, Daud terus bertumbuh dalam favor karena ia memang memiliki kepribadian yang bersifat ilahi. Pahami latar belakang Daud: sesungguhnya dia adalah anak yang ditolak dan dibuang oleh ayahnya (Mazmur 27:10, 51:5). Sebetulnya Isai memberikan domba yang hanya dua-tiga ekor untuk digembalakan oleh Daud hanya sebagai pancingan untuk mengundang datangnya binatang buas dan membunuh dirinya. Bahkan saat Samuel hendak mengurapi salah satu anak Isai untuk menjadi raja, hanya Daud yang sama sekali tidak diajak untuk hadir dalam pertemuan penting tersebut. Tapi Daud sama sekali tidak pernah menyimpan dendam atas keluarga atau ayahnya yang sudah membuang dirinya!

 

1 Samuel 16:11-12 (TB) Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

 

Perhatikan perawakan Daud saat pertama kali bertemu dengan Samuel:

 

(1) Ia kemerah-merahan – Alkitab berbahasa Inggris menulis dengan kata ‘ruddy‘ yang memiliki makna wajah yang kemerah-merahan karena sehat dan segar. Daud tidak sakit-sakitan, dan

 

(2) Matanya indah – menandakan jiwanya bersih: tidak ada kebencian, sakit hati, kekecewaan ataupun berbagai konflik batin lainnya. Parasnya juga elok, tampan, enak dipandang. Saya meyakini, semua penampakan luar yang elok, fisik sehat didasarkan karena jiwa, emosinya sehat!

 

Dalam masa di mana Roh Kudus sedang terus membesarkan dan membangun ulang kehidupan kita di dalam hadirat-Nya sehingga kita juga bertumbuh dalam favor – adanya suatu pekerjaan supernatural yang menggerakkan orang-orang atau pihak-pihak lain untuk berbuat baik dan mendukung kita. Maka pastikanlah kita terus mendisiplin diri untuk selalu membersihkan dan menyingkirkan berbagai sampah rohani yang mencemari dan berpeluang merusak sukacita dan damai sejahtera batin kita!

 

Kalaupun kita harus diperhadapkan dengan orang-orang yang sengaja menjengkelkan hati kita dan mengkondisikan hari-hari dan hidup kita jadi terasa lebih berat. Dan tentu saja semua itu bakal menguras habis energi serta emosi positif dan keoptimisan dalam batin kita, maka responilah selalu dengan kekuatan doa!

 

Saya mendapati, kuasa doa sanggup mengubah gejolak emosi negatif yang sedang dirasakan seseorang, berubah menjadi suatu ucapan syukur dan doa berkat yang memberkati orang menjengkelkan tersebut!

 

Hati yang bersih dan tahir akan secara otomatis menarik datangnya perkenanan atau favor, baik dari Allah maupun manusia! Teruslah bertekun dalam roh doa dan jadikan energi dalam batin kita, bertumbuh berlipat kali ganda! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus