Top

29 Februari 2020

 

Ulangan 28:1 (TB) “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

 

Ada beberapa hal penting yang perlu kita selaraskan dalam mendengar suara Tuhan :

 

1. Kecenderungan hati

 

Ada banyak orang yang ‘kecenderungan hatinya’ tertuju kepada berkat Tuhan, bukan kepada pribadi Tuhan. Sehingga ia hanya mau mendengar firman yang selalu berkaitan dengan berkat. Tidak mau mendengar jika Tuhan mulai mengoreksi sikap hati, gaya hidup, dan dasar keyakinan yang tidak akurat. Biasanya jenis orang Kristen seperti ini akan ‘mencari’ atau mengundang pembicara – pembicara yang menyukakan telinganya saja.

 

Alhasil kehidupannya tidak pernah mengalami pertumbuhan menjadi serupa dengan Kristus. Justru jadi makin manusiawi dan kedagingan. Kecenderungan hati kita harus selalu mau berubah menjadi serupa dengan Kristus, sehingga Roh Kudus memiliki keleluasaan untuk membangun diri kita dengan firman-Nya. Ia akan menyelaraskan sikap hati, dasar keyakinan, dan gaya hidup kita seturut dengan prinsip kebenaran.

 

2. Tujuan hidup

 

Ada banyak orang yang memiliki tujuan hidup untuk dirinya sendiri. Yang dikejar adalah kesuksesan pribadi dan kepopuleran diri sendiri. Alhasil suara Tuhan yang ia dengar selalu dipandang dan dipahami untuk kepentingan dirinya sendiri. Padahal Tuhan menghendaki untuk kita meninggalkan kehidupan individu dan meleburkan dalam gereja lokal yang dibangun seturut dengan pola surga.

 

Sebab tujuan Tuhan di akhir zaman ini adalah membangkitkan gereja Tuhan sebagai institusi yang terdiri dari orang percaya yang mewarisi roh yang sama, tujuan yang sama, dan agenda yang sama. Sehingga bersama – sama dapat menyelesaikan kehendak Tuhan sampai tuntas di atas bumi ini. Dan menjadi wakil Tuhan yang membawa otoritas pemerintahan Kerajaan Surga (Wahyu 12).

 

3. Jika kita ingin mendengar dan memahami suara Tuhan secara akurat, maka kita harus berada dalam ‘frekuensi yang tepat’

 

Ilustrasinya seperti ini: Jika kita memiliki radio, lalu ingin mendengar suatu berita, maka langsung muncul channel atau frekuensi atau nama saluran tertentu yang kita ketahui di pikiran kita. Lalu kita hanya perlu menekan atau memutar suatu tombol untuk berada pada channel yang kita inginkan.

 

Sama halnya jika kita ingin mendengar suara Tuhan secara akurat, bersih atau jernih. Kita perlu memposisikan atau menyelaraskan diri kita pada kebenaran firman. Inilah ‘channel atau frekuensi’ ataupun AYAT FIRMAN yang harus kita masuki:

 

Roma 6:11 (TB) Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

 

Kita harus mati dari cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia. Dan bangkit hanya untuk menyelesaikan kepentingan Kerajaan Surga. Diri kita yang mengejar kesuksesan pribadi dan popularitas harus sudah mati! Semakin kuat ‘bau’ kematian daging yang kita miliki, maka semakin tajam panca indera rohani kita untuk melihat dan mendengar Tuhan berbicara.

 

4. Setiap Firman yang Dia sampaikan selalu bertujuan untuk membuat kita menjadi serupa dengan Kristus

 

Selama ini kita telah mengidentikan suara Tuhan dengan janji berkat, janji kesuksesan dan janji keselamatan! Pokoknya segala hal yang ‘menguntungkan’ untuk diri kita sendiri. Ilustrasinya seperti anak kecil yang menantikan bapaknya pulang, bukan karena merindukan sang ayah, melainkan menantikan ‘hadiah’ yang akan dibawa oleh sang ayah.

 

Sikap hati tersebut harus kita singkirkan! Jadilah pribadi yang terus bertumbuh matang dan dewasa! Lihat firman-Nya sebagai Pribadi-Nya sendiri yang sedang menyatakan diri. Dengan satu tujuan agar kita menjadi serupa dengan Kristus. Itulah tujuan ilahi yang seharusnya kita tanamkan dalam hati kita.

 

Jadi sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menangkap firman-Nya secara aktif, menggali pengenalan akan Tuhan secara lebih dalam, mendeklarasikannya, dan menerimanya sebagai jati diri kita di dalam Dia. Sehingga kita bisa bertumbuh serupa dengan Kristus. Bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus (menjadi wakil Allah di atas bumi ini)!!

 

Galatia 2:20 (TB) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

 

Itulah empat penyelarasan yang harus kita perhatikan dalam mendengar suara Tuhan. Pada prinsipnya: suara Tuhan yang kita dengar harus ditujukan untuk membuat diri kita menjadi serupa dengan Kristus dan memanifestasikan keilahian-Nya di atas bumi ini. #AkuCintaTuha

 

Ps. Steven Agustinus

 

Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti akun IG terbaru Ps Steven Agustinus di @psstevenpersonal
Gbu