Top

29 Januari 2020

Selesai mandi di sore hari, Roh memberikan suatu impresi dalam batin saya: “Gereja harus segera mengalami pemulihan dalam dua aspek penting ini, yang pertama adalah posisi rohani di hadapan Tuhan dan yang kedua adalah kuasa doa”.

 

Saya merasa impresi Roh ini disebabkan karena selama beberapa hari terakhir, setiap kali saya membaca berita-berita di sosial media, pembahasan yang viral di sana, jikalau bukan masalah banjir yang terus mengancam kota Jakarta, pembahasan viral lainnya adalah tentang merebaknya virus Corona ke berbagai kota di dunia ini.

 

Seharusnya dengan posisi rohani Gereja ada pada titik yang Tuhan tetapkan, dan kuasa doa bekerja secara maksimal, dengan mudah gereja Tuhan mengambil fungsinya sebagai ‘pintu gerbang sorga’ dan menutup, menghentikan karya dari ‘pintu gerbang neraka’ yang sedang merebak di dunia ini!

 

Saya meyakini, pada hari-hari ini Roh Kudus sedang terus bekerja di dalam Gereja-Nya untuk membawa Gereja kembali pada posisi rohaninya dan berfungsi secara maksimal sebagai pintu gerbang Sorga di bumi ini! Kuasa doa akan kembali mendominasi dinamika rohani dalam Rumah-Nya; pewahyuan tentang keberadaan Tuhan yang adalah Yang Awal, Yang Akhir dan Yang Hidup (Wahyu 1:17-18) akan menguasai Gereja-Nya – memberikan suatu posisi rohani yang berbeda, yang berkemenangan kepada Gereja Tuhan!

 

Dan sementara saya menulis statement di atas, saya merasa Roh Kudus menaruh suatu message dalam batin saya:

 

“Setelah sekian waktu lamanya Gereja-Ku disibukkan dan dibuat mabuk dengan berbagai upaya untuk menjadi sukses, kaya dan berhasil secara manusiawi – itulah distraction yang Musuh lakukan demi membuat Gereja tidak berfungsi seperti yang seharusnya. Aku akan sekali lagi membawa Gereja-Ku berjalan dalam kematian daging – sangkal diri, pikul salib dan menjadi pribadi yang dengar-dengaran serta mentaati arahan-Ku. Dengan mata hati mereka mulai tertuju kepada-Ku, Gereja akan sekali lagi melihat keberadaan-Ku yang sesungguhnya – yang sudah memulai perjalanan iman mereka dan bakal terus menyertai dan memampukan mereka melangkah hingga garis akhir. Dan Aku yang sudah mati tetapi hidup kembali sampai selama-lamanya, dan Gereja akan alami perubahan jati diri dan posisi rohani di dalam Aku. Inilah posisi rohani yang akan memampukan Gereja berfungsi sebagai ‘Penentu dan Pengubah sejarah hidup manusia’. Di saat seluruh dunia dikuasai kegelapan, Gereja akan hadir sebagai terang; di saat seluruh dunia dibelenggu oleh berbagai dukacita, perkabungan dan kuasa maut, Gereja akan hadir sebagai pembawa kehidupan ilahi dan pembebeas bagi semua yang mau percaya! Ada banyak kegemparan yang akan terjadi di kota-kota dan semua itu disebabkan karena apa yang Aku lakukan di dalam dan melalui Gereja! Bersiaplah karena dari dalam Gereja-Ku akan muncul gelombang pemulihan yang akan menyapu semua duka, kesedihan dan penderitaan yang dialami oleh penduduk bumi ini. Gereja akan menghadirkan realita sorga ke dalam hidup sehari-hari penduduk bumi ini!”

 

Wahyu 21:3-4 (TB)  Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus