Top

29 Juli 2019

Wahyu 18:1-4 (TB) Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.” Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.

Dapat dikatakan bahwa seluruh aspek kehidupan dalam dunia ini sudah terhisap dan menyatu dengan sistem Babel yang diinspirasi dan dikuasai oleh roh-roh Jahat (1 Yoh 5:19) tapi Alkitab juga sudah menubuatkan bahwa sistem Babel pasti bakal dihancurkan (Wahyu 18:1-3) Dan dengan tegas Tuhan memerintahkan untuk kita sebagai UmatNya segera keluar dari sistem Babel yang bakal hancur tersebut!

1. Istilah ‘sistem Babel’ dipakai oleh Tuhan utk menggambarkan suatu pola pemerintahan, pola hidup dan pola perekonomian dari dunia ini yang harus dihadapi oleh umat Tuhan saat mereka hidup dalam ketidakakuratan dan terpaksa harus menjalani penghukuman.

Sebetulnya saat Tuhan memerdekakan Israel dari perbudakan Mesir dan membawa mereka ke Tanah Perjanjian, tujuannya adalah untuk menjadikan Israel sebagai satu bangsa di bawah otoritas dan kekuasaan Tuhan sendiri – One nation under God Himself ! Itulah sebabnya Tuhan tidak pernah mengangkat Raja-raja atas Israel karena memang Dia sendiri adalah Raja atas Israel! Dia membawa Israel ke Tanah Perjanjian dan menjadikannya sebagai satu bangsa untuk menjadi contoh (menjadi yang sulung – Kel 4:22) di antara bangsa-bangsa lain, bagaimana satu bangsa hidup di bawah pengayoman Raja Sorga!

Tapi Israel memilih untuk menjadi sama seperti bangsa-bangsa lain; mereka menginginkan seorang raja dan hidup sama seperti bangsa lain (1 Samuel 8:5) Dengan kata lain, Israel telah memilih untuk ‘keluar’ dari sistem pemerintahan Tuhan dan bergerak memasuki pola pemerintahan yang sama dengan bangsa-bangsa lain!

Meski di saat Daud menjadi raja atas Israel, kejayaan kerajaan Israel justru menanjak hingga puncaknya, tapi hal tersebut disebabkan karena sebagai seorang raja, Daud justru membawa seluruh Israel untuk hidup di bawah pemerintahan Raja Sorga! Tuhan menjadi pusat dari kehidupan seluruh bangsa! (1 Tawarikh 14-17)

Sayang, dikarenakan Salomo tidak hidup seperti Daud (1 Raja 11) segera setelah Salomo mati, kerajaan-pun terpecah menjadi dua: Kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda (1 Raja 12) Dan kembali, karena para raja di kerajaan Israel terus hidup dalam penyembahan berhala, terpaksa Tuhan menghukum dan menyerakkan bangsa Israel melalui raja Asyur (2 Raja 17) sedang kerajaan Yehuda juga akhirnya diserakkan Tuhan melalui raja Nebukadnesar, raja kerajaan Babel (2 Raja 24-25)

Sejak kerajaan Yehuda jatuh ke dalam tangan Nebukadnesar, dapat dikatakan bahwa ‘pola pemerintahan Tuhan’ – yang dinyatakan melalui umatNya sudah tidak ada lagi di bumi ini; seluruh umat Tuhan terserak! Bahkan umat Tuhan ‘dipaksa’ untuk hidup di tepi sungai-sungai Babel (Mazmur 137:1-4) – gambaran dari kehidupan umat Tuhan yang tertawan dan tertindas dalam sistem kehidupan dunia ini!

Tapi meskipun seluruh umat sudah terserak di antara bangsa-bangsa, Tuhan tetap menyertai umatNya! Melalui para nabi, Dia menubuatkan untuk dipulihkannya kembali pola pemerintahan Tuhan di atas muka bumi ini! (Yehezkiel 11:16-20, 36:24-27) #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus