Top

29 Juni 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

2. BERSYUKUR

 

Bersyukur tidak hanya dilakukan oleh orang percaya, tapi orang tidak percaya kepada Yesus pun melakukan prinsip ini. Jadi kalau kita bersyukur karena faktor eksternal yang sedang baik – baik saja, artinya kita masih sama dengan orang pada umumnya. Tapi saat kita bersyukur saat menghadapi fakta negatif, itulah yang membuat kita berbeda!

 

Tapi sekarang pun para motivator telah mengajarkan untuk kita bersyukur dalam kondisi buruk demi terjadinya perubahan emosi. Dari negatif ke positif sehingga dapat meraih hasil yang maksimal.

 

Lalu bedanya kita dengan para motivator itu apa? Bedanya terletak pada ‘alasan kita bersyukur’. Alasan kita bersyukur adalah karena oleh anugerahNya kita telah ditebus di kayu salib, dan dipindahkan dari gelap ke dalam terangNya yang ajaib. Belum lagi adanya realita Tuhan yg berjanji untuk terus menyertai kita (Yoh 14:16-18) Itulah hal mendasar yang membedakan kita dengan para motivator. Tapi hal mendasar itulah yang sesungguhnya jd membuat kita berbeda dari mereka Sangatlah akurat saat kita bersyukur karena alasan tersebut setiap hari.

 

Dalam kondisi apa pun bersyukurlah karena anugerahNya telah menyelamatkan dan memindahkan kita dari kegelapan ke dalam kehidupan yang terang. Sesungguhnya kegelapan tidak bisa menguasai hidup kita. Sebab di mana ada terang maka kegelapan pasti sirna.

 

Fakta negatif yang sedang kita hadapi merupakan kegelapan yang sedang mencoba “menguasai” kita. Bersyukurlah karena kita sekarang sudah di dalam terang. Artinya fakta negatif itu tidak akan mempengaruhi kehidupan kita sedikitpun. Hati yang penuh dengan ucapan syukur itu akan senantiasa mengalir. Sehingga dalam terangNya yang ajaib kita selalu bisa melihat dan merasakan kebaikan Tuhan!!

 

3. BERSUKACITA

 

Siapa yang bisa bersukacita dalam menghadapi fakta negatif? Kita bisa karena Tuhan bersama dengan kita. Sebab yang terutama dalam hidup kita bukanlah hal yang lain, melainkan realita hadiratNya. Kita akan bersukacita ketika Tuhan hadir dengan nyata! Itulah sikap hati kita. Saat realitaNya nyata, hal itu sudah cukup bagi kita! Karena memang Dia yang paling berharga.

 

Apa pun boleh hilang asalkan jangan kesadaran terhadap realita hadirat Tuhan. Sebab itulah sumber segala – galanya dalam hidup ini. Kehilangan realitaNya artinya kehilangan segalanya. Walaupun kita kehilangan “segalanya”, namun jika kita tetap bersama dengan realitaNya, artinya kita tetap memiliki segalanya!

 

Mulai dari saat ini, saya akan tetapkan fokus arah hati saya untuk hanya tertuju pada realita hadiratNya! Kesadaran itulah yang akan terus saya bangun, sehingga itulah yang menjadi alasan mengapa aliran sukacita dalam batin saya jadi senantiasa meluap!! Bukan karena faktor eksternal, melainkan karena realitaNya nyata dalam batin saya!

 

Saya semakin sadar sekarang, proses kehidupan sejati bukanlah mengubahkan fakta negatif yang ada, melainkan berubahnya sikap hati kita menjadi ilahi! Ingatlah selalu, doa dan deklarasi yang kita panjatkan akan terlebih dahulu mengubahkan kehidupan kita.

 

Ketika sikap hati kita menjadi percaya, bersyukur, dan bersukacita dalam segala keadaan, maka pada saat itulah kehidupan kita tidak lagi terpengaruh dengan hal – hal eksternal. Respon kita pun menjadi berbeda! Kita jadi pribadi yang tenang dan damai karena percaya kepada Dia yang tetap mengontrol dan mengendalikan segala sesuatu!

 

Saat kita melakukan bagian kita (percaya, bersyukur, dan bersukacita) maka bagian Tuhan akan dilakukanNya tepat pada waktuNya. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus