Top

29 Maret 2021

Dalam beberapa hari ini ada satu takaran realita hadirat Tuhan yang tidak lazim saya rasakan. Saya jadi paham, bahwa Roh ingin mengajarkan sesuatu kepada saya. Ada suatu dasar keyakinan yang ingin Ia tanamkan. Salah satunya adalah: Tuhan ada dalam diri saya!! Inilah kesadaran yang harusnya saya miliki setiap saat setiap waktu. Sehingga kapanpun dan di mana pun saya tidak perlu kehilangan kesadaran akan realita Tuhan.

Namun tidak bisa dipungkiri, ada satu konsep mengenai ‘Tuhan berada di surga’ yang harus dibongkar dalam diri saya. Belum lagi Yesus sendiri mengajarkan doa yang memanggil keberadaan ‘Bapa di surga’. Itu semua memberikan keyakinan bahwa Tuhan memang ada di surga, di suatu tempat nan jauh di sana. Sedangkan kita berada di bumi ini. Alhasil kesadaran akan realita Tuhan bersifat datang dan pergi dalam diri saya.

Berikut ini ayat – ayat yang saya temukan dan yang menegaskan bahwa Tuhan berkehendak tinggal di dalam diri kita orang percaya :

Yohanes 14:23 (TSI2) Lalu jawab Yesus, “Setiap orang yang mengasihi Aku akan mengikuti ajaran-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia. Jadi Aku dan Bapa-Ku akan datang kepadanya dan tinggal di dalam dia.

1 Korintus 6:19 (TB) Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

1 Yohanes 3:24 (TB) Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Tiga ayat di atas saja sudah cukup untuk menegaskan, bahwa Tuhan berkenan tinggal di dalam kita. Jadi jika kita sampai tidak bisa merasakan keberadaan Tuhan yang ada dalam diri kita, hal itu menunjukkan ada yang salah dalam pemikiran kita :

1. Kita hanyalah manusia biasa dan merasa tidak layak untuk menjadi tempat tinggal Tuhan.

2. Kita berpikir bahwa diri kita masih memiliki banyak kelemahan dan kegagalan yang tidak memungkinkan untuk Tuhan yang kudus berdiam dalam hidup kita.

3. Hampir semua agama, termasuk ‘agama Kristen’ mengajarkan bahwa Tuhan ada di surga.

Jadi untuk meyakini bahwa Tuhan ada di dalam diri kita hanya akan memposisikan diri kita jadi melawan arus yang ada dan menjadi ‘aneh sendiri’. Pendek kata, kita belum siap menjadi berbeda dari yang lain. Kita takut dengan apa kata orang!

4 . Kita lebih percaya iblis bisa tinggal di dalam diri daripada Tuhan!

Padahal keberadaan Tuhan yang tinggal dalam diri kita merupakan hal yang normal dan wajar, memang begitulah lazimnya kehidupan kita sebagai orang percaya.

Saya rasa, untuk membangun kesadaran terhadap realita Tuhan yang ada dalam diri saya, maka saya harus benar – benar membuang konsep ‘Tuhan ada di surga’. Saya harus membiasakan diri memperkatakan KEBENARAN bahwa Tuhan ada dalam diri saya. Dan membayangkan hal itu sampai roh saya bergelora.

Bahkan saya harus berinteraksi, bercakap – cakap selayaknya keberadaan pribadi yang dekat (di dalam diri saya). Fokus pikiran saya bukan Tuhan yang ada di luar, melainkan di dalam. Saya yakin, ini akan membangun kesadaran akan realita Tuhan yang teramat sangat kuat. Dan di saat yang sama aliran air hidup dalam batin saya akan meningkat dan meluap menjamah kehidupan banyak orang. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus