Top

3 April 2021

 

“Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” (Kolose 2:13-15)

 

1. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia telah memulai suatu babak hidup yang baru dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya.

 

Sebagai orang yang berdosa, sesungguhnya kita ‘terikat’ pada suatu ‘surat hutang’ – ketentuan-ketentuan yang secara pasti akan (harus) kita alami karena keberadaan kita yang adalah orang berdosa.

 

  •  Upah dosa adalah maut, kematian.
  •  Karena kita adalah hamba dosa, kita hanya bisa mengikuti kemauan dosa.
  •  Karena dosa, kita jadi hidup di bawah kutuk, dengan mudah kita menjadi sakit dan tidak memiliki kuasa atas kematian lahiriah maupun kematian kekal.

 

Tapi kematian Yesus telah membebaskan kita dari semua ketentuan hukum yang ‘mengharuskan’ kita untuk menerima konsekuensi dari kehidupan dosa yang dahulu kita jalani. Kita tidak perlu lagi menjadi budak dosa. Kita tidak perlu hidup dalam ikatan sakit penyakit, kutuk, tekanan ataupun masalah hidup dan lain sebagainya. Sebab akar dari semua permasalahan tersebut, adalah dosa – sudah dibereskan dari kehidupan kita.

 

2. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia telah menghancurkan Iblis sendiri dan seluruh kekuasaan kerajaan kegelapan.

 

Kematian Yesus adalah kematian dari seorang yang hidup dalam ketaatan mutlak dan sama sekali tidak pernah berbuat dosa. Inilah yang membuat roh Kristus yang masuk ke alam maut tidak bisa ‘dipenjara’ di sana. Justru melalui kematian-Nya, Ia telah mengalahkan Iblis yang selama ini memperbudak manusia untuk terus hidup mengikuti keinginan hatinya sendiri.

 

Ia mengalahkan Maut dan menghancurkan kerajaan Maut. Ia merebut kunci kerajaan Maut sehingga Maut (kematian) kehilangan otoritas untuk menetapkan siapa orang yang harus mati karena sekarang kunci kematian itu dipegang oleh Yesus. Saat roh kebangkitan masuk kembali ke tubuh lahiriah-Nya di dalam lubang kubur, Ia keluar dari alam maut dan bangkit sebagai Raja yang sudah menang!

 

“…melucuti“, spoiled – Greek: apekduomai, dapat diterjemahkan sebagai: menyingkirkan kemampuan (disarm) pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa (gambaran dari hirarki yang selama ini ada dalam kerajaan si Jahat).

 

Kemampuan iblis yang selama ini ia pakai untuk terus mengutuki, membunuh maupun merusak kehidupan orang telah dilucuti dan dicopot melalui kebangkitan Kristus. Sekarang yang Iblis bisa lakukan agar bisa tetap mencuri, membunuh dan membinasakan umat manusia hanyalah dengan terus memanfaatkan ketidaktahuan dari umat manusia tentang keberadaannya yang sebetulnya sudah dikalahkan oleh Yesus. Tipu daya adalah satu-satunya senjata yang masih bisa dipakai oleh Iblis untuk menghancurkan kehidupan umat manusia.

 

3. Kristus memberi gereja-Nya suatu otoritas untuk ikut menikmati kemenangan-Nya atas Iblis, Maut, sakit penyakit, kutukan dan berbagai tekanan masalah hidup.

 

Dengan sengaja Paulus menggambarkan keadaan para ‘pemerintah dan penguasa’ yang sudah dikalahkan tersebut sebagai suatu tontonan umum. Pemerintah dan penguasa yang dimaksud di sana adalah gambaran dari hirarki yang tertinggi dalam kerajaan kegelapan sebelum dihancurkan oleh Yesus (setelah kebangkitan-Nya).

 

Iblis tidak lagi memiliki kerajaan sebab sekarang Iblis hanyalah pengembara yang tidak memiliki hak tinggal di mana pun juga di bumi ini. Gambarannya adalah tawanan perang yang terdiri dari para raja atau bangsawan suatu kerajaan yang sudah ditaklukkan. Di arak dalam suatu pawai untuk dijadikan bahan olok-olokan dari seluruh penduduk kota dari kerajaan yang menang. Siapa pun berhak untuk mengolok, mengejek ataupun mempermainkan para tawanan yang sudah kalah ini.

 

Itulah yang Kristus sudah lakukan bagi kita: Ia berperang dan mengalahkan sakit penyakit, tekanan hidup, Iblis, bahkan maut sendiri, untuk kemudian mengaraknya dalam suatu pawai yang penuh kemenangan agar kita jadikan sebagai bulan-bulanan.

 

Saya berdoa, melalui message special Paskah ini, Roh membuka mata rohani kita untuk melihat fakta ilahi yang ada. Sekaligus mewahyukan kepada kita dimensi kemenangan besar yang sudah Kristus berikan agar kita nikmati. Lalu bangkit di dalam kuasa Roh untuk menikmati apa yang memang sudah menjadi hak kita sebagai anak kesayangan-Nya. Di dalam nama Yesus, terjadilah.!!

 

Bersama seluruh kerabat kerja Daily Devotion Ps. Steven Agustinus, saya mengucapkan Selamat hari raya Paskah 2021. Biarlah melalui bekerjanya kuasa kebangkitan-Nya di dalam kita ada banyak orang yang terus alami jamahan Tuhan melalui hidup kita. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus