Top

3 Januari 2020

Jika kita pelajari tentang maksud dan tujuan Tuhan dalam Ia mencurahkan hujan awal dan hujan akhir, adalah untuk memulihkan tahun-tahun kehidupan umat-Nya yang hilang, rusak atau hancur akibat pekerjaan berbagai roh jahat (Yoel 2:23-25). Tapi untuk umat-Nya bisa tetap menjagai pemulihan yang sudah Tuhan lakukan, mereka tetap harus membangun kehidupan yang akurat!

 

Istilah hujan awal dan hujan akhir seringkali juga dikaitkan oleh para hamba Tuhan dengan anggur lama dan anggur baru. Tapi ini yang menarik: Terlepas anggur baru atau anggur lama, semua itu hanya dipengaruhi oleh unsur waktu belaka – keduanya sama-sama berasal dari buah anggur! Tapi di masa Tuhan membawa umat-Nya untuk hidup dalam ke-Ilahian-Nya, terlepas dari semua pola dunia ataupun beragam efek dari pekerjaan si Jahat, Dia menyediakan suatu anggur yang berbeda, yang tidak terbuat dari buah anggur sehingga tidak bisa disebut sebagai ‘anggur lama’ ataupun ‘anggur baru’. Ini adalah anggur terbaik yang memang Bapa sediakan bagi umat-Nya di hari-hari terakhir ini.

 

Yohanes 2:1-10 (TB) Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “APA YANG DIKATAKAN KEPADAMU, BUATLAH ITU!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi ENGKAU MENYIMPAN ANGGUR YANG BAIK SAMPAI SEKARANG.”

 

Anggur selalu berbicara tentang kesukaan dan kebahagiaan. Tuhan menyediakan kesukaan dan kebahagiaan ilahi yang sumbernya adalah dari ‘mendengar dan taat’ – bukan yang berasal dari hal-hal yang sifatnya eksternal. Saya meyakini, sebagaimana para pelayan hanya perlu mentaati setiap arahan yang Tuhan berikan dalam hidup mereka: Mengisi tempayan dengan air sumur hingga penuh, mencedoknya dan memberikan kepada pemimpin pesta dan secara ajaib kembali tersedia anggur yang baik untuk masa sekarang!

 

Yang harus kita lakukan pada hari-hari ini adalah memastikan telinga rohani kita ‘in tune’ dengan frekuensi sorga, mata rohani kita masih tetap tertuju kepada Dia dan penggenapan rencana-Nya dan pastikan juga untuk selalu memiliki hati yang responsif dan taat terhadap apa pun yang Dia firmankan; dan nikmatilah selalu anggur yang baik itu untuk masa sekarang kita. Bukan untuk masa depan kita, tapi masa sekarang kita. Di masa depan, Dia sudah menyediakan semua yang terbaik yang Dia miliki bagi kita umat tebusan-Nya. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus