Top

3 Juni 2021

Jika kita menyadari keberadaan Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, hal yang harus kita bangun lebih lanjut adalah keaktifan diri dalam berfokus dan berinteraksi dengan-Nya. Sebab melalui hal tersebut kita sedang mengkondisikan diri untuk tetap terhubung dengan keberadaan-Nya. Jangan sampai Ia yang sudah ada di dalam hidup kita justru tidak bisa leluasa berinteraksi disebabkan kita sibuk berinteraksi dengan roh – roh dunia, Mamon, atau berbagai keinginan diri sendiri.

 

Roh Kudus adalah pribadi yang memiliki perasaan, pikiran, dan kehendak! Hal itulah yang ingin dibuat oleh Roh-Nya saat menyatu dengan kehidupan kita. Sehingga perasaan, pikiran, dan kehendak kita dapat memanifestasikan keberadaan Roh Kudus yang ada dalam batin. Sama halnya seperti yang terjadi kepada Yesus. Ia dikuasai oleh Roh sehingga keberadaan hidupnya memanifestasikan kasih, kuasa, dan kedaulatan Tuhan dalam hidup sehari – hari.

 

Kita memang manusia biasa, tapi ada Allah dalam hidup kita! Jadi diri kita disebut dengan istilah ‘MANUSIA ALLAH’. Kita bukan Allah, namun Allah memanifestasikan diri-Nya melalui diri kita sebagai manusia. Tapi itu bukan sekedar istilah, melainkan jati diri kita yang sejati!

 

1 Timotius 6:11-12 (TB) Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

 

1 Timotius 6:11-12 (FAYH) Timotius, engkau seorang hamba Allah. Jauhkan dirimu dari segala hal yang jahat ini dan bekerjalah untuk segala yang benar dan baik. Belajarlah mempercayai Allah serta mengasihi orang lain, dan bersikap sabar serta lemah lembut. Berjuanglah terus bagi Dia. Berpeganglah pada hidup kekal yang diberikan Allah kepadamu, dan yang dengan tegas kauakui di hadapan banyak saksi.

 

1 Timotius 6:11-12 (VMD) [Hal-hal yang Harus Diingat] Engkau milik Allah. Jauhkanlah dirimu dari semua yang jahat. Berusahalah hidup dengan benar, melayani Allah, mempunyai iman, kasih, kesabaran, dan kelemah-lembutan. Jagalah imanmu seperti mengikuti suatu pertandingan. Berusahalah dengan sekuat tenagamu untuk memenangkan pertandingan itu. Pastikanlah bahwa engkau menerima hidup yang selama-lamanya. Engkau telah dipanggil untuk menerimanya. Dan engkau telah mengaku percaya kepada Kristus, yang didengar banyak orang.

 

Dari perbedaan versi terjemahan di atas, saya mendapati sifat atau kehendak Roh Kudus yang ingin dibangun dalam diri kita:

 

1. Melakukan hal yang benar (hidup saleh),

 

2. Hidup dalam iman, hanya dari firman-Nya dan mempercayai Allah,

 

3. Mengasihi sesama, sabar, dan lembut,

 

4. Berkemenangan, sebab ada kekekalan atau kehidupan dalam diri kita (menelan maut dalam kemenangan).

 

Saya yakin, semakin kita menyadari keberadaan Roh Kudus, maka kehidupan kita akan semakin dibedakan. Sudah sewajarnya berbagai perkara – perkara ilahi termanifestasi dalam diri kita. Sehingga kehidupan kita sungguh akan berfungsi sebagai KEMAH ALLAH di tengah manusia. Mereka akan alami perjumpaan dengan Allah yang ada dalam diri kita. Dan mereka akan menjadi umat-Nya (Wahyu 21). #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus