Top

3 Maret 2020

Yohanes 1:4-5 (TB) Dalam Dia (firman) ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

 

Pagi ini (2 Maret 2020), dunia media sosial Indonesia menjadi geger perihal diumumkannya ada 2 orang WNI yang positif Corona. Meski Menteri Kesehatan sudah menjelaskan bahwa tidak semua orang yang mengalami ‘close contact‘ dengan penderita, secara otomatis akan jadi ikut sakit – yang harus dilakukan untuk tetap sehat adalah memastikan memakan makanan sehat, memastikan imun tubuh tetap kuat dan melakukan standar prosedural kesehatan lainnya seperti rajin mencuci tangan secara menyeluruh.

 

Jadi, jangan pernah menjadi panik, takut atau kuatir; apalagi menjadi paranoid! Teruslah membangun manusia roh kita; pastikan hati kita selalu berkobar-kobar – terbakar oleh kuasa firman dan api Roh Kudus-Nya. Di dalam firman-Nya ada kehidupan Ilahi yang membuat kita memiliki posisi rohani di atas semua kegoncangan yang ada di bumi ini – termasuk bahaya ancaman virus Corona!

 

Kegelapan (termasuk di dalamnya virus Corona) tidak akan bisa mengalahkan terang kehidupan Ilahi yang ada di dalam kehidupan umat pilihan! Sebaliknya, terang itu akan bercahaya di dalam kegelapan!

 

Saya pernah mendengar kisah kesaksian dari satu orang hamba Tuhan yang bernama John G. Lake. Beliau menerima banyak penyingkapan firman tentang hidup sebagai orang percaya dengan memanifestasikan kehidupan Kristus dalam hidup sehari-hari. Dalam salah satu momen pelayanan yang ia alami, ia pernah memberi diri untuk menjadi volunter yang merawat penduduk di salah satu desa di Afrika yang terkena wabah penyakit menular (entah virus cacar, ebola atau sampar ?). Dengan mudah virus yang mematikan tersebut bisa menular kepada orang lain bakan di waktu itu, belum ada anti virus yang bisa dipakai sehingga ada cukup banyak korban yang ditimbulkannya.

 

Meskipun di saat itu tidak ada sarana medis yang bisa dipakai untuk menjagai diri, keberadaan hamba Tuhan John G. Lake, sama sekali tidak menunjukkan adanya gejala terinfeksi oleh virus yang mematikan tersebut. Hal ini menimbulkan keheranan hebat dari para medis yang ikut menangani kasus wabah ini. Dan ketika mereka menanyakannya secara langsung kepada John G. Lake, dia berkata: “Hal itu disebabkan karena adanya kehidupan Kristus dalam hidupku! Virus yang mematikan ini tidak bisa hidup di dalam tubuhku karena kehidupan Kristus tersebut!

 

Mendapati rekan perawat dan dokter yang ada sama sekali tidak bisa memahami apa yang ia katakan, John G. Lake meminta untuk ada seorang perawat mengambil sampel air liur yang ada di salah satu pasien yang terpapar virus mematikan tersebut untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Di bawah mikroskop, terlihat aktivitas si virus tersebut. Tapi ketika John G. Lake meminta perawat tersebut mengoleskan air liur yang mengandung virus tersebut ke tangannya, dan mencek kembali di bawah mikroskop, para perawat dan dokter tersebut mendapati bahwa virus tersebut sudah mati!

 

Hai umat Tuhan, bersiaplah! Inilah saatnya untuk kita bangkit dalam kuasa Roh dan menyatakan terang Tuhan di dunia sekeliling kita.!!

 

Yesaya 60:1-2 (TB) BANGKITLAH, MENJADI TERANGLAH, SEBAB TERANGMU DATANG, DAN KEMULIAAN TUHAN TERBIT ATASMU. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; TETAPI TERANG TUHAN TERBIT ATASMU, DAN KEMULIAAN-NYA MENJADI NYATA ATASMU.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti akun IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal. Gbu