Top

3 Oktober 2019

1 Timotius 4:8 (TB) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Ibadah seringkali hanya menjadi rutinitas keagamaan bagi orang percaya. Datang ke gereja hanya karena “kewajiban” sebagai orang Kristen saja. Jadi mereka tidak mengalami “dampak” dari suatu ibadah. Padahal ibadah yang benar selalu mengandung pekerjaan Roh dan Firman yang sangat kuat untuk mencetak dan mengubahkan kehidupan jemaat agar berjalan dalam keakuratan firmanNya. Sehingga kehidupan sehari – harinya dapat merepresentasikan Kristus, semakin ilahi, saleh, dan berdaya guna bagi kepentingan Kerajaan Surga.

Tuhan tidak menghendaki kita datang ke dalam suatu ibadah tanpa adanya perubahan, Ia mau kita mengalami dampak ilahi dari suatu ibadah :

1. Datanglah dengan hati yang haus dan lapar akan firmanNya.

Pastikan saja kita ingin mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui penyembahan dan penyampaian firmanNya. Karena kecenderungan hati kita akan menentukan apa yang akan kita alami. Saya yakin, jika kita haus akan realita Tuhan (Mat 5:6, Ibr 11:6) maka firmanNya/janjiNya serta realita hadiratNya akan datang menjamah dan membentuk hidup kita seturut dengan apa yang Dia inginkan (menjadi seperti jati diri kita yg sesungguhnya di dalam Kristus)

2. Ekspresikan diri kita dan libatkan emosi kita dalam penyembahan dan penyampaian firmanNya.

Karena moment itulah emosi kita sedang dibentuk ulang menjadi semakin ilahi. Sehingga dalam hidup kita sehari – hari, emosi kita dapat senantiasa sehat ketika harus menghadapi berbagai peristiwa kehidupan. Dan sanggup meresponinya dengan akurat.

Juga kita pun harus aktif ketika firman disampaikan. Buka mulut kita untuk mengatakan “amin” saat mendengar firman. Ikuti dinamika ilahi, intonasi, dan intensitas dari pembicara yang membawa pola ilahi. Karena itulah ‘dinamika dari Roh Kudus yang sedang bekerja dalam suatu ibadah’. Semakin respon kita akurat (dapat mengekspresikan diri dengan tepat mengikuti dinamika Roh yang ada) maka semakin besar dampak ilahi yang akan mengubahkan kehidupan kita.

3.TINDAK LANJUTI gelora ilahi, firman Tuhan, dan dinamika Roh yang kita alami dalam ibadah tersebut.

Pastikan setelah pulang dari tempat ibadah, kita sudah mempunyai tekad yang bulat untuk menindak lanjuti. Inilah yang membuat kita secara otomatis mengalami perubahan gaya hidup. Imajinasi kita akan senantiasa membayangkan apa yang terjadi dalam ibadah tersebut. Kita juga akan terus mengingat ayat – ayat firman yang disampaikan. Sehingga selesai ibadah tidak membuat kita kembali “pasif”, melainkan terus aktif mengejar Tuhan karena adanya dinamika Roh yang terus bergelora!

Dan jangan berhenti sampai disitu saja. Luangkan waktu untuk membuka catatan khotbah, lalu baca kembali ayat – ayat firman yang tadi disampaikan dengan rasa penasaran dan ingin tahu lebih dalam. Sambil mengikuti dorongan Roh yang menuntun kita untuk menggali kebenaran lebih lanjut. Lalu deklarasikan pemahaman yang kita terima sampai roh kita bergelora dengan kuat. Karena hal itulah yang membuat kita memasuki frekuensi suara Tuhan yang sama.

Dengan demikian diri kita akan mendengar firman yang sama seperti yang Tuhan sampaikan pada sang hamba Tuhan yang membawa pola ilahi. Inilah yang membuat diri kita menjadi pelaku firman (roh kita berkobar – kobar karena menerima firman yang keluar dari mulut Allah – diri kita semakin cinta Tuhan) Sehingga Roh Kudus beroleh keleluasaan menuntun kita dari satu kebenaran kepada kebenaran yang lebih lagi dalam hidup sehari – hari. Inilah yang membuat hidup kita dibangun di atas DASAR BATU KARANG!

Lukas 6:46-49 (TB) “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

Saya yakin, jemaat BCC dan SnS yang ada akan mengalami dampak dari ibadah yang semakin hebat. Saya melihat ibadah – ibadah yang ada tidak akan lagi dimulai dari “titik yang rendah”. Sebab seluruh jemaat telah mengalami kenaikan level intensitas hadirat Tuhan karena telah MENYIKAPI DENGAN AKURAT DAN MENINDAKLANJUTI IBADAH SEBELUMNYA. Sehingga Ibadah – ibadah berikutnya Roh akan mendemonstrasikan KUASA dan KASIH secara lebih gila – gilaan.

Kita akan melihat demonstrasi kuasa Tuhan yang dahsyat dari dalam ibadah dan menjalar ke kehidupan sehari – hari jemaat. Jemaat semakin KOKOH DAN TANGGUH SERTA KUAT menyatakan IMAN dalam hidup sehari – hari! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus