Top

30 Agustus 2018

Sebagai ciptaan baru, seharusnya kita tidak lagi menjalani perjalanan iman kita dengan menggunakan cara atau kebiasaan lama, yang didasari oleh logika manusiawi atau pertimbangan lahiriah belaka. Namun kita harus belajar memberi diri membangun kebiasaan baru untuk “hidup oleh Roh” dan “dipimpin oleh Roh”.

Galatia 5 : 16 Maksudku ialah: HIDUPLAH OLEH ROH, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Hidup oleh Roh diambil dari kata Yunani “peripateo”, yaitu suatu tindakan melangkah dengan lebar, menginjak-injak setiap pekerjaan musuh, kemanusiawian dan keduniawian untuk menyatakan kemuliaan Kerajaan Sorga.

Dalam kehidupan sehari-hari selalu ada kejadian, fakta, situasi yang kita hadapi. Kala kita terganggu dan kita memunculkan reaksi negatif, seringkali hal itu akan mempengaruhi dan menekan kita supaya ada di bawah kendali masalah. Pikiran kita seperti ditarik untuk memikirkan hal itu terus menerus. Damai sejahtera dan sukacita yang seharusnya mengalir dari hati kita, seperti raib, dicuri oleh si jahat.

Janganlah anggap hal itu normal, sesungguhnya Itu adalah pekerjaan musuh untuk menyumbat aliran kehidupan dalam diri kita.

Jika sumbatan ini terus ada di dalam batin kita, lama kelamaan pasti akan berakumulasi menjadi sampah-sampah rohani. Dan hal itu pasti terpancar keluar. Sama seperti sampah yang mengeluarkan aroma busuk. Demikian pula sampah rohani akan terpancar keluar lewat tutur kata yang bersungut-sungut atau raut wajah yang muram dan gelap.

1. Kita harus segera ambil tindakan untuk menanggulangi hal tersebut.

Luangkan waktu untuk MENGINJAK-INJAK segala pekerjaan musuh itu lewat doa bahasa roh atau deklarasi firman. Penting untuk kita mengeluarkan aliran roh yang lebih kuat, yaitu: berdoalah dengan INTENSITAS YANG KUAT sampai ROH KITA BERKOBAR-KOBAR.

Seperti sebuah selang air yang mampet oleh sumbat kotoran, selang itu bisa dibersihkan dengan cara didorong oleh aliran air bertekanan tinggi, demikianlah sumbat-sumbat rohani akan bisa dijebol dengan berdoa dengan intensitas/suara yang kuat. Ini bukan sekedar berdoa berteriak belaka.

Namun perhatikan apakah setiap kata yang kita perkatakan memiliki bobot, apakah itu mengobarkan roh kita? Jika belum, mintalah Roh Kudus menolong kita untuk menangkap kata-kata yang baru dan mendeklarasikannya sesuai dengan dinamika roh yg kita rasakan.

2. Terkadang kita juga perlu melakukan tindakan profetis, yaitu dengan mengimajinasikan pekerjaan musuh itu ada di bawah kaki kita dan mulai kita injak hal itu dengan kuat.

Kalau kita tadi ada di bawah masalah, maka dengan menginjak-injak masalah, artinya sekarang kita memposisikan diri ada di atas masalah. Masalah ada dibawah kendali kita dan alamilah sumbat-sumbat itu mulai dijebol keluar dari hidup kita, dan rasakan: ada atmosfir yang berkemenangan, sukacita dan damai sejahtera-Nya kembali datang melingkupi kita. Membuat kita jauh LEBIH KUAT dari sebelumnya.

Lalu apa itu hidup dipimpin oleh Roh?

Galatia 5 : 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu DIPIMPIN OLEH ROH, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Dipimpin oleh Roh, berasal dari kata Yunani “ago”, yang memiliki arti: dipimpin secara di tuntun, untuk membawa sampai ke titik tujuan seperti menuntun seekor binatang; di pimpin dengan cara di temani hingga tiba di tempat tujuan

Belajarlah untuk mendengarkan instruksi Roh Kudus. Kita bisa memulai dengan mengambil prinsip firman yang sudah diajarkan oleh bapa rohani. Mengapa demikian? Karena figur bapa rohani adalah seseorang yang sudah melangkah lebih dulu, beliau sudah ditemani dan dituntun oleh Roh Kudus sampai ke titik tujuan tertentu, sehingga tahu jalan menuju ke ruang Tahta. Apa yang bapa rohani tangkap dari ruang Tahta, itulah yang disampaikan kepada kita.

Berdoalah dalam roh dan selaraskan frekuensi hidup kita dengan firmanNya, saat frekuensi kita selaras, pasti kita akan menerima adanya pengurapan yg datang mengajar kita, berupa instruksi (1Yoh 2:27). Instruksi bisa datang berupa dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu, suatu pengertian yang baru akan firmanNya (yang menolong kita mengalami pengenalan akan Tuhan yang semakin mendalam), bisa pula berupa sepatah kata/kalimat yang Ia lepaskan, ayat firman tertentu, penglihatan rohani, dan lain-lain.

Yang penting di sini, apapun instruksi atau dorongan yang Tuhan beri pasti akan mengarahkan kita untuk melangkah di JALAN KEBENARAN. Menjauhkan kita dari perbuatan daging. Dan ketika kita melangkah pasti akan ada konfirmasi dari batin kita yang semakin meneguhkan langkah kaki itu. Dan lewat keputusan demi keputusan yang akurat yang kita lakukan, pasti POLA ILAHI akan semakin terbangun dalam hidup kita. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus