Top

30 Agustus 2019

Ketika saya sedang berdoa dan membangun manusia roh, tiba – tiba Roh memberi penegasan bahwa hari – hari ke depan akan menjadi sangat keras. Di mana dunia akan semakin jahat dan terus mengalami kehancuran. Pada kondisi itu sangat dibutuhkan manusia roh yang perkasa. Itulah cara satu – satunya untuk menghadapi kondisi akhir zaman yang ada. Tidak ada jalan lain. Hadapi kejamnya dan kerasnya dunia ini dengan roh yang perkasa!

 

Oleh karenanya sangat penting untuk memperhatikan kondisi manusia roh kita. Pastikan selalu ada pekerjaan firman dan kesadaran terhadap realita hadirat Tuhan yang sangat kuat.

 

Roh mendorong saya untuk senantiasa membangun manusia rohani sampai mengalami aliran realita Tuhan yang menenggelamkan. Itulah habitat sejatinya. Bukan semata kaki, bukan selutut, dan juga bukan sepinggang. Melainkan sampai menenggelamkan. Itulah kondisi “normal” yang harus dialami setiap hari.

 

Roh Kudus memainkan peranan penting saat kita membangun manusia rohani. Ia akan menunjukkan target yang harus kita raih dalam membangun realita hadirat Tuhan. Prinsipnya, jangan berhenti berdoa sampai kita berada dalam takaran cengkeraman yang Roh tetapkan. Jadi, berdoalah sampai sesuatu terjadi! Jangan berhenti sebelum cengkeraman realitaNya yang dikehendaki oleh Roh nyata dalam batin kita. Bangun tekad, niat, dan ketekunan yang sangat kuat dalam hal ini.

 

Saya menyadari, jika kita doa dalam roh tiap pagi, deklarasi, dan terus mengekspresikan roh yang berkemenangan sampai manusia roh kita berkobar – kobar dalam cengkeraman realitaNya yang sangat kuat, maka sesungguhnya kita sedang mengarahkan kecenderungan hati untuk melakukan apa yang benar di sepanjang hari. Karena sesungguhnya tidak ada hambatan dari iblis, dosa, dan maut saat kita bertekad melakukan apa yang benar. Satu – satunya hambatan adalah diri kita sendiri.

 

Jadi, tiap pagi ‘taklukkanlah diri kita sendiri’. Taklukkan rasa kantuk dan rasa lelah. Taklukkan tubuh kita dan latih sedemikian rupa untuk mengejar dan mengalami realita hadiratNya. Saat kita berhasil melakukan itu tiap pagi, maka sepanjang hari kita pasti mudah melakukan apa yang benar.

 

Sebab setiap pagi kita senantiasa mengawali hari dengan hati yang mencintai Tuhan dan penyaliban daging. Kita sedang memposisikan diri berada di jalan – jalan Tuhan. Otomotis kita akan melakukan apa yang benar sepanjang hari tanpa ada halangan dari diri kita sendiri. Ketaatan kita makin sempurna seperti cahaya rembang tengah hari! Dunia semakin merosot, tapi kita semakin naik dan bersinar terang. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus