Top

30 Desember 2019

Efesus 5:15-18 (TB) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

 

Di akhir tahun seperti sekarang ini, biasanya orang banyak melakukan evaluasi diri. Apa yang sudah dicapai dan apa yang masih belum terlaksana di sepanjang tahun yang akan segera berlalu ini. Lalu dari hasil evaluasi diri tersebut mereka membuat perencanaan baru untuk dipakai sebagai pedoman pada tahun yang baru nanti. Di saat saya melakukan evaluasi diri dan mendoakan perencanaan untuk tahun depan, ayat di atas berbicara dengan sangat kuat dalam batin saya.

 

1. Kita harus terus hidup dalam kewaspadaan rohani yang tinggi dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita.

 

Seringkali ada banyak dari kita yang baru mengejar realita Tuhan – berdoa, baca Alkitab, berpuasa – hanya ketika kita akan melakukan suatu tugas pelayanan. Sedang di saat kita ‘sedang lowong’ maka kita pun menjalani hidup secara serampangan.

 

Tuhan menegaskan agar kita bisa terus memiliki kehidupan sehari-hari – bukan hanya di saat akan melakukan tugas pelayanan – yang terus didedikasikan dan dikhususkan hanya bagi Dia. Istilah lainnya adalah menjalani hidup sehari-hari sebagai Nazir Allah. Hidup sebagai seorang Nazir Allah memiliki arti kita hidup dengan berfokus pada misi atau tugas yang Tuhan sudah nyatakan untuk kita kerjakan atau bisa juga diartikan, kita menjalani hari-hari kita dengan sebuah janji atau nazar yang kita nyatakan di hadapan Tuhan.

 

Tuhan pernah menyatakan kepada saya bahwa di sepanjang tahun 2020 ini akan ada banyak terobosan besar yang Dia akan lakukan atas gereja-Nya dan atas kehidupan umat-Nya. Artinya, Tuhan sedang mencari orang-orang yang bisa Dia pakai untuk menjadi pembawa hadirat-Nya dan menghadirkan terobosan bagi umat-Nya!

 

Ini adalah sebuah peluang yang Tuhan sodorkan kepada kita: Maukah engkau menjadi pembawa hadirat-Ku dan menghadirkan terobosan bagi umat pilihan-Ku?

 

Menanggapi penawaran Tuhan itulah kita bisa memposisikan dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan sebagai nazir Allah!

 

2. Jagai level kepenuhan Roh dalam hidup kita untuk bisa terus meningkat.

 

Nubuatan dari Yehezkiel 47 menegaskan bahwa aliran air hidup – gambaran dari kepenuhan Roh yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya – terus mengalami peningkatan. Dari aliran air hidup sedalam mata kaki terus meningkat menjadi sungai yang besar! Untuk terjadinya peningkatan kedalaman aliran air hidup, harus ada orang yang ‘mengukur’ – ditulis dengan menggunakan kata Ibrani Mà‚dad – yang bisa diterjemahkan: To extend/ strech oneself, meregang/ memperbesar diri sendiri.

 

Jadi untuk kita terus mengalami terjadinya peningkatan level kepenuhan Roh atau kedalaman aliran air hidup dalam diri kita, dibutuhkan suatu tindakan ‘memaksa diri’ dalam berlatih membangun manusia roh.

 

Saya yakin, saat kita memberi diri untuk hidup menjadi Nazir Allah, Roh Kudus akan membawa kita untuk memperbesar kapasitas rohani yang kita miliki. Ada pelatihan-pelatihan yang Roh Kudus lakukan atas hidup kita – terkadang jadi seperti ‘dipaksa’ untuk menjalani pelatihan rohani yang Roh lakukan atas kita. Dia akan menantang kita untuk membaca firman lebih lama, lebih banyak dari biasanya; berdoa lebih lama, lebih intens dari biasanya; menyembah secara lebih ekspresif, lebih intens dari biasanya.

 

Yang pasti ketika Roh Kudus men-strech manusia roh kita, ikutilah dengan tekun. Teruslah menjalani program perbesaran kapasitas yang Roh Kudus akan segera mulai dalam hidup kita.

 

Persiapkan dirimu, segeralah ‘join the club‘ – menjalani program perbesaran kapasitas rohani yang akan Roh Kudus lakukan demi melahirkan para revivalist, reformer, pembangun di dalam Roh dan penjungkir balik dunia yang akan Dia munculkan di tahun 2020 ini. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus