Top

30 Januari 2020

Matius 16:17-19 (TB)  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus SEBAB BUKAN MANUSIA YANG MENYATAKAN ITU KEPADAMU, MELAINKAN BAPA-KU YANG DI SORGA. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

 

Manifestasi pernyataan tentang Gereja dan Kunci Kerajaan Sorga yang Yesus deklarasikan didasarkan oleh pernyataan yang Petrus terima dari Bapa. Dengan kata lain, posisi rohani dan dimensi otoritas yang Gereja Tuhan bawa dipengaruhi oleh dimensi pewahyuan Roh yang diterima oleh orang-orang percaya atau para pemimpin! Hingga sejauh ini keberadaan atau posisi rohani maupun dimensi otoritas yang dibawa oleh Gereja Tuhan masih sangat jauh dari yang Tuhan rancangkan!

 

Wahyu 12:1-2 (TB)  Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

 

Nubuatan tentang Gereja akhir zaman menegaskan bahwa Gereja Tuhan seharusnya hidup dalam lingkupan keIlahian dan kemuliaan Bapa. “Perempuan” adalah gambaran dari mempelai wanita Kristus (Gereja Tuhan). “Berselubungkan matahari“, matahari adalah gambaran dari kemuliaan dan keilahian Bapa. Bandingkan dengan keadaan Gereja Tuhan di saat ini: sangat manusiawi, lahiriah dan bahkan duniawi!

 

Perempuan itu digambarkan berdiri di atas bulan – gambaran dari Gereja Tuhan yang dibangun di atas kesempurnaan korban Kristus. Bulan adalah gambaran dari keberadaan Kristus yang hanya ‘memantulkan’ cahaya dari Matahari atau kemuliaan dan keilahian Bapa. Bandingkan dengan kebanyakan pangajaran yang banyak beredar di kalangan orang percaya. Bukan keberadaan Kristus yang menjadi fokus penekanan atau pengajaran; tapi justru berbagai ide manusiawi tentang kesuksesan, keberhasilan dalam hidup ataupun pelayanan.

 

Perempuan itu mengenakan mahkota dari dua belas bintang – gambaran dari Gereja Tuhan yang selalu memiliki posisi rohani untuk memerintah dan berkemenangan dalam segala hal! Bandingkan dengan keberadaan orang-orang percaya masa kini: Kebanyakan justru hidup dalam tekanan, bermasalah, terbelenggu oleh berbagai sistem dunia ini!

 

Saya meyakini hal ini disebabkan karena Gereja Tuhan tidak mengalami dinamika pekerjaan firman dan Roh seperti yang seharusnya Gereja alami di dalam Dia! #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus