Top

30 Juli 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

2. Adalah merupakan rencana Tuhan untuk terus menyertai umat pilihanNya, memposisikan dan mempromosikan umat pilihanNya di dalam sistem Babel!

Jika kita melihat sejarah kerajaan Yehuda, ada lebih banyak raja-raja di kerajaan Yehuda yang hidup dalam penyembahan berhala daripada yang hidup akurat dan memperkenan Tuhan. Kitab Daniel menceritakan, Daniel mengalami penawanan dan pembuangan ke Babel karena raja Yoyakim yang hidup jahat di mata Tuhan (Daniel 1:1, 2 Raja 3:36-37) Tapi meskipun Daniel adalah orang buangan di Babel, tapi Tuhan menyertai dirinya! Bahkan di Babel Tuhan mempromosikan Daniel menjadi orang kedua setelah raja – ada beberapa raja yang berbeda pernah memerintah di Babel dan Media-Persia, dan Daniel tetap dipromosikan Tuhan menjadi orang ke dua dalam kerajaan!

Saya meyakini, terlepas dunia di sekeliling kita masih ada di bawah kendali sistem Babel, Tuhan tetap berniat untuk memposisikan dan mempromosikan umat pilihanNya untuk menjadi orang-orang yang berpengaruh, terpandang dan disegani di dalam sistem Babel!

Tapi pastikan kita tidak menjadi orang-orang yang terbuai dan menjadi ‘mabuk’ oleh berbagai fasilitas yang kita temukan saat ada (ditempatkan Tuhan) dalam sistem Babel! Tuhan memberi peringatan untuk kita sebagai umat pilihanNya tidak terikat oleh sistem Babel. Pastikan kita memiliki hati yang tetap tahir meski harus berinteraksi dan bahkan hidup di bawah bayang-bayang sistem Babel yang ada di sekitar hidup kita! Set your heart in such a way so that even we have a contact with the babilonian sistem, but we can keep our self clean! Having contact without contamination!

Bahkan saat sistem Babel berupaya mengubah jati diri Daniel – orang-orang Babel memanggil Daniel dengan nama baru: Beltsazar (Daniel 1:7) Tujuannya adalah untuk ‘memotong’ garis keturunan bangsawan Yehuda yang Daniel miliki – sistem Babel akan selalu berupaya untuk membuat kita sebagai umat Pilihan Tuhan kehilangan jati diri kita yang sesungguhnya di dalam Kristus dan mulai menjalani hidup sehari-hari sebagaimana orang banyak yang tertawan di dalam sistem Babel!

Tapi saya belajar, di sepanjang kitab Daniel, Alkitab terus menuliskan Daniel dengan namanya – tidak dengan nama baru pemberian Babel! Bahkan raja kembali memanggil Daniel dengan namanya sendiri – sebagai bentuk pengakuan atas jati diri Ilahi yang ia terima sebagai bangsawan Yehuda (umat Pilihan Tuhan) – Daniel 5:13, 6:20

Kunci untuk bisa tetap disertai Tuhan, bahkan diposisikan dan dipromosikan Tuhan dalam sistem Babel adalah ketetapan hati yang harus kita miliki untuk tetap hidup dalam jalan Tuhan.

Daniel 1:8 (TB)  DANIEL BERKETETAPAN UNTUK TIDAK MENAJISKAN DIRINYA dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Ketetapan hati yang Daniel miliki untuk tidak menajiskan dirinya telah menarik turun perkenanan Tuhan sehingga Tuhan-pun menggerakkan hati Aspenas sang kepala istana raja untuk menaruh simpati kepadanya.

Aspek perkenanan Tuhan dalam hidup kita akan menjadi faktor penentu untuk terbukanya berbagai peluang dan kesempatan untuk mengalami promosi dari Tangan Tuhan melalui orang-orang tertentu yang memang Tuhan tetapkan untuk menolong kita menaiki jenjang promosi dalam sistem Babel!

Sementara ada banyak orang yang harus bergulat dan melakukan segala macam cara untuk mengalami kemajuan atau promosi dalam sistem Babel, dalam kedaulatanNya, Tuhan justru akan membukakan berbagai kesempatan, peluang dan koneksi untuk membuat umat pilihanNya terus alami terobosan tanpa mereka jadi terkontaminasi oleh sistem Babel yang ada!

Tuhan sedang terus mencari orang-orang benar yang dapat Dia pakai untuk menjadi saksiNya di dalam sistem Babel yang ada. Biarlah Dia menemukan orang yang Dia cari tersebut di dalam hidup kita! #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus