Top

30 Juni 2020

Ketika memperhatikan kehidupan manusia pertama di taman Eden, sungguh saya bisa merasakan kehidupan yang tanpa pergumulan dan tanpa permasalahan. Ya, kehidupan itu pernah ada, bukan sekedar impian belaka. Memang seharusnya manusia menjalani hidup tanpa pergumulan bahkan tanpa permasalahan. Ini harus menjadi dasar keyakinan yang tidak tergoyahkan.

 

Walaupun pada faktanya dalam hidup kita sehari – hari saat ini masih jauh berbeda dengan kondisi kehidupan di taman Eden, namun bukan berarti kita sedang meyakini sesuatu yang salah. Percayalah, kehidupan tanpa masalah dan pergumulan merupakan kehidupan yang diciptakan dan disediakan oleh Tuhan untuk kita. Jadikanlah itu sebagai dasar keyakinan yang tidak tergoyahkan walaupun faktanya berbanding terbalik dari kebenaran.

 

Bayangkan saja, di taman Eden manusia tidak perlu menanam atau menumbuhkan. Berbagai pohon sudah disediakan Tuhan untuk buahnya menjadi makanan bagi manusia. Artinya manusia tidak kekurangan makanan. Bahkan bisa dikatakan berkelimpahan. Semua pohon dalam taman itu boleh dimakan, hanya satu pohon saja yang tidak boleh dimakan. Begitupun dengan kebutuhan air. Ada empat sungai yang mengalir ke taman Eden – kesediaan air sangat berlimpah.

 

Bukankah persoalan makan dan minum, pada saat ini sedang diperebutkan oleh manusia dengan cara bekerja keras, banting tulang dan peras keringat demi mendapatkan uang untuk bisa mempertahankan kehidupan? Bukankah hal itu yang seringkali menjadi permasalahan dalam dunia? Bukankah itu yang seringkali menjadi alasan kerusuhan atas bangsa – bangsa? Bukankah hal itu juga yang sering membuat terjadi permasalahan di dalam keluarga? Bahkan hanya demi itu semua, manusia rela menghabiskan waktu dan tenaga untuk memperolehnya! Penyediaan Tuhan tidak hanya sampai soal makan dan minum, tapi juga emas yang melimpah.

 

Kejadian 2:11 (FAYH) Cabang pertama disebut Sungai Pison, mengalir sepanjang Tanah Hawila, dan mengandung gumpalan-gumpalan emas murni, damar bedolah, dan juga batu krisopras.

 

Bayangkan saja, sungai yang mengalir (Pison) mengandung gumpalan emas – emas murni, dan bebatuan indah lainnya! Adam dan Hawa tidak perlu mencari emas, tapi emas itu mengalir dari Eden. Pertanyaannya, untuk apa itu semua? Untuk jual-belikah? Untuk investasi Adam dan Hawa?

 

Ya, ketika manusia jatuh dalam dosa dan hidup dalam sistem dunia ini barulah emas untuk itu semua demi mempertahankan kehidupan! Tapi pada mulanya tidak untuk itu! Pada mulanya semua hal yang Tuhan ciptakan untuk manusia di Eden hanya untuk menceritakan kemuliaan dan kebesaran Tuhan saja. Sebab manusia sejatinya diciptakan memang untuk menyembah Allah yang hidup! Manusia tidak terpikir hidup untuk dirinya sendiri, tapi seluruh hidupnya untuk menyembah Tuhan. Jadi segala hal yang Tuhan ciptakan membuat manusia dapat melihat kebesaran dan kedahsyatan Tuhan di dalam ciptaan-Nya!

 

Mazmur 19:1-2 (TB) Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.

 

Roma 1:19-20 (FAYH) Sebab kebenaran mengenai Allah diketahui oleh mereka secara naluri. Allah telah menanamkan pengetahuan ini dalam hati mereka. Sejak mula pertama manusia telah melihat bumi, langit, dan segala ciptaan Allah, dan mengetahui tentang adanya Allah serta kuasa-Nya yang besar lagi kekal itu. Jadi, mereka tidak dapat berdalih (pada waktu mereka berdiri di hadirat Allah pada Hari Penghakiman).

 

Saat ini manusia telah kehilangan jati diri dan fungsi sejatinya sebagai penyembah Tuhan. Manusia justru telah menjadi penyembah Mamon! Manusia hidup untuk dirinya sendiri! Inilah yang menyebabkan kerusakan dan kekacauan di atas bumi ini.

 

Tapi sekaranglah waktunya kita sebagai orang percaya bangkit dalam Roh dan melihat jati diri kita sebagai penyembah dalam roh dan kebenaran! Jadi sewaktu manusia lainnya mengejar emas dan berbagai kebutuhan hidup lainnya dengan berpeluh, kita justru tidak tergoda untuk melakukan hal yang sama. Sebab tidak ada kelicikan di hati kita.

 

Kita tahu dengan pasti semuanya itu tidak perlu dikejar, itu sudah menjadi porsi yang disediakan Tuhan bagi kita. Itu akan ada begitu saja di dalam hidup kita yang MENYUKAKAN (Eden; pleasure; kesenangan atau kesukaan) hati Tuhan (sebagai penyembah dalam Roh dan Kebenaran).

 

Saya jadi paham, hancur atau rusaknya segala sesuatu di bumi dan di bawah kolong langit ini dimulai dari manusia pertama yang kehilangan jati dirinya sebagai penyembah Tuhan. Tapi pemulihan segala sesuatu akan dimulai dari ciptaan baru yang senantiasa berdiri di hadapan takhta Allah sebagai para penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran.
Melihat dan mendengar Dia berfirman adalah fokus perhatian kita sebagai penyembah!! Saat kita selalu ada dalam hadirat-Nya, maka pada saat itulah hidup kita tidak akan ada masalah dan pergumulan apa pun.

 

Inilah hidup sehari – hari yang harusnya kita jalani! Saya yakin, saat kita benar – benar tepat atau akurat sebagai penyembah dan hidup dalam realita hadirat-Nya, maka realita taman Eden dan sorga yang terbuka akan kita alami setiap hari! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus