Top

30 Maret 2020

Setelah beberapa waktu terakhir ini pemerintah memberi arahan untuk seluruh masyarakat melakukan social/physical distancing, maka sebagai orang percaya sesungguhnya kita sedang dikondisikan oleh Tuhan untuk tidak lagi PERGI KE GEREJA tapi justru MENJADI GEREJA bagi banyak orang lain yang sekarang sedang mulai menyadari kebutuhan mereka akan realita Tuhan!

 

Selama sekian waktu lamanya, dari mimbar gereja message yang terus dikumandangkan adalah message tentang keberhasilan, kesuksesan dan berkat yang melimpah atau menjadi kaya. Di masa-masa seperti ini, para pendeta ‘dipaksa’ oleh Tuhan untuk mengubah message mereka menjadi ‘lebih alkitabiah’ – mereka harus mulai kembali berbicara tentang iman, hidup dalam kebergantungan kepada Tuhan, melayani sesama dan tidak menjadi egois dengan hanya mengejar kesuksesan pribadi, dan lain sebagainya.

 

Di masa-masa seperti ini, apa yang memang sudah kita bangun dalam hidup kita akan berfungsi menjadi ‘perahu penyelamat’ bagi kita masing-masing. Itu sebabnya, saya kembali menyerukan kepada kita semua: Pastikan ketika Tuhan memberikan firman-Nya, kita segera meresponi firman tersebut secara agresif! Imajinasikan firman tersebut, perkatakan dengan intonasi dan kata-kata yang mampu meyakinkan diri kita sendiri sehingga batin kita jadi berkobar-kobar! Itulah tanda bahwa nature dari firman mulai terinjeksi masuk ke dalam kehidupan kita dan memunculkan reaksi perubahan di dalam hidup kita. Itulah ciri yang menandakan bahwa ‘Tanda Meterai Tuhan ada di dahi kita’! (Wahyu 7 dan 9).

 

Adanya ‘tanda meterai di dahi’ – berbicara tentang adanya firman Tuhan yang terus bekerja dalam pikiran dan hati kita. Ini adalah satu-satunya jaminan yang bisa menegaskan bahwa kita pasti akan ‘diluputkan’ oleh Tuhan dari berbagai manifestasi ‘dibukanya pintu lobang jurang maut’ maupun manifestasi dari ‘para belalang yang memiliki kuasa seperti seekor kalajengking’ (Wahyu 9:1-4).

 

Dengan adanya jaminan dari Tuhan, maka dapat dipastikan bahwa diri kita sendiri, aman! Tapi SEBAGAI GEREJANYA di bumi ini, kita dipanggil untuk menggembalakan bangsa-bangsa! Justru di saat seperti inilah, kala bangsa-bangsa sedang diliputi kegelapan yang sangat pekat, Tuhan mau kita berfungsi menjadi terang-Nya yang memberi pengharapan dan arahan bagi mereka yang selama ini dicengkeram oleh kegelapan!

 

Dari mulut kita harus terus keluar kata-kata iman, pengharapan dan kasih – karena itulah intisari dari unsur kekristenan yang sesungguhnya.

 

1 Korintus 13:11-13 (TB)  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

 

Terlepas di level rohani mana kita berada entah di level kanak-kanak rohani ataupun sudah mencapai kedewasaan rohani, dan terlepas kondisi rohani kita entah sedang terus bergumul dengan jati diri kita ataupun kita sudah menemukan tujuan hidup kita di dalam Dia – semua itu tetap membutuhkan unsur iman, pengharapan dan kasih!

 

Saya percaya, SEBAGAI GEREJANYA di bumi ini, Tuhan memanggil kita untuk membagikan iman, pengharapan dan kasih-Nya kepada orang-orang yang berinteraksi dengan diri kita. Kalaupun tidak bisa kita lakukan secara ‘face to face‘, lakukanlah segala cara untuk membagikannya! Lakukan video call, teleponlah seseorang, buatlah broadcast voice note – apa pun caranya! Pastikan mereka yang sedang dicengkeram oleh ketakutan, kembali menemukan pengharapan di dalam dekapan kasih-Nya! Biar mereka yang sedang merasa tawar hati karena selama ini memang hidup jauh dari Tuhan, melalui interaksi dengan diri kita, mereka akan kembali menjalani hidup dalam iman!

 

Roma 1:17 (TB)  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

 

1 Yohanes 5:4 (TB)  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus