Top

30 November 2018

Untuk mulai membangun dasar keyakinan dalam hidup jemaat, sebagai pemimpin, kita harus memastikan bahwa kita sedang mendengarkan suaraNya. Hanya Firman Hiduplah yang boleh kita jadikan sebagai dasar keyakinan – dibangun menjadi strong conviction dalam hidup kita. Permasalahannya, pada saat ini, ada terlalu banyak ‘suara’ di dalam lingkaran Tubuh Kristus dan hal tersebut telah berhasil membuat banyak pemimpin mendengarkan ‘suara yang lain’ dan bukan suara Tuhan.
Wahyu 2:7 (TB) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat…
Sedari dulu, Musuh terus berupaya menggantikan/ ‘menenggelamkan’ Suara Roh dengan berbagai jenis ‘suara yang lain’ sehingga gereja Tuhan jadi kehilangan pengaruh & kuasa yang seharusnya menyertai keberadaan gerejaNya! (Yes 13:4, 66:6 – terj NKJV)
Berikut adalah aspek penting yang harus kita perhatikan untuk betul-betul mendengar suara Tuhan:

1. Tuhan selalu berbicara melalui nabi-nabiNya atau bapa rohani yang Dia bangkitkan (Amos 3:7, Ams 2:1-5, Mat 24:45)

Adalah merupakan keinginan hati Tuhan untuk dapat berbicara kepada setiap anak-anakNya secara individu tapi ketika berbicara tentang ‘Suara Tuhan’ yang harus dibangun menjadi dasar keyakinan dalam hidup setiap orang percaya, Tuhan akan selalu memakai nabi-nabiNya atau bapa rohani yang Dia tetapkan bagi sekelompok umat (Amos 3:7, Mat 24:45)
Perhatikanlah prinsip berikut:
a. Mazmur 119:105 (TB) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
b. Amsal 20:27 (TB) Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
Adalah tugas para nabi/ bapa rohani untuk menyampaikan firmanNya – sebagai suatu ‘guide line’/ ‘arahan besar’ ataupun ketetapan dari Tuhan untuk umatNya (Yer 23:18) Tapi setelahnya, adalah merupakan tugas dari masing-masing individu jemaat untuk membuat firman yang sudah disampaikan itu jadi berkobar dalam batin mereka. Firman yang berkobar dalam batin itulah yang harus dibangun oleh jemaat menjadi dasar keyakinan/ strong conviction dalam hidup mereka!
Jadi dengan kata lain, apapun arahan/ pernyataan Roh yang akan diterima secara individu oleh masing-masing jemaat, tidak akan ‘bertabrakan’ dengan suara Tuhan yang Dia nyatakan melalui para nabi & bapa rohani yang ada. Setiapkali ada jemaat yang ‘menerima arahan Tuhan’ tapi ternyata ‘arahan tersebut’ bertabrakan dengan suara Tuhan yang sudah disampaikan oleh sang nabi/ bapa rohani, pasti hal itu disebabkan karena sang jemaat sedang mendengarkan ‘suara yang lain’ – ada banyak jenis suara/ frekwensi rohani yang berasal dari berbagai ‘pemimpin rohani/ orang berkharisma’ ( baca: mereka yang sering di sebut sebagai pemimpin kegerakan/ nabi Tuhan oleh kelompok tertentu) There are too many noises in the body of Christ; but we need to set our heart to hear God’s voice as clear as possible eventough we lives in the midst of so many noises…

2. Untuk mengenali suara Tuhan yang asli dari antara banyaknya jenis suara-suara lain dalam Tubuh Kristus, kita harus memastikan kita memiliki kecenderungan hati yang tertuju kepada kebenaran.

Kecenderungan hati yang tertuju kepada kebenaran akan mengundang datangnya Roh kebenaran ke dalam hidup kita; Roh kebenaran inilah yang akan menuntun kita untuk berjalan dalam segala kebenaran. Dan ketika kita berinteraksi dengan kebenaranNya, kebenaran itu akan memerdekakan kita (Yoh 14:15-17, 8:32)
Memang akan selalu ada pembicara yang meng-claim diri mereka sebagai pembawa kebenaran; tapi kebenaran yang dari Tuhan akan selalu mengkondisikan jemaat yang menerimanya jadi bertindak untuk menyingkirkan segala bentuk kemanusiawian/ keduniawian – melangkah memasuki keIlahianNya, hidup dalam kemuliaanNya; bergantung penuh pada firman yang dari Tuhan; berkemenangan dalam segala hal; mencintai Tuhan secara MGH, bersama-sama (secara corporate) berfokus untuk menggenapi rencana/ agenda kerajaan – tidak ada lagi kehidupan yang bersifat individualistik (Why 12:1-2, 12:5-6)
Ketika pemimpin sudah memastikan dirinya terhubung dengan ruang tahta (dengan cara menghubungkan diri pada para nabi yang Tuhan bangkitkan ataupun dengan seorang bapa rohani yang memang Tuhan beri sehingga jadi selalu ada suara Tuhan yang ‘datang’ dalam hidupnya) Tugas pemimpin yang selanjutnya adalah membangun suara Tuhan yang sudah datang ke dalam hidupnya tersebut menjadi suatu strong conviction yang mempengaruhi kehidupan sehari-harinya; melalui berbagai proses yang melibatkan Tangan Tuhan dalam kehidupannya, akan ada buah-buah kehidupan yang ia munculkann- otomatis strong conviction yang ada tidak lagi hanya sekedar ‘teori/ wacana’ tapi sudah menjadi ‘daging’… Saat itulah jemaat jadi menemukan adanya ‘jejak kaki’ yang di tinggalkan oleh para pemimpin! Berbahagialah jemaat yang memiliki pemimpin yang sudah ‘meninggalkan jejak kaki’ untuk mereka ikuti, jemaat tersebut akan selalu alami realita Tuhan dalam hidup mereka (Ibr 13:7-8) #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus