30 Oktober 2021

Momen pencurahan Roh atas seluruh umat manusia merupakan pesta akbar yang tidak boleh terlewatkan oleh kita sebagai orang percaya. Sebab Tuhan akan menjadikan kita sebagai partner untuk terwujudnya agenda Kerajaan Surga tersebut. Namun sayangnya, ada banyak dari kita yang belum siap untuk memasuki peristiwa itu dengan alasan yang beragam.

Jika kita merujuk pada ayat firman Tuhan, tertulis kondisi tersebut sama seperti yang Yesus gambarkan berikut ini:

Lukas 14:15-24 (TB) Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

Menarik sekali memerhatikan alasan dari orang – orang yang diundang tetapi ‘tidak siap’ untuk datang. Mereka memberi alasan yang MENGEKSPOSE KECENDERUNGAN HATI mereka, bahwa mereka sebenarnya TIDAK TERTARIK dengan undangan tersebut dan menganggap tidak terlalu penting untuk menghadiri pesta tersebut. Jadi ada saja alasan – alasan yang dikemukakan, walau sebenarnya alasan tersebut tidak tepat untuk dijadikan sebagai suatu alasan.

Pendek kata, MEREKA MEMANG TIDAK BERNIAT UNTUK DATANG, jadi ada saja kesibukan lain yang mereka jalani. Tidak heran jika sang Tuan yang mengundang menjadi MURKA, hingga akhirnya mengambil keputusan untuk menggantikan mereka dengan orang lain.

Pagi ini saya berdoa untuk orang percaya yang menerima ‘undangan pertama’ agar terjadi perubahan kecenderungan hati yang tertuju kepada Tuhan dan kehendak-Nya! Biarlah anugerah dan belas kasihan Tuhan tercurah melembutkan hati, dan membersihkannya. Biarlah pekerjaan Roh dan Firman, serta hikmat dan wahyu, senantiasa bekerja atas orang-orang percaya.

Sehingga mereka dapat melihat dan mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: “Betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Di akhir zaman ini Tuhan sedang membangkitkan pelayanan tubuh Kristus (korporat). Walaupun ada orang – orang yang akan berfungsi secara individu seperti Ester, tetapi tetap saja ada ‘Mordekhai’ dan orang banyak (korporat) yang mendukungnya.

Tuhan hendak membawa kita masuk sebagai satu pelayanan tubuh Kristus yakni satu roh, satu tujuan, satu agenda. Tapi jika kita menolak atau tidak tertarik dengan hal ini, maka Dia akan mengganti keberadaan kita. Kita hanya akan menjadi penonton dari pesta akbar pencurahan Roh terhadap seluruh manusia!

Jadi mari kita benahi kecenderungan hati kita, jangan sampai kita salah memegang harapan masa depan. Tidak ada masa depan yang indah dari apa yang dunia tawarkan. Walaupun terlihat indah di depan tetapi rapuh dan hancur di belakangnya.

Lot adalah contoh dari orang yang memilih masa depan di Sodom dan Gomora yang terlihat seperti ‘taman Tuhan’. Kita tahu bersama bahwa Lot dan keluarganya hancur beserta Sodom dan Gomora yang dihanguskan oleh Tuhan. Lot mengambil keputusan yang salah, seharusnya ia tetap berada bersama Abraham.

Untuk itu, ini waktunya untuk kita mengarahkan hati kita pada agenda rumah rohani yang Tuhan tetapkan. Jangan keluar dari rumah, namun berakarlah dengan kuat sebagai anak di dalam rumah. Sehingga kita ‘tidak perlu diundang’, melainkan menjadi penyelenggara dan pelaku dari pesta akbar pencurahan Roh terhadap semua umat manusia! Amin!

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau mengklik link yang ada di dalam renungan ini : https://wa.link/homdvi