Top

30 September 2019

Di saat seseorang mengalami peristiwa buruk/ negatif dalam hidupnya, apa yang ia alami tersebut biasanya akan mencetuskan munculnya suatu emosi negatif di dalam dirinya. Di saat emosi negatif mulai tercetus, biasanya orang yang bersangkutan tidak segera menghalau emosi negatif tersebut – emosi negatif yang terus bergejolak dalam hidup seseorang akan ikut mencetak kehidupan orang yang bersangkutan! Tanpa orang tersebut sadari, nature dari manusia rohnya jadi mulai tercemar oleh emosi negatif yang ada dan biasanya efek dari pencemaran itupun akan ikut bermanifestasi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk munculnya berbagai jenis ikatan masalah!

Lukas 9:53-55 (TB) Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

Khusus di ayat ke 55, dalam terjemahan NKJV dituliskan sebagai berikut:

Luke 9:55 (NKJV) But He turned and rebuked them, and said, “You do not know WHAT MANNER OF SPIRIT YOU ARE OF.

Ketika Yesus berniat pergi ke Yerusalem dan harus melewati Samaria, Dia berniat mengunjungi mereka yang ada di Samaria. Tapi ketika orang-orang Samaria mengetahui tujuan sebenarnya dari Yesus adalah ke Yerusalem, merekapun menolak Yesus! Mengetahui hal tersebut, segera kedua murid Yesus, berkata – dengan tujuan membela guru mereka, bahwa mereka akan mendatangkan penghukuman atas orang-orang Samaria tersebut. Tapi segera Yesus menegor/ menghardik mereka dan berkata: Engkau tidak mengetahui jenis roh apa yang sedang bermanifestasi melalui hidupmu.!

Dari kisah di atas, saya menemukan beberapa prinsip kebenaran yang perlu diperhatikan:

1. Di saat seseorang sedang bergejolak dengan emosi negatif (dalam hal Yakobus dan Yohanes, mereka merasa kecewa dengan sikap orang-orang Samaria) adalah mudah untuk orang yang bersangkutan jadi ditunggangi oleh suatu roh jahat.

Tindakan, ucapan dari murid-murid – walau berkesan membela Yesus, justru dikecam oleh Yesus sendiri karena memang sedang memanifestasikan suatu jenis kehidupan roh yang tidak baik – ada suatu roh jahat yang sedang menunggangi hidup mereka!

2. Selama ini orang percaya membiarkan suatu emosi negatif ikut mencetak, mempengaruhi kehidupannya karena tidak menyadari efek buruk yang ditimbulkannya.

Setiap orang percaya wajib dengan aktif terus menjagai kondisi emosinya agar terus dilingkupi dengan damai sejahtera dan sukacita yang berasal dari pekerjaan firman dan Roh yang berlaku dalam kehidupannya! Jangan pernah menganggap normal munculnya emosi negatif – itu adalah wujud dari panah api dari si Jahat yang dilepaskan untuk merusak dan sekaligus membunuh sukacita dan damai sejahtera Ilahi yang seharusnya dinikmati oleh setiap orang percaya! Kita sedang ada di tengah peperangan rohani yang hebat itu sebabnya kita harus terus mewaspadai hidup kita!

3. Seluruh perlengkapan senjata perang (Ef 6:13-18) ditujukan secara khusus untuk menjagai dimensi iman, pengharapan dan kasih yang kita miliki terhadap Tuhan dan sesama.

Di saat seseorang mengalami gejolak emosi negatif, ada suatu pekerjaan roh jahat yang secara khusus ditugaskan untuk merusak, menghancurkan dimensi iman, pengharapan dan kasih yang ada dalam hidup orang yang bersangkutan.

Karena itu teruslah mengarahkan hati kita untuk meyakini bahwa terlepas dari berbagai persitiwa negatif yang ada, kita memiliki Bapa yang terbaik! Dalam kesetiaanNya, Dia selalu menyertai kita! Tidak peduli kita sedang tidak bisa merasakan kehadiranNya dalam hidup kita, teruslah meyakini bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita! Dan terlepas dari berbagai fakta buruk yang sedang ada di depan kita, teruslah menaruh harap kepadaNya bahwa Dia sedang terus menuntun hidup kita menuju masa depan yang gilang gemilang! Mintalah anugerahNya untuk mengkondisikan hidupmu bisa terus dipenuhi oleh kasih IlahiNya!

Jadikan gelora emosi positif yang muncul sebagai akibat bekerjanya kuasa firman dan Roh dalam hidup kita untuk terus membasuh, membersihkan manusia roh kita. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus