30 September 2021

Ketika saya kembali merenungkan keterhubungan antara pencurahan Roh dengan aspek pemulihan segala sesuatu, saya mendapatkan ada satu kata yang terngiang dalam batin saya: Keterhubungan.

  • Dibutuhkan keterhubungan yang akurat antara keberadaan kita sebagai gereja-Nya dengan keberadaan Bapa, sang Sumber dari pencurahan Roh itu sendiri.
  • Dibutuhkan keterhubungan yang sehat dan berkelanjutan antara keberadaan kita sebagai agen pembawa perubahan dengan orang-orang yang berinteraksi dengan diri kita.

Dengan kita berfokus untuk membangun kualitas keterhubungan yang kita miliki, maka apa pun yang surga ingin curahkan kepada kita, akan dengan mudah kita terima. Di satu sisi yang lain, apa pun yang sudah kita terima dari Tuhan akan dapat kita alirkan atau bagikan kepada siapa pun yang berinteraksi dan mau membuka diri untuk menerima apa yang kita miliki.

1. Tindakan untuk memerhatikan arahan Roh dan melangkah dalam ketaatan mutlak adalah respon utama yang harus kita tunjukkan di hadapan Tuhan. 

Perhatikanlah tindakan atau respon dari para murid saat mendengar pernyataan Yesus sebelum Dia dipermuliakan Bapa.

Kisah Para Rasul 1:4-5 (TB)  Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —”telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Tidak semua orang yang mendengar arahan tersebut, bisa langsung menaatinya! Dari kira-kira lima ratus orang yang mendengar arahan tersebut (1 Korintus 15:3-6), hanya seratus dua puluh orang yang dengan tekun menjalani arahan dan pada akhirnya mengalami pencurahan Roh yang dijanjikan (Kisah Para Rasul 2:1-11).

Pastikan pada hari-hari ini, kita terus memerhatikan arahan yang Roh berikan dan mulai mengambil tindakan untuk menaatinya dengan tekun! Teruslah melatih diri untuk dengan tekun mengimajinasikan penggenapan firman atau janji Tuhan sambil berkata-kata dalam bahasa roh. Ketika kita menerima impresi rohani dalam batin kita, deklarasikan impresi tersebut dengan intonasi atau dinamika yang sama seperti saat berkata-kata dalam bahasa roh.

Saya yakin, tindakan ini akan membuat level keterhubungan kita dengan ruang takhta jadi meningkat dengan drastis. Akan ada berbagai dinamika Roh yang datang dalam hidup kita dan semua itu akan ikut memperlengkapi atau mempersiapkan hidup kita menjadi penampung atau pembawa realita Roh-Nya!

2. Tindakan mengosongkan diri dan terus mengejar kepenuhan Roh-Nya merupakan salah satu respon yang harus kita tunjukkan di hadapan Tuhan. 

Mari kita kembali memerhatikan sikap dari para murid. Ketika Petrus mengambil posisi untuk memberi arahan kepada yang lainnya sembari menanti penggenapan janji dari pencurahan Roh. Di momen itu, tidak ada satu pun dari para murid yang melakukan protes atau menyuruh Petrus untuk duduk diam karena dia pernah menyangkali Yesus hingga tiga kali (Kisah Para Rasul 1:15-26). Semua menghargai fungsi dan peranan masing-masing karena setiap individu berkehendak untuk terus mengosongkan diri dari segala bentuk kemanusiawian ataupun aspek lahiriah lainnya. Ketika setiap individu mengosongkan diri, maka mereka jadi semakin siap untuk dipenuhi dengan keilahian-Nya!

Mengalami kepenuhan Roh yang berasal dari ruang takhta memang membutuhkan persiapan, dan salah satu persiapan yang paling penting adalah mengkondisikan diri untuk terus mengosongkan diri, sama seperti yang sudah Kristus lakukan.

Filipi 2:5-11 (TB)  HENDAKLAH KAMU DALAM HIDUPMU BERSAMA, MENARUH PIKIRAN DAN PERASAAN YANG TERDAPAT JUGA DALAM KRISTUS YESUS, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan TELAH MENGOSONGKAN DIRI-NYA SENDIRI, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. ITULAH SEBABNYA ALLAH SANGAT MENINGGIKAN DIA dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

____

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106