Top

31 Juli 2019

Message ini adalah kelanjutan message kemarin.

3. Untuk mengalami diposisikan dan dipromosikan Tuhan dalam sistem Babel, pertama-tama, pastikan dalam hidup kita sudah terbangun roh yang berbeda dari roh-roh dunia yang ada dalam sistem Babel.

Ingatlah selalu, sistem Babel diinspirasi dan digerakkan oleh manifestasi roh-roh dunia dan karena itu untuk kita bisa menjadi para penakluk dalam sistem Babel, kita harus memastikan telah terbangun kualitas manusia roh yang berbeda dalam hidup kita!

Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa setiap orang percaya wajib menanamkan diri dalam satu gereja lokal yang dibangun sesuai dengan pola sorga: Agar mulai terbangun nature manusia roh yang berbeda dalam kehidupan mereka. Sistem dunia atau sistem Babel yang ada di sekitar kita terus mencetak nature atau jati diri setiap orang yang ada di dalamnya – termasuk kehidupan orang percaya atau umat pilihan. Tanpa adanya gereja lokal yang dibangun sesuai pola sorga, tidak akan ada dinamika pekerjaan firman dan Roh yang bisa kita jadikan sebagai ‘cetakan baru’ yang mencetak ulang jati diri atau nature kita sehingga kita membawa kualitas manusia roh yang berbeda – memastikan bukan lagi diri kita yang hidup tapi keberadaan Kristus-lah yang hidup di dalam kita!

Dengan orang percaya menanam diri dalam satu gereja lokal, maka pekerjaan firman dan Roh yang terus terjadi dalam gereja tersebut akan mulai melahirkan jati diri yang baru, yang Ilahi – membawa umat pilihan untuk kembali hidup berdasar jati diri mereka yang sesungguhnya di dalam Kristus!

a. Jika sistem Babel bermula dari keberadaan manusia yang tidak mempercayai janji Tuhan bahwa Dia tidak akan menghancurkan kehidupan di bumi dengan air bah, sehingga mereka berencana untuk membangun sebuah menara yang ujungnya sampai ke langit – sehingga meski akan ada air bah lagi, manusia bisa tetap terpelihara, dan hal tersebut otomatis akan membuat semua orang yang ada di dalam sistem Babel jadi selalu hidup dalam kekuatiran, ketakutan dan perasaan tertekan, maka dengan orang percaya menanamkan hidup mereka dalam rumahNya, umat pilihan akan dapat dilatih untuk mulai hidup mengandalkan firman, hidup dari iman!

Dengan kehidupan iman, kehidupan yang mengandalkan firman, orang-orang percaya akan menerima kuasa dan otoritas untuk hidup di atas sistem Babel yang ada!

Roma 1:17 (TB)  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

1 Yohanes 5:4 (TB)  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

b. Dalam sistem Babel, semua orang dituntut untuk hidup mengandalkan kekuatannya sendiri dan inilah yang mengkondisikan semua orang yang hidup dalam kendali sistem Babel akan selalu tercetak menjadi orang-orang yang egois dan suka mementingkan diri sendiri, tidak peduli dengan keberadaan orang lain – bahkan jika diperlukan, mereka rela mengorbankan orang lain demi untuk kemajuan atau promosi diri sendiri!

Hanya dengan umat Tuhan menanam diri dalam RumahNya, mereka akan dilatih dan dibangun untuk belajar memiliki roh yang berbeda: kerelaan untuk mengosongkan diri sama seperti yang Yesus lakukan semasa hidupnya di bumi ini (Filipi 2:5-11) Tapi dengan umat Tuhan mengosongkan dirinya sama seperti yang Yesus lakukan, maka sebagaimana Bapa di sorga meninggikan Yesus dan memberiNya kuasa atau otoritas atas alam semesta, Bapa juga akan meninggikan, mempromosikan umat pilihanNya dalam sistem Babel yang ada – sekaligus memberinya kuasa otoritas atas sistem Babel!

c. Sistem Babel terbangun karena terus ada orang-orang yang hidup demi mengejar impian atau ambisinya pribadi – menolak atau tidak mau mengikuti agenda dan kerinduan hati Tuhan; inilah yang mengkondisikan semua orang yang hidup dalam sistem Babel akan selalu memiliki kecenderungan yang sama: menjadi orang yang serakah atau tamak. Jika orang percaya mau menaklukkan Babel, mereka harus membangun kualitas roh yang berbeda: harus dibangun menjadi orang yang suka memberi, memiliki kemurahan hati. Dan tempat yang paling ideal untuk melatih atau membangun roh kemurahan, suka memberi adalah di dalam rumahNya!

Inilah saatnya untuk umat Tuhan dibangkitkan dalam kuasa Roh dan menaklukkan sistem Babel! #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus