Top

31 Oktober 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

Menindak lanjuti berbagai pernyataan Roh tentang nama atau sifat-sifat Tuhan – khususnya tentang El Shadday; Roh Kudus memberikan beberapa pengertian tambahan kepada saya:

 

1. Pada saat Tuhan menjadikan manusia, Ia menjadikan manusia serupa dan segambar dengan DiriNya (Kej 1:26)

 

Artinya semua sifat-sifat Tuhan ada di dalam diri manusia yang Ia ciptakan! Tapi gara-gara manusia pertama lebih mendengarkan suara ular, tidak bertekun untuk hanya mendengarkan suara Tuhan saja, maka semua sifat-sifat Ilahi dalam diri manusia menjadi rusak!

 

Alkitab menulis dengan menggunakan kata Ibrani ‛êyrôm, untuk menggambarkan manusia itu telanjang. Kata ‛êyrôm memiliki arti menjadi licik, licin, penuh muslihat – sebuah gambaran dari sifat-sifat Iblis yang diadopsi manusia akibat bekerjanya kuasa dosa karena mereka melanggar firman Tuhan (Kej 3:7) Jadi ‘ketelanjangan’ manusia disebabkan karena mereka kehilangan sifat-sifat Tuhan atau keserupaan dengan Tuhan dalam hidup mereka dan digantikan oleh sifat-sifat musuh!

 

Setelah penebusan melalui korban Kristus, setiap orang percaya (Ciptaan Baru) harus terus mengalami pekerjaan firman dan Roh yang membuat mereka dengan sukarela dan sukacita, kembali menyerahkan hidup mereka di altar Tuhan sehingga sekali lagu, hanya Tuhan saja yang memerintah dan berkuasa atas kehidupan baru yang mereka terima sebagai orang percaya (Rom 6:11). Baru setelah penyerahan hidup mereka, orang percaya akan mewarisi roh Kristus dalam kehidupan mereka (Roma 8:9)

 

Keberadaan roh Kristus inilah yang akan kembali mengaktivasi berfungsinya sifat-sifat Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari kita! Bahkan dengan terus bertekun untuk merenungkan penyingkapan Roh tentang sifat-sifat Tuhan, kita akan alami bagaimana kehidupan sehari-hari kita jadi memanifestasikan keIlahian Tuhan secara nyata!

 

2. Keberadaan Tuhan yang menyatakan Diri sebagai El Shadday membukakan ruang untuk manusia kembali menikmati kehidupan sebagai suatu individu yang ‘komplit’ – sama seperti Adam sebelum kemunculan Hawa.

 

Pada saat Tuhan menjadikan Adam, dia adalah satu-satunya manusia di bumi ini, tapi Adam tidak pernah merasa kesepian. Rasa kesepian merupakan efek dari dosa yang mencemari emosi manusia; tapi ketika orang percaya menerima penyingkapan pewahyuan tentang keberadaan Tuhan sebagai El Shadday – Tuhan yang mengayomi dengan kelembutan dan penuh kasih (mengandung unsur yang feminin) tapi pada saat yang sama juga menjagai dengan penuh keperkasaan (mengandung unsur maskulin) maka manusia akan memiliki suatu keseimbangan hidup yang sempurna – dalam arti secara emosional, orang percaya akan menikmati kehidupan emosi yang seimbang sepenuhnya! Orang percaya tidak perlu mengalami berbagai masalah emosional sama seperti yang banyak dialami oleh orang di dalam dunia ini!

 

Sama seperti Tuhan El Shadday dalam kelembutan kasihNya memprakarsai dimulainya babak baru dalam kehidupan Abraham; dan Dia menghapus semua gejolak emosi negatif yang Yakub rasakan, demikian juga di masa kini, semua orang percaya yang menerima pewahyuan tentang Tuhan El Shadday akan dapat melanjuntukan perjalanan hidup mereka tanpa mengalami hidupnya terus dibayang-bayangi oleh berbagai konflik batin ataupun pengalaman butuk dari masa lalunya! Tuhan bertindak memerdekakan orang-orang percaya agar mereka kembali menjalani kehidupan sehari-hari yang sehat, normal dan penuh keantusiasan!

 

3. Pernyataan Roh tentang keberadaan Tuhan El Shadday, membuka ruang untuk setiap orang percaya bisa menemukan jati diri mereka yang baru di dalam Kristus.

 

Baik Abram maupun Yakub, mereka sama-sama alami bagaimana Tuhan yang menyatakan Diri sebagai El Shadday memberikan mereka nama yang baru – memberikan suatu jati diri yang baru (Kej 17:5, 35:10)

 

Selama sekian waktu lamanya, dunia ini terus mencetak kehidupan semua orang – termasuk kehidupan orang percaya, untuk membawa jati diri yang selaras dengan dunia ini, bahkan cenderung membawa nature, sifat-sifat dari si Jahat! Manusia jadi terus hidup dalam ketidakakuratan atau ketidakseimbangan! Dengan menerima penyingkapan Roh tentang nature Tuhan sebagai El Shadday, orang-orang percaya akan kembali bisa menjalani kehidupan sehari-hari yang ‘utuh atau komplit’, penuh. Ada jenis kehidupan yang sama sekali baru, ada nature yang Ilahi yang mulai bermanifestasi dalam kehidupan sehari-hari orang percaya.

 

Doa saya adalah, biar seberapa banyak pembaca Daily Devotion ini jadi mengalami penyingkapan pewahyuan Roh tentang Tuhan sebagai El Shadday; dan biarlah kehidupan sehari-hari mereka jadi makin Ilahi di dalam Tuhan! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus