Top

4 Desember 2019

Amsal 20:12 (TB) Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.

 

Secara spesifik saya mau mengulas tentang Telinga dan Mata rohani karena sebetulnya inilah yang paling sering dipergunakan untuk berinteraksi dengan realita Tuhan.

 

Ulangan 28:1 (TB) “Jika engkau baik-baik MENDENGARKAN SUARA TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

 

Matius 5:8 (TB) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan MELIHAT ALLAH.

 

1. Dalam kehidupan setiap orang percaya, Tuhan sudah memberikan kemampuan untuk mereka dapat mendengar dan melihat – berinteraksi dengan Diri-Nya.

 

Permasalahan yang banyak terjadi adalah, seringkali kondisi hati kita sedang dipenuhi oleh berbagai gejolak emosi negatif dan pikiran kita mengalami kegundahan akibat banyaknya pemikiran yang mengganggu, maka kita jadi kehilangan kepekaan rohani terhadap hal-hal Ilahi, bahkan terhadap keberadaan Tuhan sendiri!

 

Lukas 24:13-18 (TB) Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, DATANGLAH YESUS SENDIRI MENDEKATI MEREKA, LALU BERJALAN BERSAMA-SAMA DENGAN MEREKA. TETAPI ADA SESUATU YANG MENGHALANGI MATA MEREKA, SEHINGGA MEREKA TIDAK DAPAT MENGENAL DIA. Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” MAKA BERHENTILAH MEREKA DENGAN MUKA MURAM. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”

 

Kedua murid jadi tidak bisa melihat, mengenali keberadaan Yesus yang sudah bangkit karena adanya ‘sesuatu’ yang menghalangi mata mereka!

 

Seringkali kegundahan pikiran dan gejolak emosi negatif yang dialami oleh orang-orang percaya telah berhasil dimanfaatkan oleh Musuh untuk membuat kita jadi ‘terputus’ dari alam roh; kita menjadi orang percaya yang sangat manusiawi dan dengan mudah diseret untuk jadi hidup secara duniawi. Kita jadi sama seperti orang buta yang karena membutuhkan tuntunan, jadi menerima apa pun atau siapapun yang kita rasa dapat menuntun kita untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai!

 

Untuk itulah dibutuhkan tekad dan kedisiplinan untuk dengan rutin terus membaca firman dan berdoa – khususnya berdoa dalam bahasa roh. Dengan kita membaca firman, kita sedang mengkondisikan pikiran kita untuk tetap tertuju hanya kepada firman-Nya saja – tidak ter-distract dengan berbagai peristiwa sehari-hari yang berpotensi membuat pikiran kita menjadi gundah. Sedang dengan kita berdoa dalam bahasa roh – secara ekspresif, meluap-luap, kita sedang membersihkan emosi kita dari berbagai gejolak emosi yang negatif.

 

Dengan memastikan kondisi hati dan pikiran kita tetap tertuju kepada Tuhan serta firman-Nya, maka otomatis mata dan telinga rohani kita akan kembali berfungsi secara normal! #AkuCintaTuhan

 

Message ini akan dilanjutkan kembali besok.

Ps. Steven Agustinus