4 Desember 2020

Sementara saya terus melanjutkan doa dan puasa, saya mendapati Roh Kudus kembali memberikan suatu impresi rohani kepada saya: “Di saat engkau masih kanak-kanak rohani, seringkali engkau menunggu Aku datang untuk memberi firman-Ku kepadamu. Tapi di saat engkau terus bertumbuh di dalam Aku, engkau akan semakin mengenali jalan-jalan-Ku dan sesungguhnya engkau bisa berpartner dengan Roh Kudus-Ku untuk naik ke ruang takhta serta meminta firman daripada-Ku“.

 

Lalu Roh Kudus mengingatkan ayat-ayat firman berikut kepada saya:

 

Ibrani 4:15-16 (TB)  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

 

Ibrani 4:16 (TSI) Oleh karena itu, kita bisa langsung menghadap takhta Allah dalam doa. Dan biarlah kita datang tanpa rasa takut, karena Imam Agung kita sudah berada di samping takhta-Nya itu— di mana kita akan diterima dengan kebaikan hati Allah. Dengan begitu, kapan pun kita perlu pertolongan, Allah akan mengasihani dan menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada kita.

 

Melalui ayat-ayat di atas, ada beberapa pemahaman firman yang Roh berikan:

 

1. Dalam segala keadaan, kita selalu membutuhkan firman-Nya.

 

Firman yang diucapkan oleh Bapalah yang akan selalu menjadi pembeda atau titik terobosan yang kita butuhkan setiap kali kita menghadapi suatu tantangan, ganjalan ataupun hambatan dalam kehidupan kita. Bahkan di saat semua sedang baik-baik saja, hadirnya Firman yang dari Bapa akan selalu menjadi titik terobosan yang baru sehingga kita tidak akan pernah mengalami kemandekan rohani.

 

Akan selalu ada level baru dalam dimensi pengenalan akan Bapa, akan selalu ada terobosan baru dalam perjalanan rohani kita bersama-Nya, dan akan selalu ada cakrawala rohani yang baru dalam kita menuntaskan agenda serta isi hati-Nya. Setiap kali firman dari Tuhan datang maka akan selalu ada hal-hal ilahi yang baru, yang baik dan yang dahsyat yang mulai masuk ke dalam hidup kita.

 

2. Di sorga, di sebelah kanan Bapa, sudah ada Yesus yang terus berfungsi sebagai Imam Besar Agung kita.

 

Melalui keberadaan-Nya sebagai Imam Besar Agung, Ia memahami segala kelemahan manusiawi yang masih kita miliki dan kita jadi dilayakkan untuk berdiri di hadapan Bapa. Bahkan kita didampingi oleh Roh Kudus yang berfungsi sebagai penolong dan perantara yang menuntun kita dalam berkata-kata di hadapan Bapa (Roma 8:26-27). Dengan cara mengemukakan segala hal yang ada dalam batin kita dan mengharapkan Bapa memberikan firman-Nya berkaitan dengan apa yang kita kemukakan tersebut.

 

3. Dengan menerima dan membangun pemahaman ini menjadi suatu paradigma ilahi dalam hidup kita, maka akan membukakan jalan rohani atau mengkondisikan diri kita untuk selalu menikmati datangnya firman yang keluar dari mulut Bapa.

 

Pahamilah kebenaran ini: Hidup kita harus dibangun berdasarkan pernyataan firman ataupun input rohani yang kita terima dan percayai, karena itulah yang akan Tuhan jadikan sebagai patokan kebenaran dalam hidup kita. Jadi jika sekarang Roh Kudus sudah menyingkapkan isi hati Bapa yang menghendaki untuk kita bisa ‘masuk ke ruang takhta dan menerima firman-Nya’, maka singkirkan segala bentuk perasaan negatif, rasa tidak layak dan sebagainya, agar kita bisa menghampiri Dia dengan penuh keberanian dan berpatokan pada kebenaran yang Dia berikan kepada kita serta melangkah menaiki level baru dalam pengiringan kita kepada-Nya! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus