Top

4 Juni 2020

Filipi 3:10 (TB) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

 

Saya mendapati satu-satunya jalan untuk mengikuti Kristus adalah jalan KEMATIAN DAGING, dan MENGOSONGKAN DIRI. Jika kita mengikuti suatu kegerakan atau seorang pemimpin kegerakan, tapi TIDAK MENCIUM ada ‘bau kematian daging’ dan ‘mengosongkan diri’ berarti HANYA ada ‘aroma kedagingan’ di sana.

 

Karena jika kita ingin menelaah lebih jauh, syarat mengikuti Kristus, hanya ada satu seperti yang tertulis di bawah ini:

 

Markus 8:34 (TB) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau MENGIKUT AKU, ia harus MENYANGKAL DIRINYA, MEMIKUL SALIBNYA dan MENGIKUT AKU.

 

Tanpa adanya aroma kematian daging dan mengosongkan diri, artinya kegerakan yang ada, mau sebesar dan sehebat apa pun atau ada pemimpin kegerakan sehebat, sepopuler atau setenar apa pun sedang tidak berjalan di jalan salib. Mungkin dulu pernah ada di sana, namun satu dan lain hal mulai mengalami distraction, mulai keluar dari track yang semestinya. Dan mulai mengikuti ‘jalan lain’ di mana ambisi pribadi, popularitas, penonjolan diri sendiri, sibuk mengejar keinginan-keinginan dan perkara-perkara duniawi atau mengumpulkan harta kekayaan yang fana akan menjadi ciri-ciri yang bisa terlihat di jalan itu. Pendek kata lebih mengejar kemuliaan duniawi ketimbang mengejar kemuliaan sorgawi.

 

Markus 8:35-37 (TB) Karena siapa yang mau MENYELAMATKAN NYAWANYA, ia akan KEHILANGAN NYAWANYA; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. APA GUNANYA seorang MEMPEROLEH SELURUH DUNIA, tetapi ia KEHILANGAN NYAWANYA. Karena apakah yang dapat diberikannya SEBAGAI GANTI nyawanya?

 

Alkitab mencatat mereka yang mengikuti jalan selain jalan salib, artinya ia sedang berusaha menyelamatkan nyawanya, yang justru ujung-ujungnya akan kehilangan nyawanya. “APA GUNANYA seorang MEMPEROLEH SELURUH DUNIA, tapi KEHILANGAN NYAWANYA,” artinya meski kita memperoleh apapun yang kita kejar, yaitu: ambisi, ketenaran, kekuasaan, kenikmatan duniawi dan kekayaan, dll meski itu semua bisa kita rengkuh dan raih sekaligus, namun itu TIDAK SEBANDING dengan ‘BARTER’ (tukar menukar) dengan NYAWA KITA yang akan hilang atau raib kelak. Artinya kita LUPUT dari tujuan Bapa, dan tidak mencapai dimensi KEKEKALAN yang sudah disediakan oleh Bapa bagi kita yang percaya. Lalu untuk apa kita diselamatkan? Bukankah esensi dari keselamatan adalah masuk dan tinggal bahkan menjadi empunya Kerajaan Allah yang kekal? (Matius 5:3-12)

 

Matius 6:32-33 (TB) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu KERAJAAN ALLAH dan KEBENARANNYA, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

 

Kita adalah BAGIAN dari TUBUHNYA yang ikut MEMPERLEBAR PENGARUH KERAJAAN ALLAH. Prinsip hidup dalam kerajaan adalah di dalam 1 kerajaan HANYA ada 1 raja. Tidak boleh ada ‘agenda kerajaan lain’ yang boleh menyusup atau mendompleng dalam kerajaan yang utama, karena jika ada agenda kerajaan lain, pasti secara diam-diam ‘agenda lainlah’ yang akan dilakukan, ibarat parasit yang menempel di tubuh inang. Parasit itu kelihatan menempel tapi hanya akan menggerogoti dan menyedot nutrisi untuk memperbesar dirinya sendiri dan menguruskan tubuh inangnya. Setelah sang inang dirasa tidak bisa memberi manfaat, maka akan ditinggalkan pergi begitu saja.

 

Jadi dalam Kerajaan Allah melakukan kehendak Bapa hendaknya menjadi tujuan yang UTAMA dan SATU-SATUNYA. Kita tidak boleh mendompleng Kerajaan Allah dengan terus membawa agenda kerajaan keakuan. Suatu saat nanti pasti akan menimbulkan ‘pemberontakan’ atau ‘perpecahan’ dalam kegerakan. Mau tidak mau sang ‘raja aku’ ini harus mati. Dan hanya Kristus Sang Raja yang boleh bertakhta. Kita sebagai tubuh-Nya harus belajar mengosongkan diri dan menundukkan diri menjadi SUPPORTER PENUH untuk MEMENUHI AGENDA Sang RAJA. Dalam hal ini PEMIMPIN KEGERAKAN sebagai UJUNG TOMBAK KEGERAKAN. Jika pemimpin kegerakan diumpamakan sebuah mesin utama sebuah mobil, maka selalu akan membutuhkan support berupa rangka mobil, tangki bahan bakar, komponen kelistrikan, roda dan ban mobil, serta komponen-komponen mobil termasuk stir dan interior lainnya, yang membuat mobil menjadi UTUH dan BERFUNGSI MAKSIMAL dapat menghantarkan penumpang sampai ke TUJUAN.

 

Demikian pula sebagai satu tubuh seharusnya ada KESATUAN TUBUH yang bergerak dalam KESATUAN IMAN, mendukung pemimpin kegerakan yang ada untuk menghantarkannya MENGGENAPI DESTINY ILAHI yang sudah Tuhan tetapkan.

 

Saya berdoa agar pekerjaan firman dalam roh terus bekerja dalam hidup kita sebagai bagian dari tubuh Kristus dan MENGAKHIRI setiap ‘DUALISME KERAJAAN’ dalam hidup kita. ‘Kerajaan keakuan’ sudah mati dan sekarang Kerajaan Allah menjadi HIDUP dan BERKUASA atas setiap kita. Setiap kita sebagai bagian dari tubuh-Nya terus dicetak oleh sikap hati, dasar keyakinan dan gaya hidup ilahi sampai masing-masing kita mengalami kepenuhan Kristus. Dan kita semua disatukan dalam KESATUAN IMAN untuk memanifestasikan KESATUAN TUBUH KRISTUS. Terjadilah! Amin! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus