Top

4 Juni 2021

Berbicara mengenai ‘keberadaan Tuhan yang ada di dalam hidup kita’, sesungguhnya hal tersebut masuk ke dalam ‘areal pengalaman pribadi’. Tiap orang boleh percaya dan berkata bahwa Tuhan ada di dalam dirinya dari berbagai dasar ayat firman, dan berbagai perasaan – perasaan serta ‘sensasi’ yang ditimbullkan ketika berinteraksi dengan hadirat-Nya.

 

Tuhan adalah Roh, dan pada hakekatnya kita serupa dengan-Nya sebagai makhluk roh. Jadi berbagai pengalaman yang sifatnya ‘supernatural’ selama hal itu tidak bertolak belakang dengan prinsip firman Tuhan tertulis, semuanya itu sah – sah saja sebagai bentuk ‘pengakuan atau keyakinan’ bahwa realita Tuhan nyata di dalam hidup seseorang.

 

Jadi kita tidak perlu saling ‘menilai’ keberadaan orang lain sedang disertai Tuhan atau tidak. Sebab hal itu adalah pengalaman pribadi. Dan tiap orang sedang dalam proses pertumbuhannya masing – masing untuk terus berjalan dalam iman, kasih, dan kedaulatan-Nya!

 

Tapi yang pasti, dari pengalaman pribadi tersebut HARUS memunculkan KEHIDUPAN YANG SALEH. Inilah yang harus muncul dari hasil kesadaran akan realita Tuhan yang terus bertumbuh. Ini tidak bisa ditawar – tawar lagi! Jika Tuhan nyata dalam hidup kita, seharusnya otomatis kehidupan kita juga akan semakin berbeda jika dibandingkan dengan manifestasi sifat – sifat dunia ini.

 

2 Petrus 1:3 (TB) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

 

Roh Kudus yang ada dalam diri kita akan membuat kita memunculkan sifat yang berbeda. Ada dua hal utama sebagai INTISARI dari segala keilahian-Nya, yaitu: Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan, lalu yang kedua adalah mengasihi sesama manusia.

 

Markus 12:29-31 (TB) Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

 

Saat kita terus fokus membangun kesadaran akan realita Tuhan, maka beriringan dengan itu pengenalan akan Tuhan pun akan bertumbuh, otomatis kasih kita akan Tuhan pun semakin meluap – luap. Inilah yang membuat MANIFESTASI FIRMAN semakin nyata dalam diri kita. Bapa akan memanifestasikan Diri-Nya melalui hidup kita sebagai anak-anak-Nya. Sebab ‘MEREKA’ (Bapa, Yesus – Sang firman hidup, dan Roh Kudus) telah tinggal di dalam kita.

 

Yohanes 14:23 (TB) Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

 

Saya percaya, KEHIDUPAN SALEH (mengasihi Tuhan dan sesama) akan menjadi pembeda yang sangat konkret di akhir zaman. Ketika hari yang jahat dan masa yang sukar mencetak manusia menjadi cinta diri sendiri, uang, dan dunia. Maka keberadaan kita yang dicetak oleh realita hadirat-Nya justru akan semakin menunjukkan cinta akan Tuhan yang makin meluap dan melimpah.

 

Ketika manusia terus dicetak oleh sistem dunia ini menjadi semakin jahat, justru diri kita akan MEMANIFESTASIKAN KASIH BAPA dalam hidup sehari – hari (tidak ada konflik batin atau ganjalan sedikit pun dengan sesama).

 

Kita akan bersinar terang di tengah kegelapan dunia ini! Mereka akan mengalami jamahan Tuhan dan pemulihan dari interaksi dengan keberadaan kita (Wahyu 21). Sebab bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus. Segala bentuk pekerjaan maut dalam dunia akan ditelan dalam kemenangan.

 

Kita bukan korban, kita adalah pemenang. Karena Tuhan ada di dalam dan di pihak kita, siapa lawan kita!!! Tidak ada!! Kita sungguh akan mengalami bekerjanya kuasa doa jadi termanifestasi secara sempurna!! Kita akan memerintah di bumi ini dengan hanya berkata – kata!! Sebab Tuhan ada di dalam kita!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus