Top

4 Maret 2020

Wahyu 1:17-18 (TB) Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “JANGAN TAKUT! AKU ADALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR, DAN YANG HIDUP. AKU TELAH MATI, NAMUN LIHATLAH, AKU HIDUP, SAMPAI SELAMA-LAMANYA DAN AKU MEMEGANG SEGALA KUNCI MAUT DAN KERAJAAN MAUT.

 

Dalam Terjemahan Sederhana Indonesia, ayat yang sama, dituliskan sebagai berikut:

 

Ketika saya melihat-Nya, saya langsung tersungkur di hadapan-Nya dan saya merasa seluruh kekuatan saya hilang— seperti mati mendadak. Lalu Dia meletakkan tangan kanan-Nya pada saya dan berkata, “JANGAN TAKUT! AKULAH YANG SELALU ADA — BAIK SEBELUM AWAL MULA PENCIPTAAN MAUPUN SESUDAH SEMUA CIPTAAN HILANG LENYAP. AKULAH SUMBER KEHIDUPAN. BIARPUN AKU PERNAH MATI, TETAPI LIHATLAH! AKU HIDUP SEKARANG, DAN HIDUP SAMPAI SELAMA-LAMANYA! AKU MEMEGANG KUNCI KERAJAAN MAUT, JADI AKU BERKUASA PENUH UNTUK MENENTUKAN KAPAN SETIAP ORANG MATI, DAN AKU JUGA BERKUASA MENGHIDUPKAN KEMBALI MANUSIA YANG SUDAH MATI.

 

Hingga sejauh ini, kebanyakan orang Kristen hanya memiliki pengenalan akan Yesus seperti yang ditulis dalam kitab-kitab Injil – atau lebih parah lagi, hanya mengenal Dia sebagai salah satu tokoh sejarah umat manusia yang pernah ada. Dimensi pengenalan kita akan Dia, menentukan posisi rohani yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari kita.

 

Bagi mereka yang hanya mengenal Yesus dari tulisan injil, mereka akan mendapati bagaimana perjalanan rohani mereka terus ‘naik-turun’ dalam kehidupan sehari-hari! Orang-orang percaya tersebut tidak bisa disalahkan karena memang hanya itu dimensi pewahyuan yang mereka miliki! Bahkan rasul Yohanes yang pernah bersama-sama dengan Yesus secara lahiriah, tidak bisa mengenali Dia yang setelah bangkit dan dipermuliakan di sebelah kanan Bapa, sekarang menyatakan Diri-Nya di pulau Patmos!

 

Wahyu 1:12-16 (TB) Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

 

Itulah gambaran pewahyuan tentang keberadaan Yesus setelah kebangkitan dan dipermuliakan di sebelah kanan Bapa!

 

Dimensi pewahyuan tentang keberadaan Yesus yang berkata: Aku adalah Yang Awal, Yang Akhir dan Yang Hidup, inilah yang kita butuhkan pada hari-hari ini! Inilah dimensi pewahyuan yang memberi kita posisi rohani lebih kuat dari Maut! Yesus sudah mengalahkan Iblis, Dosa dan Maut! Dengan dibawa ‘melihat Dia’ dan diubahkan menjadi ‘sama seperti-Nya’ – 1 Yohanes 3:2 – kita pun jadi mewarisi kuasa atau otoritas atas roh Maut! Jadi, bangkitlah di dalam Roh-Nya dan jadilah ‘pondok tempat bernaung’ bagi bangsa-bangsa yang sedang mengalami kegoncangan besar itu!

 

Yesaya 4:4-6 (TB) …apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu AKAN ADA KEMULIAAN TUHAN SEBAGAI TUDUNG DAN SEBAGAI PONDOK TEMPAT BERNAUNG pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus