Top

4 Mei 2020

Seringkali dalam seseorang memahami atau memaknai ayat-ayat firman atau janji-janji Tuhan, ia lakukan berdasarkan kacamata pengalaman hidupnya pribadi atau kisah pengalaman orang lain yang pernah ia dengar. Hal tersebut tidaklah salah tapi juga tidak sepenuhnya dapat dibenarkan. Hal tersebut disebabkan karena tidak semua yang kita alami dalam kehidupan kita dapat kita lihat atau pahami dari sudut pandang Tuhan. Seringkali yang terjadi justru hal yang berkebalikan! Karena apa yang kita alami sangat berbeda dengan apa yg kita harapkan atau ingini, kita bisa salah memaknai apa yang sedang terjadi dalam hidup kita tersebut dan sebagai akibatnya, dalam kita membaca atau memahami ayat-ayat firman, kita jadi keliru!

 

Misalkan, karena pengalaman hidup yang kita miliki selalu penuh dengan kejatuhan dan kekalahan dalam menghadapi godaan dari si Jahat, membuat kita saat sedang membaca ayat firman yang menyatakan: “roh memang penurut, tapi daging lemah” (Matius 26:41) – maka kita jadi merasa ‘mendapatkan peneguhan’ sekaligus pembenaran atas setiap kejatuhan yang kita alami. Kita jadi membangun sebuah konsep pikir: memang aku (kedagingan) lemah, makanya sering jatuh dalam pencobaan.

 

Padahal seharusnya, pertama-tama kita harus memahami secara akurat maksud dari setiap ayat firman atau janji Tuhan yang Dia berikan kepada kita. Dari pemahaman yang akurat atas firman atau janji yang Tuhan berikan, kita mulai menata atau menyelaraskan kehidupan yang kita miliki! Termasuk kita harus memastikan semua pengalaman hidup yang terjadi atau kita alami, jadi selaras dengan firman-Nya! Apa yang kita alami dalam hidup kita, pengalaman hidup yang kita miliki tidak boleh dijadikan sebagai patokan! Ayat firman atau janji Tuhanlah yang harus kita jadikan sebagai patokan!

 

Misalkan, kita mendapati hingga sejauh ini, kita selalu mengalami berbagai pengalaman buruk dalam hidup kita – jangan menerima hal tersebut sebagai akhir dari nasib kita! Ingat selalu, standarnya adalah firman atau janji Tuhan, bukan apa yang sudah kita alami dalam hidup kita!

 

Tuhan sudah menjanjikan kehidupan yang selalu berkemenangan, dengan masa depan yang gilang gemilang dan penuh pengharapan (Yeremia 29:11) – artinya, jika kita masih memiliki pengalaman hidup yang berbeda dari hal tersebut, adalah tugas kita untuk bangkit di dalam Roh dan melakukan terobosan dan melakukan perubahan yang pertama-tama terjadi dalam pikiran dan hati kita! Kita mengingatkan diri kita bahwa adalah tidak normal untuk memiliki kehidupan yang penuh masalah karena janji Tuhan adalah selalu berkemenangan! Dan terus mendesak dalam hadirat Tuhan untuk menerima arahan Roh sehingga dengan seketika kita mulai beralih untuk hidup di dalam standar kehidupan yang memang Tuhan tetapkan bagi kita: Selalu berkemenangan!

 

Tekad yang kita miliki untuk hidup dalam kebenaran dan memanifestasikan janji Firman atas hidup kita dalam kehidupan sehari-hari, akan mengaktivasi bekerjanya kuasa Roh Kudus untuk mengubah frekuensi kehidupan kita jadi selaras dengan firman-Nya. Ada porsi yang harus kita lakukan: Mendesak dalam hadirat-Nya sampai hati kita jadi berkobar-kobar akibat mengalami pekerjaan firman dan Roh. Ada porsi yang pasti akan dilakukan Roh Kudus di dalam hidup kita: Membawa diri kita jadi terhubung dengan kebenaran-Nya sebagai sumber segala sesuatu.

 

Dari terjadinya keterhubungan dengan realita ke-Allah-an dan terhubung dengan kehidupan Kristus, maka perjalanan hidup yang sejati sebagai seorang anak Allah barulah dimulai. Kehidupan sehari-hari kita jadi memanifestasikan realita dari janji-janji Tuhan atau kebenaran firman-Nya! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus