Top

4 Oktober 2019

Betapa sangat penting untuk kita senantiasa menjaga aliran air hidup dalam batin kita tetap jernih, murni, dan bersih. Sebab kita adalah bait Roh KudusNya. Kita ditetapkan Tuhan untuk membawa kehidupan ilahi dan memancarkannya pada sekeliling kita. Sehingga segala bentuk pekerjaan musuh yang membuat dunia ini semakin rusak dapat ditelan oleh kehidupan ilahi tersebut. Hidup kita sudah sewajarnya memberi dampak dan pengaruh yang sehat. Roh menegaskan sekali lagi: ALIRAN AIR HIDUP ITU HARUS JERNIH DAN BERSIH. Tidak tercemar oleh konflik batin, sakit hati, kecewa, dan berbagai dukacita. Melainkan dipenuhi oleh kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita ilahi.

Saya bertanya kepada Roh Kudus, mengapa itu menjadi hal yang sangat penting? Karena itulah yang membedakan kita dari orang dunia ini pada akhir zaman. Jika kita menjadi orang yang ternyata menyimpan konflik batin dan kekecewaan serta berbagai emosi negatif, artinya kita sama seperti mereka.

Roh menyatakan bahwa di akhir zaman ini kepahitan, kemarahan, konflik batin akan menjadi sangat parah dan dapat menyebar dengan cepat mempengaruhi kehidupan manusia. Sehingga mempengaruhi sikap hati, gaya hidup, dan pengambilan keputusan. Dunia ini memang sedang mengalirkan kepahitan dan berbagai gejolak emosi negatif. Pastikan kita tidak minum dari sungai tersebut.

Wahyu 8:10-11 (TB) Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Saya tiba – tiba tersadarkan akan ayat di atas. Ayat itu ternyata sangat relevan di zaman sekarang (akhir zaman) Di mana teknologi telah bertumbuh dengan pesat. Khususnya dunia media sosial. Ketika orang yang kepahitan men’share’ isi hatinya di sana, maka tercemarlah hidup banyak orang. Dan gilanya tidak sedikit dari ORANG PERCAYA (bintang) yang jatuh dalam kepahitan, konflik batin, kecewa, kemarahan, putus asa yang melampiaskan isi hatinya itu ke media sosial. Mengakibatkan banyak orang lain juga tercemar hidupnya. Alhasil “membagikan kepahitan, kemarahan” telah dianggap sesuatu yang wajar di media sosial!!

Tuhan mau kita muncul sebagai pribadi yang berbeda di akhir zaman ini. Kita bukanlah perusak, melainkan kita adalah pembangun dan pemancar aliran air hidup. Oleh karena itu betapa penting kita menanggulangi berbagai “akar masalah” dari kehidupan kita, biasanya bersumber dari peristiwa buruk masa lalu yang menyebabkan luka, trauma, dan konflik batin.

Rendam diri kita dengan pekerjaan firman dan hadiratNya. Itulah jalan satu – satunya untuk membuat hati kita lembut, mau dibentuk, diajar, dan berubah. Sehingga kita dapat mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain ataupun diri kita sendiri. Sebab dalam hadiratNya, kita tahu sekarang (kita melihat jati diri kita yang baru di dalam Dia dan rancanganNya yang ajaib) bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Tidak peduli seburuk apa pun peristiwa dan masa lalu yang pernah kita alami, sebab di dalam Dia, kita adalah pribadi yang baru dan yang lama sudah berlalu. Kita sekarang adalah BAIT ROH KUDUSNYA yang ditetapkan untuk memancarkan kehidupan: iman, pengharapan, kasih, kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Inilah yang membuat kita BERBEDA di akhir zaman ini di tengah angkatan yang bengkok!! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus