4 Oktober 2021

Selama ini ada banyak di antara orang percaya yang memiliki pengertian dan persepsi keliru tentang proses peremukan daging. Seringkali mereka menganggap peremukan daging ini adalah suatu proses pengalaman hidup yang berat atau sulit, melalui situasi dan kondisi yang negatif, sehingga selalu terasa memberatkan dan menyulitkan.

Padahal proses peremukan daging tidak selalu harus dilewati melalui jalan yang berat, pergumulan hidup yang penuh tekanan dan kesulitan ataupun berbagai peristiwa yang menyakitkan, dan tidak enak. Alkitab justru menegaskan ada jalan lain tanpa kita harus melalui jalan pergumulan yang berat, yaitu dengan mulai mengarahkan atau mendisiplin pikiran kita kepada hal-hal yang ilahi – memikirkan hal-hal yang dari Roh (Roma 8:5-7).

Dengan kita mulai bertekun dan mendisiplin diri untuk merenungkan, mengimajinasikan, memperkatakan atau mendoakan firman sampai batin kita berkobar-kobar. Itulah cara melakukan peremukan daging yang dikehendaki Tuhan. Dan inilah cara yang akurat untuk kita memperoleh minyak.

Dengan kita tekun melakukan perenungan firman, maka secara otomatis berbagai pengaruh ilahi yang datang dalam pikiran kita, akan mengkondisikan hidup kita menjadi ilahi. Dengan pikiran kita dikuasai oleh pekerjaan firman dan Roh yang menghadirkan kesadaran akan realita Tuhan, maka Tuhan akan membuat hidup kita jadi berbeda dan istimewa (Keluaran 33:16). Lewat pendisiplinan akan perenungan firman, maka Tuhan akan membersihkan batin dan hidup kita, sehingga kita dapat mulai melihat Tuhan dan realita Kerajaan-Nya (Yohanes 15:3, Matius 5:8).

Dalam kitab Wahyu 3:18, ditegaskan bahwa kita harus memiliki minyak untuk melumas mata, sehingga kita bisa melihat realita Tuhan. Tuhan tidak menghendaki di tengah kegelapan seperti sekarang, umat-Nya terus tertidur dan hidup dalam distraction yang berasal dari Musuh. Tuhan menghendaki untuk telinga dan mata rohani kita tetap terbuka, sehingga interaksi dan komunikasi kita dengan keberadaan Tuhan serta realita Kerajaan-Nya akan terus menyertai hidup kita.

Ayub 42:5-6 (TB) Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Ayub harus melewati berbagai peristiwa buruk dan tidak enak untuk mengalami peremukan daging karena tidak mengenal Tuhan secara pribadi. Tapi ketika mata Ayub mulai terbuka untuk dapat melihat realita Tuhan secara pribadi, maka hidupnya pun mengalami pemulihan secara drastis dan dramatis.

Tapi Tuhan sungguh menegaskan bahwa setiap kita tidak perlu melewati jalan peremukan daging sebagaimana yang Ayub lalui, karena sejak dini kita mulai dapat melihat realita Tuhan, oleh pengenalan kita akan Tuhan secara pribadi.

Ketekunan kita dalam mengejar Dia dan membangun kebenaran dalam hidup kita, membuat Roh Kudus akan bekerja mengoleskan ‘minyak’ di mata kita, sehingga kita mampu melihat Tuhan dan realita Kerajaan-Nya.

1. Melihat Tuhan adalah suatu sikap hati yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya.

Melihat Tuhan“, memiliki konotasi: Ada terbangun suatu kehidupan yang berfokus hanya kepada Tuhan dan firman-Nya, percaya kepada janji-janji-Nya, dan hanya berharap kepada manifestasi kedaulatan kuasa-Nya yang tidak terbatas.

Daniel 3:17-18 (TB) Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dengan sangat jelas menunjukkan bagaimana seharusnya setiap orang percaya memiliki sikap hati yang bisa melihat Tuhan. Sehingga dengan penuh KETEGUHAN IMAN DAN KEGIGIHAN UNTUK PERCAYA HANYA KEPADA FIRMAN-NYA, kita dapat mengatasi berbagai persoalan dan tantangan di hadapan kita dengan penuh keperkasaan ilahi dan pasti berkemenangan.

Kita tidak pernah menjadi khawatir dan takut sekalipun bahaya dan maut mengancam di depan mata kita, karena dengan jelas kita bisa melihat realita Tuhan yang menyertai dan menjagai kita. Inilah sikap hati yang kita butuhkan pada hari-hari ini, di tengah-tengah berbagai kegoncangan yang sedang terus terjadi. Sehingga hidup kita tidak akan pernah bergoncang ataupun mengalami dampak dari kegoncangan yang ada.

Ketika kita mampu melihat Tuhan, maka perjalanan kehidupan iman kita akan berbeda. Keteguhan kita dalam mempercayai firman dan berpegang kepada janji-janji-Nya akan bertambah kuat dan mulai memanifestasikan kedaulatan kuasa Tuhan yang tak terbatas.

Message ini masih akan berlanjut lagi esok hari.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

_________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106