Top

5 April 2021

 

Setiap kali kita akan membangun persekutuan dengan Tuhan, seringkali kita harus menanggulangi berbagai aktivitas roh-roh dunia yang akan terus berusaha mengganggu waktu doa dan persekutuan dengan Tuhan yang kita miliki.

 

Roh-roh dunia adalah roh Jahat dengan ranking yang paling rendah tapi seringkali justru memiliki keefektifan kerja yang paling tinggi (1 Korintus 2:12, Galatia 4:3 & 9, Efesus 2:2, Kolose 2:8 & 20). Sebab roh jahat tersebut sanggup membuat orang percaya yang paling kuat iman sekalipun, menjadi terus hidup dalam belenggu dan ikatan.

 

Jenis roh-roh dunia yang ‘secara khusus’ diutus oleh Iblis untuk membuat waktu doa dan persekutuan kita dengan Tuhan menjadi ‘tumpul’, memiliki spesialisasi tugas:

 

1. Melakukan distraction atau pengalihan fokus.

 

Roh-roh dunia jenis ini akan terus memanfaatkan situasi dan kondisi di sekeliling kita untuk mengalihkan fokus hati kita dari Bapa kepada hal-hal kecil lain yang secara ‘tiba-tiba’ teringat dan ‘menuntut’ kita agar segera membereskannya sebelum melanjutkan doa kita. Jika mereka berhasil membuat kita berhenti dari doa, kemudian mengerjakan ‘hal-hal kecil yang terlupakan tersebut, maka seterusnya mereka akan membuat kita ‘sibuk’ mengurusi berbagai hal sampai niat kita berdoa jadi padam.

 

Yang seharusnya kita lakukan adalah meneguhkan tekad kita untuk terus berdoa dan mengusir aktivitas roh dunia tersebut dari pikiran kita dan kembali melanjutkan doa kita sampai tuntas.

 

2. Membuat pikiran jadi pasif dan kosong.

 

Jenis roh dunia yang ini akan membuat kita merasa ‘kehilangan’ realita hadirat Tuhan karena pikiran kita berhasil ‘disabotase’ dengan memanfaatkan berbagai pergumulan atau permasalahan yang belum selesai.

 

Yang harus kita lakukan adalah mengusir pekerjaan roh dunia tersebut dari pikiran kita dan mulai mendeklarasikan tentang kebaikan serta kedaulatan Tuhan. Ingat selalu, tidak ada satu pun peristiwa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita jika bukan untuk kebaikan kita. Dia masih tetap Allah yang mengatur, mengontrol dan mengendalikan segala sesuatu. Dan pada saat yang sama, Dia juga adalah Bapa yang terbaik bagi kita.

 

Belajarlah hidup dalam penyerahan dan ketergantungan terhadap Tuhan. Apa yang memang sudah di luar ‘jangkauan kita’, artinya itu bagian yang memang harus Tuhan sendiri yang melakukannya. Dengan memiliki level penyerahan hidup yang terus bertumbuh, maka area pikiran dan emosi dalam hidup kita jadi terjagai oleh kebenaran-Nya.

 

3. Membuat penat, lelah ataupun mengantuk yang tidak pada tempatnya.

 

Jenis roh dunia ini ‘bermain-main’ di area kejiwaan dan fisik kita. Tidak peduli berapa lama kita sudah tidur atau beristirahat, tapi setiap kali kita berdoa, akan selalu ada perasaan lelah, penat dan mengantuk yang secara tiba-tiba akan kita rasakan. Tapi begitu kita membatalkan niat kita berdoa dan bersiap untuk melakukan aktivitas yang lain, serta merta kepenatan kita pun akan pergi dengan begitu saja.

 

Yang seharusnya kita lakukan adalah segera mengusir aktivitas roh dunia yang ada. Jika dibutuhkan untuk berdoa sambil berdiri, berjalan-jalan ataupun dengan bersuara, maka lakukanlah.

 

4. Perasaan kosong – menyumbat aliran air hidup di dalam batin kita.

 

Jenis roh dunia ini akan membuat kita merasakan tidak adanya pekerjaan Roh Kudus dalam batin kita. Mereka akan terus membuat kita jadi makin frustasi dalam doa, karena meski kita sudah meluangkan waktu yang cukup lama, tetap saja seakan-akan tidak ada sesuatu apa pun yang terjadi melalui doa-doa kita.

 

Yang harus segera kita lakukan adalah tanggulangi aktivitas roh dunia tersebut, tengking segera di dalam nama Yesus! Mulailah berdoa dalam bahasa Roh secara meluap-luap dan suara yang keras. Libatkan tubuh lahiriah kita untuk mengekspresikan doa kita.

 

Setelah beberapa lama berdoa seperti itu, kita akan kembali merasakan adanya dinamika Roh Kudus dalam batin kita. Biasanya perasaan kosong itu disebabkan karena adanya suatu masalah yang sedang menyita perhatian kita. Belajarlah menyerahkan (melemparkan, Greek: epirrhiptoĢ„ – 1 Petrus 5:7) permasalahan kita kepada Bapa dan jalani kehidupan sehari-hari yang bebas merdeka di dalam hadirat-Nya.

 

5. Pembunuh semangat – membuat kita terus mengarahkan perhatian pada fakta dan hal-hal lahirah.

 

Jenis roh dunia ini akan banyak ‘bermain-main’ dalam pikiran kita sehingga saat kita berdoa, melepaskan nubuatan ataupun melakukan deklarasi rohani akan terus ‘terbayang’ berbagai fakta atau keadaan yang belum mengalami perubahan seperti yang kita doakan. Hal itu tentu saja akan membuat kekuatan doa kita jadi melemah, ‘tumpul’ dan berkurang keefektifannya. Selama masih ada ‘pergumulan’ – ‘mendua hati’ dalam hidup kita, apa pun yang kita doakan jadi tidak efektif (Yakobus 1:6-7).

 

Yang harus segera kita lakukan adalah tengking aktivitas roh dunia tersebut dan berdoalah dalam bahasa Roh secara meluap-luap. Deklarasikan setiap impresi yang kita terima. Dan jika dibutuhkan, berbicaralah secara langsung kepada roh-roh dunia tersebut dan deklarasikan apa yang kita yakini dari firman-Nya. Jangan berhenti sampai seluruh aktivitas roh dunia tersebut menyingkir dari hidup kita.

 

Doa saya melalui penyingkapan ini, dimensi persekutuanmu dengan Bapa segera memasuki level baru yang semakin mendalam. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus