Top

5 Juni 2021

Saya menyadari, ternyata kita tidak bisa sungguh – sungguh membangun kesadaran akan realita hadirat Tuhan dalam batin jika kita ‘tidak terlalu membutuhkannya’. Bahkan tidak menganggap hal itu penting. Jika Tuhan belum menjadi sumber kekuatan satu – satunya, dan sumber segala – galanya, maka tidak ada determinasi yang kuat untuk kita membangun kesadaran akan Tuhan sebagai pribadi yang ada dalam diri kita. Pendek kata, level cinta kita terhadap-Nya sangat menentukan sejauh mana kesadaran akan pribadi Tuhan yang ada dalam kita dapat bertumbuh.

Paulus menunjukkan level cinta tersebut dengan sangat mendalam :

Filipi 3:9-10 (TSI2) Jadi saya hanya ingin terus bersatu dengan Dia. Saya dibenarkan di hadapan Allah bukan karena hasil usaha saya dalam menaati Hukum Taurat, melainkan hanya karena Kristus! Ya, saya percaya penuh atas apa yang Kristus kerjakan, dan lewat percaya itu saja saya dibenarkan di hadapan Allah. Maka sekarang saya hanya rindukan mengenal Kristus dan kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Dan saya rindu ikut menderita dalam rangka melayani Kristus sama seperti Dia sendiri menderita— sampai saya rela mati seperti Dia!

Roh Kudus kembali menelisik hati saya dengan pertanyaan: “Apa yang engkau cari? Apa yang engkau ingini dalam hidupmu? Dan apa yang teramat penting dalam hidupmu?”

Satu – satunya yang kita butuhkan hanyalah Tuhan. Dia harus menjadi sentral dan segala – galanya dalam diri kita. Tanpa Tuhan kita bukan siapa – siapa dan tidak bisa melakukan apa pun. Bahkan Ia telah menebus kita dari dosa, bangkit mengalahkan maut dan menganugerahkan kehidupan dalam terang. Rasanya, tidaklah pantas jika kita tidak ‘tergila – gila’ dengan-Nya.

Ini saatnya saya kembali ke hati yang mencintai Tuhan, sebab itulah yang akan membuat adanya dorongan ilahi untuk bersekutu dengan-Nya, membangun kesadaran akan Tuhan hingga menjadi satu dengan-Nya.

Doa saya : Roh Kudus, teruslah kobarkan hati yang mencintai Tuhan lebih dari apa pun juga. Buat saya ‘tergila – gila’ dengan Tuhan. Saya mau menyatu dengan-Nya, itulah kerinduan saya. Tuhan memang sudah tinggal dalam saya, tapi saya tidak cukup puas, saya mau menyatu dengan-Nya dan mengenal Tuhan lebih dari apa pun dan siapa pun juga. Amin! 

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus