Top

5 Mei 2020

Ulangan 6:5 (TB) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

 

Ayat di atas terus berbicara kuat dalam batin saya. Roh Kudus seolah menegaskan: Waspadai roh keagamawiaan tapi juga waspadai roh kepasifan. Jangan sampai kita menganggap harus menunggu dorongan Roh untuk melakukan sesuatu bagi Dia. Bukan seperti itu pengertiannya. Roh Kudus mau kita aktif mengejar realita Tuhan. Itulah dorongan Roh yang harus kita ikuti.

 

Fokus saja pada hati dan ekspresi cinta akan Tuhan. Pakai ayat di atas untuk menjadi perenungan dan arahan serta perintah yang menciptakan dorongan – dorongan dalam batin untuk mengejar Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Sebab hal itu memang bagian atau porsi yang harus kita lakukan. Intinya, jangan pasif dan sekedar ‘menunggu dorongan Roh’! Sebab Roh sudah berkehendak untuk kita aktif mengejar Dia!

 

1. Kita harus senantiasa menangkap firman untuk digosokkan pada manusia roh kita (renungkan dan perkatakan) sampai manusia roh kita bergelora.

 

2. Ekspresikan melalui gerak tubuh dan perkataan atau intonasi setiap dinamika Roh yang terjadi dalam batin (dengarkan diri kita yang sedang berkata – kata) dan setiap perasaan rohani yang bermunculan, juga intensitas hadirat Tuhan yang sedang bertumbuh. Ekspresikan itu semua dengan tepat.

 

3. Ekspresikanlah penyembahan kita dengan penuh kesungguhan. Ketika ada pewahyuan Roh dan Firman yang membuat kita kagum, hormat, dan memuji segala kebesaran, kesetiaan, dan kebaikan-Nya, manfaatkan hal tersebut untuk ‘menaiki anak tangga kemuliaan-Nya’

 

4. Berlama – lamalah dalam realita hadirat Tuhan. Terus mendesak dengan aktif dan bersekutu secara ekspresif sampai ‘ketebalan’ realita Tuhan menyelimuti tubuh, jiwa, dan roh kita.

 

5. Bertekadlah untuk menjadi pelaku kebenaran. Karena ekspresi cinta kita akan Tuhan adalah melakukan firman-Nya!

 

6. Setiap jam ekspresikanlah pekerjaan Roh yang terjadi melalui pembacaan firman Tuhan. Deklarasikan sampai mengalami lompatan pekerjaan Roh yang kuat dalam batin kita.

 

7. Jangan jemu – jemu melakukan apa yang baik dan yang benar. Karena kita adalah anak – anak Allah yang memiliki sifat sang Bapa.

 

Ketujuh poin di atas sungguh berbicara kuat dalam batin saya. Saya akan terus lakukan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Itulah porsi bagian saya! Dan saya yakin, Tuhan akan melakukan bagian-Nya dengan sempurna! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus