Top

5 Oktober 2019

Saya memperhatikan, ternyata masih ada banyak orang yang terus membawa luka – luka hati dalam dirinya akibat peristiwa masa lalu yang kelam. Entah itu pernah dianiaya secara fisik dan verbal, mengalami penolakan dari sejak di dalam kandungan, dibesarkan dalam kondisi keluarga yang tidak harmonis, mengalami pelecehan seksual, ditinggal pergi orang yang dikasihi (entah ditinggal karena kematian atau pertengkaran) dan berbagai peristiwa yang membawa efek luka yang mendalam serta traumatis. Semua itu jika tidak ditanggulangi akan membuat kita menjadi PRIBADI YANG TIDAK UTUH: cepat marah, mudah tersinggung, pemalu, ambisius, percaya diri berlebih, pendendam, ingin selalu mendapat pujian atau pengakuan, baperan atau selalu menghukum diri sendiri dll.

Biasanya orang – orang tersebut mengalami “kekosongan dalam batin”. Ada sesuatu dalam hidupnya yang tidak terpuaskan. Akhirnya mereka mencari kepuasan lainnya di luar Tuhan. Mereka jadi kecanduan games, sex, hobi makan enak, belanja, judi, workoholic, narkoba, kecanduan media sosial (ingin selalu terlihat eksis) dan berbagai penyimpangan lainnya (2 Tim 3:1-9) Alhasil mereka hidup dalam ikatan dan sulit menyelaraskan diri dengan agenda Tuhan. Bahkan selalu mendatangkan masalah pada orang-orang di sekelilingnya.

Hal ini terjadi tidak hanya di luar orang percaya, orang percaya pun banyak yang mengalami hal tersebut. Oleh karenanya hal itu perlu ditanggulangi dengan segera! Sadarilah, hanya Tuhan yang bisa memuaskan batin. Bukan uang, harta, benda, makanan, sex, drugs, pengakuan, penghargaan, posisi, jabatan. Bukan itu semua. Hanya realita Tuhan saja. Karena kita ini adalah buatan Allah yang dicipta untuk berfungsi sebagai bait Roh KudusNya di atas bumi. Jadi tanpa realita Tuhan memenuhi batin, maka hidup kita sedang alami dis-fungsi. Kita ditunggangi oleh pekerjaan musuh yang berniat menarik hidup kita menjauh dari kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita.

Biasanya orang – orang yang mengalami keterikatan tersebut tidak memiliki persekutuan yang hidup dengan Tuhan (tidak bisa konsisten). Musuh terus membuat banyak gangguan dalam pikiran (sulit fokus, mudah lelah saat berlama – lama dalam hadiratNya)
Namun ketika datang kesadaran bahwa yang mereka butuh hanyalah Tuhan, maka saat itu jugalah KEPUTUSAN UNTUK MENGEJAR Tuhan dengan mati – matian, gila – gilaan dan habis – habisan harus segera DITINDAK LANJUTI. Karena memang HANYA TUHAN YANG SANGGUP MEMULIHKAN KEHIDUPAN KITA.

Segera lakukan TINDAKAN LANJUTAN setiap kali ada pekerjaan Roh dan Firman serta jamahanNya. Inilah yang tidak dilakukan oleh sekelompok jemaat yang ada di Efesus. Mereka rajin ibadah secara korporat, tapi tidak secara pribadi dalam hidup sehari – hari (tidak menindak lanjuti jamahan Tuhan) Alhasil mereka terus hidup manusiawi dan kedagingan, terus bertengkar dan semakin duniawi. (Ef 4:17-27) Akar permasalahan dalam hidup mereka tidak bisa tertanggulangi dengan sempurna.

2 Timotius 3:5 (TB) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

1 Timotius 4:8 (TB) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Saya yakin, saat kita memutuskan untuk mengejar Tuhan sedemikian rupa dalam hidup sehari – hari (menindak lanjuti jamahan Tuhan dalam ibadah secara korporat), tiap hari mengingat dan merenungkan serta memperkatakan firman yang kita dengar, menyembah dan membangun manusia roh sampai Tuhan menjamah hidup kita dalam kadar yang lebih kuat. Saat kita melakukan itu dengan konsisten maka hidup kita pasti akan merdeka dari segala trauma, luka, keterikatan, dan berbagai gejolak emosi negatif lainnya.

Tidak peduli sebesar apapun trauma diri kita, seluka apapun batin kita, dan betapa hancurnya jiwa kita karena berbagai peristiwa masa lalu dalam hidup kita, TUHAN DAN FIRMANNYA ADALAH JAWABAN SATU – SATUNYA. Jamahan kasihNya memulihkan kita dan firmanNya merupakan jati diri kita yang baru di dalam Kristus! Hanya jamahanNya dan FirmanNya yang membuat kita menjadi PRIBADI YANG UTUH! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus